Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 67


__ADS_3

"Bu Sarah, Mas Adi maaf Rena tidak mengerti dengan semua ini. Bu Sarah.."Belum selesai Rena bicara Bu Sarah terlebih dulu bicara.


"Rena, ibu ingin kamu menikah dengan anak ibu Adi. Ibu merasa kamu lah perempuan yang pantas mendampingi Adi. Ya sayang ya kamu mau ya menikah dengan Adi." Bu Sarah berkata penuh kelembutan pada Rena.


Rena mulai meneteskan air matanya, dia bingung dengan keadaan ini. "Ya Allah bagaimana ini ? Apa yang harus aku lakukan ? Tidak munafik jika aku memang mengagumi Dokter Adi saat pertama kali melihat nya.


Tapi aku sadar Ya Allah aku tidak pantas untuknya. Masalalu ku begitu kotor, aku janda dan hanya perempuan bodoh. Aku tidak pantas untuk nya." Ucap Rena dalam hati sambil mengusap air matanya.


"Ibu dan Mas Adi sebelumnya Rena minta maaf, Rena harus jujur tentang masa lalu Rena, yang mungkin sangat menjijik kan. Agar kalian tahu dan tidak mengira kalau aku ini perempuan baik." Rena mulai menceritakan masalalu nya dimana dia dulu pernah di paksa di tiduri oleh Iwan dan hamil sebelum menikah. Sampai Rena di sakiti dan di khianati oleh Iwan.


Rena menangis mengingat masa lalu nya yang yang begitu menyakit kan. Bu Sarah mendekati dan memeluk Rena mencoba menenangkan Rena.


Adi yang mendengar cerita Rena merasa sedih. Dia ikut menangis. "Kasihan sekali kamu Rena. Mantan suamimu benar benar kurang ajar. Harusnya dia melindungi seorang wanita bukan malah menodai lalu mengkhianati nya." Gumam Adi dalam hati.


"Nak, Seburuk apapun dan sekotor apapun masa lalu seseorang yang jelas masa depan nya belum ternoda. Dan kamu telah membuktikan bahwa kamu mampu hijrah menjadi wanita yang lebih baik." ucap Bu Sarah.


"Adi kamu mau kan menerima Rena seburuk apapun masa lalu nya. Dan kamu mau kan membimbing dia menuntun dia mengukir masa depan yang lebih baik?" Bu Sarah terus memaksa Adi agar mau menikahi Rena.

__ADS_1


"Adi akan lakukan apa pun yang ibu mau. Mungkin hanya dengan ini aku bisa membuat ibu bahagia." Ucap Adi yang terpaksa menuruti kemauan ibu nya.


"Maaf kan aku Ya Allah, Aku mau menikahi Rena hanya karena ingin melihat ibuku bahagia bukan karena aku mencintai nya. " Adi berkata lirih.


Bu Sarah merasa sangat senang dengan jawaban Adi. "Alhamdulillah jika kamu kamu nak, makasih ya nak." Ucap Bu Sarah sambil memeluk dan mencium anaknya.


"Rena kabari orang tua mu, ibu dan Adi akan segera melamar mu dan kalian akan segera menikah bulan depan ya." Ucap Bu Sarah sambil tersenyum bahagia.


"Bu kenapa harus buru buru bulan depan ?" Tanya Adi yang merasa jika ibu nya terlalu terburu buru untuk menikahkan nya denga Rena.


"Sudah lah nak kamu mau ya menikah bulan depan. Kan bulan depan usia ibu tepat lima puluh enam tahun dan ibu mau pernikahan kalian di laksanakan tepat di hari ulang tahun ibu nak. Ya mau ya hanya itu kado yang ibu mau dari mu." Ucap Bu Sarah.


"Menikah ? Secepat ini kah aku akan menikah lagi ?" Rena bergumam dalam hati.


"Rena, nanti aku akan bicara berdua dengan mu, kamu bisa kan ?" Tanya dokter Adi.


"Iya kalian bicara lah agar saling mengenal sebelum kalian menikah." ucap Bu Sarah.

__ADS_1


Rena hanya mengangguk dan tersenyum.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.Happy Reading...


__ADS_2