Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 42


__ADS_3

Rena hampir terjatuh dan berpegangan pintu, Iwan ingin menolong Rena tapi sekali lagi Rena menolak.


"Jangan sentuh aku, kamu menjijik kan Iwan."Ucap Rena sambil terus menangis.


"Siapa wanita itu ? Jelaskan siapa wanita itu?" tanya Rena masih terus sambil menangis.


"Dan kamu.. Apakah kamu tidak tahu jika Iwan telah ber istri ? Aku ini istrinya ? Siapa kamu tega nya kamu merusak rumah tangga ku." Tanya Rena pada Sinta.


Rena mendekat pada Sinta berjalan sempoyongan ke arah Sinta. "Tidak perlu kamu tutupi tubuh mu." ucap Rena yang akan menarik selimut Sinta.


"Rena , sayang, tenang lah aku bisa menjelaskan semuanya. Tolong jangan salah kan Sinta ini salahku sayang." ucap Iwan pada Rena.


"Iya coba jelaskan. Siapa perempuan ini?" ucap Rena tanpa melihat ke arah Iwan.


"Iya aku akan jelaskan sayang, tapi kamu tenang dulu ya kita bicara baik baik." Ucap Iwan sambil akan menyentuh Rena dan mengajak nya duduk.


"Jangan sentuh aku Iwan aku jijik pada mu. cepat jelaskan semuanya padaku !!" teriak Rena..

__ADS_1


"Maaf Rena, Aku Sinta istri mas Iwan. Kami menikah sekitar 10 hari yang lalu."ucap Sinta dengan nada datar. Dia seperti tidak punya salah sedikit pun pada Rena.


Bagai di sambar petir Rena kaget setengah mati. Air mata Rena semakin deras menetes. Rena sungguh tidak kuat. Rena mencoba menguatkan langkah nya dia keluar dan bergegas pergi dari rumah itu.


"Rena, sayang kamu mau kemana tunggu aku sayang." Iwan mencoba meraih tangan Rena dan lagi lagi Rena menepis tangan Iwan.


Rena segera berlalu pergi dan beruntung ada tukang ojek yang lewat Rena segera naik dan meminta tukang ojek itu mengantar kan nya ke kontrakan nya.


Sepanjang perjalanan Rena terus menangis hati nya sungguh sakit bukan lagi sakit tapi hati nya telah hancur. Dia tidak menyangka jika Iwan akan sejahat itu pada nya.


Sementara Iwan segera mengenakan pakaian nya dan akan mengejar Rena. Iwan tidak lagi peduli dengan Sinta yang mengajak nya bicara. Pikiran Iwan hanya pada Rena.


Iwan berlari menuju mobil dan segera mengejar Rena. Iwan menjambak rambut nya kasar dia memukul mukul kepalanya sendiri.


"Renaaa.... maafkan aku sayang... maaf aku bodoh aku melukai mu..." teriak Iwan sambil menangis. Dia merasa bersalah pada Rena karna telah menyakiti dan mengkhianati Rena. Iwan juga merasa sangat menyesal..


Rena yang telah sampai di kontrakannya langsung masuk dan menangis meraung raung. Rena tak kuasa menahan sakit dalam hatinya.

__ADS_1


"Bapak ibuu kenapa hidup Rena seperti ini ?? teriak Rena sambil terus menamgis. "Kenapa kenapa suamiku begitu jahat ? Apa salah ku ? Tak layak kah aku bahagia ?" Rena terus menangis histeris. Dia terus memukul kepala dan dada nya sendiri.


Iwan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh dia mengabaikan panggilan telfon dari Sinta, baginya yang lebih penting saat ini adalah Rena.


" Rena tunggu aku sayang, jangan tinggalkan aku." ucap Iwan. Sungguh penyesalan itu tidak ada artinya semua telah terjadi. Rena wanita yang sangat mencintai Iwan kini hatinya telah hancur karna ulah Iwan sendiri.


Rena terdiam dan duduk di tepi ranjang air matanya terus menetes. Tangannya perlahan mengelus perut buncit nya. " Maafkan bunda ya nak, seperti nya bunda tidak bisa lagi hidup bersama ayah mu." ucap Rena.


Rena sungguh tidak sanggup lagi dengan semua ini. Rasa sakit di hati nya tidak akan pernah bisa sembuh.


.


.


.


.

__ADS_1


.Happy Reading...


__ADS_2