Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 44


__ADS_3

Iwan masih duduk di lantai air mata masih menetes di pipi nya dia benar benar menyesali perbuatan nya pada Rena. Hp Iwan berdering ada panggilan dari Sinta. Iwan enggan menjawab. Tapi Sinta terus menghubungi Iwan.


"Halo.." jawab Iwan lesu.


"Halo mas, kamu dimana sih? kenapa belum pulang juga ? Kamu pilih perempuan itu atau aku ?" Ucap Sinta dengan nada kesal.


"Aku di Rumah Sakit XXX sekarang." Jawab Iwan dengan suara parau karna menahan tangis nya.


" Apa? di Rumah Sakit ? kamu kenapa mas ? kamu sakit ?" Tanya Sinta panik takut Iwan kenapa kenapa.


"Tidak, aku tidak sakit. Tapi Rena dia mengalami pendarahan hebat dan tidak sadar kan diri. Dan itu semua karna ulah ku." Iwan terisak mengingat apa yang sudah di lakukan nya pada Rena.


Sinta kaget mendengar jawaban Iwan. Dia tidak menyangka jika semua akan seburuk ini. Sinta yang hanya ingin memisah kan Iwan dengan Rena malah merasa bersalah karna nyawa Rena dan bayi nya terancam karna masalah ini.


"Kenapa Rena bisa pendarahan mas ?" Tanya Sinta dengan suara lemah.


Iwan menceritakan apa yang dia lakukan pada Rena hingga Rena pendarahan dan tidak sadarkan diri.


Sinta mengatakan akan menyusul Iwan ke Rumah Sakit dan akan memberitahu Pak Rudi dan Bu Ratih.

__ADS_1


Dokter keluar dari ruang UGD dan memberi tahu Iwan jika Rena kritis dan harus segera melakukan operasi untuk mengeluarkan janin nya. Iwan menyetujui dan meminta dokter melakukan yang terbaik untuk Rena.


Rena telah di bawa ke ruang operasi, Iwan menunggu di depan ruang operasi, dia duduk di kursi tunggu pandangan nya kosong. Dia melamun teringat masa masa yang dia lalui dengan Rena. Tanpa terasa air mata nya menetes lagi.


" Jangan tinggalkan aku sayang, kamu harus kuat Rena ku. Maaf kan aku." Ucap Iwan lirih. Dia tertunduk sambil menjambak rambut nya sendiri.


Sinta telah sampai.di Rumah Sakit bersama Pak Rudi dan Bu.Ratih. Sinta menelfon Iwan dan menanyakan di mana ruangan Rena di rawat. Iwan memberi tahu jika dirinya ada di depan ruang operasi dan Rena harus menjalani operasi.


Sinta telah sampai di depan ruang operasi, dia melihat Iwan yang nampak begitu sedih dan berantakan. Pak Rudi dan Bu Ratih duduk di sebelah Iwan. Pak Rudi merasa iba pada putra nya yang nampak begitu sedih.


"Apa yang sebenarnya terjadi Iwan ?" tanya pak Rudi sambil mengelus punggung Iwan. Iwan menceritakan apa yang sudah dia lakukan pada Rena.


"Sinta yang memberi tahu pak, Sinta yang sengaja ingin Rena tahu tentang hubungan Sinta dan mas Iwan. Tapi sungguh Sinta tidak menyangka jika kejadian nya akan seperti ini." Sinta menunduk mengakui kesalahannya dia meneteskan air matanya.


"Apa ? jadi kamu yang memberi tahu Rena ? kenapa Sinta kenapa kamu tega ?" Iwan marah pada Sinta.


"Maaf mas, itu semua aku lakukan karna aku mencintai mu dan aku ingin kamu segera menceraikan Rena." Sinta makin terisak.


"Sudah sudah kenapa kalian bertengkar, anggap saja ini kecelakaan, jika perempuan itu dan bayi nya tidak selamat kan bagus untuk kalian." Ucap bu Ratih.

__ADS_1


"Tutup mulut mu bu ! apa yang kamu katakan bayi itu juga cucu kita." Pak Rudi marah pada istri nya.


Pak Rudi berjalan menjauh meninggalkan Iwan, Sinta dan Bu Ratih. Perlahan Pak Rudi berjalan menuju taman Rumah Sakit. " Kenapa putera ku bisa sekasar itu pada perempuan ? Apa mungkin dia terlalu tertekan karna kami memaksanya bercerai dan menikahi Sinta ?" batin pak Rudi. Pak Rudi memang sangat menyayangkan tindakan Iwan yang kasar dan main tangan pada Rena.


.


.


.


.


.


.


.


.Happy reading...

__ADS_1


__ADS_2