
Satu minggu sudah Rena di Rumah Sakit. Dan hari ini dia sudah di per boleh kan pulang. Pak Naryo dan Bu Susi sengaja tidak memberi tahu Iwan jika Rena hari ini pulang.
Pak Naryo sedang ke bagian administrasi untuk membayar biaya Rumah Sakit Rena tapi ternyata semua tagihan sudah di bayar dan yang membayar adalah Sinta.
Pak Naryo memberi tahu Rena jika biaya Rumah Sakit telah di bayar Sinta. Rena terkejut. "Sinta kenapa dia membayar biaya pengobatanku?" tanya Rena dalam hati.
Setelah selesai mengemasi barang barang Rena, Mereka bertiga pulang ke rumah orang tua Rena. Di tengah perjalanan Rena ingin kembali ke kontrakan nya untuk mengambil semua barang barang nya tapi Bu Susi melarangnya.
"Tidak perlu Rena, semua barang barang mu sudah di ambil oleh Toni. Jadi kita langsung pulang saja." ucap Bu Susi.
"Benar kah bu ? Baik lah kita langsung pulang saja."ucap Rena sambil tersenyum. Mereka menaiki angkot untuk sampai ke Rumah butuh waktu 1 jam. Saat angkot berhenti hendak menurunkan penumpang, Rena tanpa sengaja melihat Iwan dan Sinta yang turun dari mobil dan masuk ke rumah makan.
Mereka tampak bahagia. "Jadi di depan ku kamu hanya pura pura bersedih dan menangis mas ? Sungguh kamu pemain drama yang hebat. Semoga kalian terus bahagia." ucap Rena dalam hati.
"Kuat kan aku ya Allah menerima setiap perlakuan dan pengkhianatan Iwan pada ku, Ikhlaskan hati ku juga ya Allah untuk merelakan anak ku pergi." Rena meneteskan air mata nya mengingat anak nya.
"Rena, jangan bersedih nak, kamu harus kuat bapak dan ibu selalu ada di samping mu. Dan yakin lah nak suatu saat nanti kamu akan menemukan kebahagiaan mu." Pak Naryo berkata sambil mengelus kepala Rena.
__ADS_1
"Iya pak, terima kasih bapak dan Ibu selalu menyayangi Rena."Ucap Rena sambil tersenyum.
"Dan ingat Rena jangan pernah menyembunyikan masalah mu dari bapak dan ibu, apapun keadaan mu, kamu harus cerita dan jujur pada bapak dan ibu tidak seperti kemarin kamu menutupi perlakuan kurang ajar Iwan." Bu Susi mengingat kan Rena.
"Iya bu, pak Rena minta maaf." jawab Rena sambil menundukkan kepala nya. Bu Susi tersenyum dan mengusap punggung Rena.
"Anak ibu, kemarilah."Bu Susi menarik Rena dalam pelukan nya. Sebenarnya hati Bu Susi hancur melihat penderitaan putri nya tapi dia harus tetap tersenyum dan harus selalu menguat kan Rena.
Tanpa terasa meraka telah sampai di rumah mereka. Rena tersenyum dia merindukan suasana rumah itu, rumah tempat nya di besarkan dan berkumpul bersama keluarga.
Toni menyambut kedatangan mereka dan membantu membawa barang barang Rena dari Rumah Sakit. Rena tersenyum pada Toni.
"Sudah sudah ayo masuk, biar kan mbak mu istirahat dulu." Bu Susi menarik Rena masuk agar lolos dari ulah jahil Toni.
Pak Naryo hanya menggeleng geleng kan kepala melihat Toni yang menggoda Rena. "Setidak nya Rena bisa tersenyum karna sifat usil Toni." Batin Pak Naryo.
Bu Susi membawa Rena masuk ke kamar Rena dulu. "Bersih dan rapi sekali kamar ku bu ? wangi juga." ucap Rena pada Bu Susi.
__ADS_1
"Ya iya lah. siapa dulu yang beresin ? Toni gitu loh." Ucap Toni sambil nyelonong masuk ke kamar Rena.
Rena tertawa melihat ulah konyol Toni. Iya Rena menjadi sedikit terhibur karna kelakuan adiknya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.Happy Reading..