
Setelah sholat magrib bersama, Rena sedang menyiapkan makan malam di dapur. Sementara bu Sarah langsung masuk ke kamar nya dan Adi dia sedang mengaji.
Setelah semua siap Rena memanggil Bu Sarah dan Adi untuk makan malam. Mereka bertiga makan bersama.Tapi malam ini suasana terasa dingin. Karena Bu Sarah yang terus diam. Selesai makan, Rena membereskan meja makan dan mencuci peralatan makan yang kotor.
Bu Sarah langsung masuk kamar sementara Adi, dia menuju ke kamar tamu. Dia sengaja ingin menyendiri dulu. Di kamar tamu Adi menangis mengenang almarhumah istri nya.
"Maafkan aku sayang, bukan aku tidak ikhlas dengan kepergian mu.. Tapi aku hanya tidak bisa mencintai perempuan lain lagi. kamu lah pemilik hatiku. " Adi menangis sambil melihat foto Almarhum istrinya yang ada di ponselnya.
"Apa yang harus aku lakukan Ya Allah ? Ibu ku ingin aku menikahi Rena, Tapi aku takut menyakiti nya karena aku tidak bisa mencintai nya. Dan jika aku tidak mau menikahi Rena aku pasti akan membuat ibuku kecewa dan aku tidak mau menyakiti hati ibu ku. Ya Allah tolong aku." Adi masih terisak.
"Baik lah sebaiknya aku akan bicarakan ini dengan Rena dan juga Ibu setelah sholat isya' nanti." Adi tidak betah lama lama di diamkan oleh ibu nya. Karena dia sangat menyayangi ibu nya.
"Sayang, maafkan aku jika aku harus menikahi Rena. Bukan berarti aku melupakan mu tapi itu semua aku lakukan hanya demi ibu. Kamu bisa mengerti kan sayang ?Maafkan aku ya.." Ucap Adi sambil meraba foto istrinya yang ada di ponselnya.
Suara adzan isya' terdengar, Adi segera mengambil wudhu dan keluar kamar sudah ada Bu Sarah di mushola keluarga tetapi Rena belum keluar kamar.
__ADS_1
"Bu, Rena belum keluar kamar ?" Tanya Adi pada ibu nya.
" Sepertinya belum, sebentar ibu panggil dulu." ucap Bu Sarah tanpa melihat Adi.
"Sepertinya ibu benar benar marah padaku. Aku tidak bisa menyakiti mu ibu. Iya aku akan menurutimu tapi tolong bersabar lah sebentar sampai aku siap." Batin Adi.
Rena dan Bu Sarah telah sampai di mushola mereka segera melaksanakan sholat isya'. Setelah selesai sholat, Adi ingin berbicara dengan Rena dan Bu Sarah di ruang keluarga. Mereka bertiga sudah berkumpul di ruang keluarga. Namun belum ada yang bicara mereka masih saling diam.
"Ada apa ini ? Apa aku melakukan kesalahan ? Kenapa ini Ya Allah ?" Rena terlihat gelisah.
Setelah cukup lama diam, Adi menghembuskan nafas nya perlahan.dia melihat ibu nya yang masih saja mendiami nya.
"Adi, ibu tidak meminta yang berlebihan kan? Ibu hanya ingin melihat mu bahagia nak. Yaitu memiliki istri dan keluarga yang bahagia. Hanya itu yang ibu mau. Salah kah ibu jika meminta mu menikahi wanita pilihan ibu ? Ibu sangat menyayangimu juga sangat menyayangi Rena dia perempuan baik." Ucap Bu Sarah yang mulai meneteskan air mata nya.
Rena yang cukup terkejut dengan apa yang dia dengar hanya bisa diam. Dia tidak menyangka jika Bu Sarah akan menjodohkan nya dengan putra nya. Rena merasa tidak pantas. Dia hanya perempuan desa, janda dan sekolah saja tidak lulus bagaimana mungkin dia bersanding dengan seorang dokter muda yang tampan dan berwibawa seperti dokter Adi.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.Happy Reading...