Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 46


__ADS_3

Iwan dan Sinta telah sampai di pemakaman mereka mencari makam kecil yang tanah nya masih basah. Iwan berjongkok air mata nya kembali menetes dia mengusap nisan yang bertuliskan nama Fahmi. Iya Pak Naryo memberi nama Fahmi pada cucu nya yang baru saja di makam kan.


Sinta menabur bunga pada makam kecil itu. Kemudian mereka berdoa. Sesekali Iwan terlihat mengusap air mata nya.


"Tidur lah yang tenang nak, maaf kan ayah maaf karna ayah membuat mu seperti ini. Ayah benar benar menyesal nak, maaf kan ayah. "Iwan menangis sesenggukan.


Sinta mengusap punggung Iwan dan menenangkan Iwan. Sinta mengajak Iwan pulang dan ber istirahat.


Sudah tiga hari Rena belum juga sadarkan diri. Bu Susi dan Pak Naryo tetap setia menemani putri nya. Tangan Rena tiba tiba bergerak perlahan.Pelan pelan mata nya terbuka.


Pak Naryo dan Bu Susi yang melihat Rena sadar tersenyum lega. Pak Naryo segera memanggil Dokter dan perawat..


Dokter dan perawat masuk dan memeriksa keadaan Rena. "Bu Rena sudah melewati masa kritis nya tapi keadaan nya masih sangat lemah pak, bu." ucap dokter pada Pak Naryo dan Bu Susi.


"Pak, Ibu kalian disini ? Bu perut Rena.. Dimana bayi ku ? Dia baik baik saja kan bu ? dimana bayi ku?" ucap Rena yang menyadari perutnya tidak membuncit lagi.


"Bu Rena harus sabar ya bu , bayi ibu sudah meninggal, maaf kan kami yang tidak bisa menolong bayi ibu. Ibu harus yakin kalau Tuhan lebih menyayangi anak ibu." kata Dokter pada Rena.


"Ibu, bapak bayi Rena pak, bu. Maaf kan bunda nak yang tidak bisa menjaga mu." ucap Rena sambil menangis histeris.

__ADS_1


Pak Naryo dan Bu Susi memeluk Rena dan menenangkan Rena. Hati mereka hancur melihat penderitaan putri nya.


"Rena kamu harus sabar sayang, kita doakan saja bayi kamu agar dia bahagia di sisi Allah ya sayang." ucap Bu Susi sambil menangis.


Setelah beberapa saat Rena menjadi sedikit tenang. Dia menceritakan semua yang terjadi pada nya kepada bapak dan ibu nya. Mereka bertiga menangis merasakan sakit hati yang amat sangat karna ulah Iwan..


Keesokan hari nya Iwan ,Sinta, Bu Ratih dan pak Rudi datang ke Rumah Sakit untuk menjenguk Rena. Mereka masuk ke kamar rawat Rena.


Iwan yang melihat Rena sudah sadar kan diri merasa sangat bahagia. dia berlari mendekat ke arah Rena dan hendak memeluk nya.


"Sayang kamu sudah sadar ? aku bahagia sekali sayang, maaf kan aku maaf kan aku sayang." Ucap Iwan sambil akan memeluk Rena.


Iwan terdiam air mata nya menetes, ucapan Rena seperti pisau belati yang menyayat hati nya. Tapi Iwan sadar semua itu karna ulah nya.


"Kami juga akan senang hati mengurus perceraian mu dengan Iwan." Ucap Bu Ratih angkuh.


"Saya tunggu surat cerai itu Ibu Ratih yang terhormat." ucap Rena tegas.


"Dengar kalian semua, karna sifat sombong dan ke egoisan kalian aku telah kehilangan bayi ku. Dan aku tidak akan pernah memaafkan kalian semua. Dan Anda Pak Rudi dan Bu Ratih karna sifat sombong dan ke egoisan kalian tanpa kalian sadari sifat itu telah menghilangkan nyawa cucu anda." ucapan Rena begitu menusuk hati Pak Rudi.

__ADS_1


Iya karna pak Rudi dan Bu Ratih lah yang memaksa Iwan menikah dan menyuruh Iwan menceraikan Rena.


.


.


.


.


.


.


.


.


.Happy reading...

__ADS_1


__ADS_2