
Pak Naryo dan Bu Susi telah sampai di rumah sakit. Bu Susi menghubungi Iwan bertanya di ruang mana Rena di rawat. Iwan memberi tahu pada Bu Susi bahwa Rena masih di ruang operasi. Pak Naryo dan Bu Susi bergegas menuju ruang operasi.
"Iwan Iwan.. bagaimana Rena ? kenapa terjadi seperti ini ?" tanya Pak Naryo.
"Ini semua salah Iwan pak, bu." Iwan menangis dan menceritakan semua yang dia lakukan kepada Rena termasuk tentang pernikahan nya dengan Sinta.
Pak Naryo dan Bu Susi merasa sangat kaget, kecewa dan marah pada Iwan. Mereka tidak menyangka Iwan akan setega itu pada putri mereka.
"Apa salah putri ku ? apa dia menyakiti mu ? apa dia kurang ajar pada mu ? kata kan apa kesalahan nya ? hingga kamu tega memperlakukan putri ku seperti itu." Bu Susi berkata sambil menangis.
"Tindakan mu sudah tindakan kriminal, aku akan melaporkan mu pada pihak yang berwajib. Dulu kamu memperkosa putri ku hingga dia hamil sekarang kamu melukai hati dan fisik nya !" Pak Naryo marah.
"Tidak pak, kita terima saja perlakuan Iwan pada putri kita, terlalu mudah jika dia hanya mendapat hukuman penjara. Kita tidak perlu melapor kan nya pada pihak yang berwenang, biar Allah yang akan membalas, Aku akan berdoa agar setiap rasa sakit yang di terima oleh putri ku mendapat balasan yang lebih menyakitkan."Bu Susi menangis hati nya sungguh sakit mengetahui penderitaan putri nya selama ini.
Dokter keluar dari ruang operasj, Iwan yang dari tadi hanya diam dan tertunduk segera berlari mendekati dokter dan bertanya tentang keadaan Rena.
"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin pak tapi maaf bayi bu Rena meninggal dan Bu Rena masih belum melewati masa kritis nya." Dokter menjawab pertanyaan Iwan.
__ADS_1
Pak Naryo dan Bu Susi menangis dan berpelukan, Iwan hanya terdiam air mata nya tak lagi mau menetes. Dia menyesali perbuatan nya yang telah membuat bayi nya tidak terselamatkan.
Pak Naryo segera mengurus untuk pemakaman cucu nya. Bayi mungil yang ternyata berjenis kelamin laki laki itu ada di gendongan Pak Naryo dan siap untuk di makam kan.
Pak Naryo memang sengaja tidak mengizinkan Iwan untuk ikut dalam proses pemakaman cucu nya karna hati Pak Naryo begitu sakit melihat cucu nya meninggal karna kesalahan ayah kandung nya.
Rena sudah di pindahkan ke ruang rawat tapi dia masih belum sadar kan diri. Bu Susi selalu setia menemani putri nya. Sesekali air mata Bu Susi menetes melihat putri nya yang begitu menyedihkan.
"Bangun lah nak, ini ibu. Ibu disini untuk mu. Maaf kan ibu nak, ibu tidak tahu jika selama ini hidupmu penuh penderitaan. Sadarlah sayang ibu menyayangi mu." Bu Susi menangis dan mencium tangan Rena.
"Bangun lah sayang, maaf kan aku." ucap Iwan lirih sambil mengusap air matanya.
Sinta mengusap punggung Iwan , dia ikut sedih karna semua ini terjadi juga karna kesalahan nya.
"Aku ingin melihat makam anak ku." Ucap Iwan pada Sinta sambil berjalan ke parkiran mengambil mobil dan akan menuju pemakaman.
"Aku ikut dengan mu mas." Sinta mengikuti Iwan dan mereka berangkat bersama ke pemakaman.
__ADS_1
Air mata Iwan terus menetes dadanya begitu.sesak. Sepanjang perjalanan hanya ada tangisan tidak ada percakapan apapun diantara Iwan dan Sinta.
.
.
...
.
.
.
.
.Happy Reading...
__ADS_1