Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 10


__ADS_3

Sebulan kemudian Rena merasa tidak enak badan. Merasa cepat lelah, pusing dan mual. Suhu badannya juga sering panas. " Ada apa dengan ku ? kenapa rasanya aneh sekali." gumam Rena. Sore itu Rena merasa ingin makan sesuatu perutnya terasa lapar tapi saat mencium bau makanan perutnya terasa mual. "Huueekk,, huuekk.. Rena memuntahkan isi perutnya. "Kenapa aku ini ?" batin Rena.. " Apa aku hamil ? tunggu tanggal berapa sekarang ? aahh aku sudah terlambat datang bulan." gumam Rena.


Rena mengambil hp nya kemudian menghubungi Iwan. " Tut.. tut.. tuut.. panggilan terhubung. "Halo sayang !" terdengar suara Iwan di sana. "Ada apa Dik ?" tanya Iwan. "Bisa kamu datang ke rumah? akhir akhir ini aku merasa tidak enak badan. eemm dan bisa tolong kamu belikan aku alat tes kehamilan? aku butuh itu sekarang." jawab Rena dan langsung mematikan panggilannya tanpa menunggu jawaban dari Iwan.

__ADS_1


Iwan tersenyum tampan, dalam hatinya bahagia dan berharap Rena hamil anaknya agar orang tuanya mau merestui hubungannya dengan Rena. Iwan segera bersiap dan berangkat menuju rumah Rena tak lupa dia mampir ke apotik membeli alat tes kehamilan. Beberapa menit kemudian Iwan sampai di rumah Rena. Rena sudah menunggu Iwan di ruang tamu dan wajahnya pucat tampak lesu. "Assalamualaikum sayang !" ucap Iwan. " Waalaikum salam."


jawab Rena. "Kamu sakit sayang wajahmu pucat ?" tanya Iwan sambil menyentuh kening Rena. "Entahlah aku merasa tidak enak badan dan setiap kali aku makan aku selalu muntah." jawab Rena.

__ADS_1


Rena keluar dari kamar mandi dan melempar alat itu ke arah Iwan. Iwan mengambilnya dan bertanya "Ada dua garis merah, apa artinya sayang?" Rena menjawab jika dirinya hamil. Iwan tersenyum tampan dan mencium bibir Rena yang manyun karna kesal dan marah. "Kamu hamil sayang, aahh aku sangat senang dan bahagia." kata Iwan.


Iwan berjongkok dan mengelus perut rata Rena. " Sehat sehat di perut bunda ya nak, kita yakinkan nenek dan kakek sama sama ya sayang." ucap Iwan sambil tersenyum. Rena sedikit tersenyum melihat Iwan bahagia. Tapi senyumnya seolah sirna saat membayangkan masalah yang akan timbul karna kehamilannya. "Bagaimana aku memberi tahu bapak dan ibu ? mereka pasti kecewa padaku.. Apa yang harus aku lakukan." batin Rena. Melihat Rena melamun Iwan tersenyum dan mencium bibir Rena. "Apa yang kamu pikirkan sayang." tanya Iwan. Rena hanya diam. Iwan kembali mencium bibir Rena dan memperdalam ciumannya. Kali ini Rena mengimbanginya tanpa dia sadari dia melenguh yang membuat Iwan semakin bernafsu. Tanpa sadar pakaian mereka telah lepas. Rena tersadar dan mendorong tubuh Iwan menjauh darinya. "Jangan mas, jangan. Tolong jangan lakukan lagi." kata Rena.Iwan tak peduli dan terus melakukan aksinya. Rena kembali mendorong tubuh Iwan. karna merasa mendapat penolakan Iwan terlihat marah dan kesal. " Diam dan menurut atau aku akan berbuat kasar lagi. Jangan menolak ku Rena toh di dalam perutmu sudah ada anakku." kata Iwan dengan mata melotot. "Benar kah ini mengapa Iwan seperti dua orang yang berbeda. kadang lembut kadang sangat kasar dan menakutkan." Batin Rena.

__ADS_1


Happy reading...


__ADS_2