Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 69


__ADS_3

Pagi itu.Iwan bangun karena kaget ada yang menggedor pintu rumah nya. Dia menengok ke samping tempat tidur nya. "Sinta dia tidak ada ? kemana dia pergi. Dia tidak pulang." Gumam Iwan.


Iwan kembali terkejut dengan suara gedoran pintu lagi. Dia segera keluar kamar dan bergegas membuka pintu.


"Hei, ada apa ini ? Siapa kalian?" Tanya Iwan geram.


"Silahkan kemasi pakaian anda dan pergi dari sini. Nona Sinta mengusir anda. Dan jangan bawa apapun selain pakaian anda." ucap orang itu yang kemudian masuk.


Iwan masih tidak mengerti dengan semua ini. "Kenapa ini ? Kenapa Sinta mengusirku ?" Tanya Iwan lirih. Dia kemudian masuk dan mencoba mencari penjelasan oada orang suruhan Sinta.


"Sebenarnya ini ada apa ? kenapa Sinta mengusirku ?" tanya Iwan.


Iwan terkejut saat orang suruhan Sinta menunjukkan foto foto dirinya dengan Nadia.


Orang suruhan Sinta juga menyerahkan surat gugatan cerai dari Sinta kepada Iwan.


Iwan semakin kaget dia tidak menyangka jika Sinta akan berbuat seperti ini. "Dari mana Sinta tahu tentang aku dan Nadia ?" Gumam Iwan lirih.


"Silahkan anda keluar dari rumah ini." ucap orang itu sambil melempar pakaian Iwan dan menyita semua isi dompet Iwan.


"Hei apa apaan kalian berikan dompetku ! Awas kalian aku akan menemui Sinta dan menyuruh nya menghukum kalian." teriak Iwan.


"Ha ha ha hanya orang bodoh yang bisa berkata seperti itu. Justru ini semua atas perintah nona Sinta. Dasar pria tidak berguna yang hanya bisa sembunyi di balik haeta istri." kata orang itu lagi.

__ADS_1


Iwan di seret keluar. Iwan berteriak teriak mengumpat dan marah tapi percuma saja itu akan membuang tenaga nya saja.


Iwan berjalan menuju rumah orang tuanya. Hampir setengah hari Iwan berjalan baru dia sampai di rumah orang tuanya. Saat sampai pun dia terkejut karena ibu nya mendadak sakit karena kaget semua fasilitas yang di berikan Sinta telah di tarik oleh orang orang suruhan Sinta.


Bu Ratih menangis histeris dan beberapa kali tidak sadarkan diri. Pak Rudi sibuk menenangkan istri nya. Dan Saat Iwan datang bu Ratih berteriak marah marah dan mengusir Iwan.


"Pergi kamu pergi jangan ke rumah ini lagi dasar tidak berguna !! Kenap kamu selingkuhin Sinta ? pergi dasar anak kurang ajar kamu membuat ku malu kamu membuat ku menderita !!" teriak Bu Ratih yang kemudian tidak sadarkan diri lagi.


Pak Rudi menyuruh Iwan pergi dan meminta Iwan menuruti Ibu nya agar ibunya bisa tenang dulu. Iwan pergi dengan perasan kesal, marah juga kecewa pada diri nya sendiri.


"Aahh Bodoh dasar bodoh kamu Iwan!!" Ucap Iwan sambil memukul kepala nya sendiri.


"Sial sial !! kenapa semua jadi seperti ini ?" Iwan mengumpat diri nya sendiri.


Dua jam kemudian Iwan sampai di depan rumah Nadia, iya perjalanan cukup lama karena Iwan hanya berjalan kaki, dia tidak punya uang sepeser pun untuk naik kendaraan umum.


Ketika hendak mengetuk rumah Nadia, secara kebetulan Nadia juga keluar dari rumah bersama seorang laki laki.


"Mas Iwan ada apa kamu kesini ? Kamu dekil dan lusuh sekali." ucap Nadia.


"Nadia aku ada masalah, Sinta mengetahui hubungan kita dia mengusir ku dan menarik semua yang dia berikan pada ku." jawab Iwan lirih.


"Jadi sekarang kamu kere mas ?" Tanya Nadia sambil tersenyum sinis.

__ADS_1


"Udah deh kamubpergi aja mas jangan disini dan jangan datang menemui ku lagi mulai sekarang kita tidak ada hubungan apapun. Aku sudah punya pacar baru." ucap Nadia sambil menarik lergi tangan laki laki yang bersamanya tadi.


"Sial !! jadi kamu hanya memanfaatkan aku saja Nad ! Awas kamu aku akan membalas nya ! " Teriak Iwan tapi tidak di hirau kan oleh Nadia.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.Happy reading..

__ADS_1


__ADS_2