
Rena.. Dia telah sampai di rumah orang tuanya di kampung. Sebelumnya dia sudah memberi tahu orang tuanya bahwa kepulangan nya karena dia akan di lamar oleh anak Bu Sarah.
Sore itu Rena bersama orang tuanya sedang duduk di ruang tamu. Mereka berbincang sambil minum teh. Bu Susi dari tadi menatap putri kesayangan nya sambil tersenyum. Rena yang menyadari nya segera memeluk ibu nya.
"Ibu kenapa menatapku seperti itu ?" tanya Rena manja. "Nak, baru dua bulan ibu tidak melihat mu, tapi kamu terlihat makin cantik saja terlihat anggun dengan hijab yang selalu melekat di kepala mu. Dan sebentar lagi kamu akan di pinang seorang pria yang semoga bisa membimbing dan menuntunmu menjadi bidadari syurga kelak." ucap Bu Susi sambil tersenyum.
"Aamiin bu." ucap Rena. "Bu entahlah pernikahan seperti apa yang akan Rena jalani. Pernikahan tanpa cinta dan Mas Adi dia menikahi ku hanya karena ingin membahagiakan ibu nya, sementara aku, aku bersedia karena juga ingin membalas budi baik Bu Sarah. Maafkan Rena bu, Rena tidak bisa menceritakan ini semua. Sudah terlalu banyak beban pikiran ibu karena penderitaan Rena dulu. Do'a kan saja Rena bu. Jika memang Mas Adi adalah yang terbaik, semoga Allah membuat nya jatuh cinta pada Rena dengan cara yang indah." Batin Rena.
Sementara Rena yang sedang bercengkerama hangat bersama keluarga nya, sedangkan Iwan dia kebingungan kesana kemari mencoba mendatangi teman teman nya untuk meminta bantuan. Tapi tidak ada yang bisa membantu semua sibuk dengan urusan nya masing masing.
"Sial !! kenapa hidup ku kacau seperti ini. Sinta dia begitu tega kepada ku. Jika aku tahu akhirnya akan seperti ini, mungkin aku akan lebih memilih kehidupan ku yang dulu, hidup bersama Rena." Iwan berbicara pada diri nya sendiri.
"Rena,, Rena di mana dia sekarang ? Terakhir aku melihat nya saat resepsi pernikahan ku dengan Sinta. Apa kabar dia sekarang ? Entah kenapa tiba tiba aku mengingat nya dan ingin bertemu dengan nya." Ucap Iwan.
Sinta sudah boleh pulang dari rumah sakit namun dia tidak mau pulang ke rumah nya, dia memilih pulang ke rumah orang tua nya.
__ADS_1
Pak Hasan dan Bu Nani ya mereka lah orang tua Sinta yang sekarang menemani dan menjaga Sinta.
Sinta dia duduk di kursi rodanya di teras belakang rumah orang tuanya. Pandangan nya kosong, bibirnya tertutup rapat tapi air mata menetes dari sudut matanya.
"Seperti ini rasanya di khianati oleh suami yang aku cintai. Sakit sekali, lalu bagaimana dengan Rena yang sengaja aku jahati dengan melihatku tidur dengan suaminya dulu. Pasti hatinya bagai terkoyak, pasti dia hancur apalagi dia sampai kehilangan bayi nya. Rena aku menyesal telah menyakiti mu, sekarang aku tahu rasanya. Rena aku ingin bertemu denganmu aku ingin minta maaf pada mu. Tapi dimana kamu sekarang ?" Air mata Sinta semakin deras menetes.
"Nak, jangan seperti ini terus. Ingat kamu sedang hamil kamu tidak boleh banyak pikiran." Ucap Bu Nani menenangkan anak nya.
"Bu, Sinta ingin bertemu Rena, Sinta ingin meminta maaf pada Rena. Sinta merasa sangat bersalah pada Rena dan sekarang Sinta mendapat karma dari perbuatan Sinta bu." Ucap Sinta sambil menangis di pelukan ibu nya.
"Rena, aku pun ingin meminta maaf pada mu nak karena putri ku yang sudah membuat mu menderita. Rena dia masih muda lebih muda dari Sinta tapi dia begitu dewasa dan tegar. Semoga Sinta bisa sepertimu, kuat dan tegar agar dia bisa bertahan demi anak dalam kandungan nya." Gumam Bu Nani dalam hati.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.Happy Reading