
Seharian Rena berada di kamar, Dia merenungi nasib nya kenapa seperti ini kenapa hidup nya penuh derita dan rasa sakit. Iwan tega meniduri dan membuat nya hamil. Dan setelah menikah pun bukan rasa bahagia yang dia dapat melainkan sikap Iwan yang berubah menjadi pemarah dan kasar.
Iwan mencoba masuk kamar dan mendekati Rena. "Masih tidak mau makan juga ? entah lah Rena kenapa sikap mu seperti anak kecil." ucap Iwan.
Rena hanya diam membiarkan Iwan berbicara seperti itu.
Sementara Sinta dia menelfon Iwan. Iwan yang mendengar hp nya berdering dan melihat nama Sinta di layar hp nya segera keluar kamar. "Sinta, kenapa dia menelfon ku ?" tanya Iwan dalam hati.
"Halo, Sinta ada apa ?" Iwan menjawab panggilan dari Sinta. "Ah iya halo Iwan, kamu sibuk ?"tanya Sinta. "Tidak, memangnya ada apa?" kata Iwan. "Eem.. aku merasa sangat bosan bisa kita keluar yah sekedar minum kopi ? untuk menghilangkan penat. eem itu pun jika Istri mu tidak cemburu." Sinta mulai merayu Iwan.
Iwan diam, dia berfikir sejenak. " Tidak ada salah nya aku keluar bersama Sinta , sekedar minum kopi untuk menghilangkan penat, aahh hari ini aku sungguh pusing Rena masih saja mendiamkan aku karna masalah tadi pagi."batin Iwan.
__ADS_1
"Halo,, Iwan kamu masih di situ ?"tanya Sinta. "Ah, iya Sinta, ayo kita pergi minum kopi. Aku akan menjemputmu di rumah ibu."jawab Iwan.
"Baik lah aku menunggu mu."kata Sinta. Sinta mengakhiri panggilan nya.
Iwan bersiap dan melajukan motor nya menuju rumah orang tua nya. Iwan sengaja tidak pamit pada Rena. Dia meninggalkan Rena begitu saja.
Rena mendengar hp nya berbunyi ada notifikasi pesan yang masuk. Ternyata dari Bu Susi, ibu Rena. " Rena bagaimana kabar mu nak ? bagaimana kandungan mu ? Ibu sudah tidak sabar menunggu cucu ibu lahir." isi pesan bu Susi.
" Rena sehat kok bu, kandungan Rena juga baik. Ibu dan bapak bagaimana ? jaga kesehatan ya bu." isi balasan pesan Rena.
"Maaf kan Rena bu, Rena berbohong sebenar nya Rena tidak baik baik saja, dan perut Rena sedikit kram karna jatuh tadi." Gumam Rena. Dia tidak ingin menceritakan keadaannya dan masalah rumah tangga nya karna tidak mau Bu Susi dan Pak Naryo kepikiran.
__ADS_1
Sementara Iwan dan Sinta sedang bersama dan menikmati kopi sambil bercerita dan sesekali mereka tertawa bersama. " Kenapa aku mulai merasa nyaman berada di dekat Sinta?" kata Iwan dalam hati.
"Iwan... kamu begitu tampan, senyum mu begitu manis. aah kamu begitu menggemaskan, tapi sayang kamu sudah punya istri tapi tak mengapa aku akan merebut mu dari Istri mu." Seru Sinta dalam hati.
Rena yang menyadari bahwa Iwan tidak di rumah mulai merasa resah. "Dimana mas Iwan ? Pergi kemana dia ? Apa dia bertemu Sinta ?" Rena bertanya dalam hati nya. " Ahh,, aku semakin penasaran apa yang sebenarnya terjadi. Apa yang sebenarnya di rencanakan mertua ku ?" Batin Rena.
Pukul 07 malam Iwan tiba di rumah, dia masuk kamar dan segera mandi. Setelah mandi Iwan menghampiri Rena yang duduk di tepi ranjang. " Maaf sayang tadi aku pergi bertemu teman kerjaku dan kami minum kopi bersama."Kata Iwan berbohong.
Rena tersenyum. "Oh, jadi kamu bertemu temanmu, mas. Maaf tadi aku sempat curiga kamu bertemu dengan Sinta." kata Rena dalam hati.
Happy Reading... !!!
__ADS_1
Kayak nya bakalan rumit nih guys masalah Rena dan Iwan... ikuti terus yaaa