Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 39.


__ADS_3

Malam hari nya Rena dan Iwan sedang berada di kamar mereka bercerita dan bercanda bersama. Sesekali mereka tertawa saat Iwan menirukan suara anak kecil dan mengajak bicara bayi dalam kandungan Rena.


"Lihat sayang, anak kita bergerak dia merespon ku sayang."ucap Iwan bahagia.


"Iya mas," jawab Sinta sambil tersenyum memandang perutnya.


"Apa itu sakit sayang ? kamu baik baik saja ?" Tanya Iwan pada Rena. Rena hanya menggeleng dan tersenyum.


Terdengar suara hp Iwan berdering ada panggilan masuk. Iwan segera meraih ponsel nya dan berjalan keluar. Ya panggilan dari Sinta. "Sinta, ada apa dia menelfon ku ?" tanya Iwan dalam hati.


Rena merasa ada yang aneh dengan sikap Iwan. "Kenapa mas, kenapa kamu selalu saja menghindar dari ku saat ada telfon ? Siapa sebenarnya yang menelfonmu sampai kamu tidak ingin aku mendengarnya?" tanya Rena dalam hati.


Iwan berjalan ke teras belakang dan segera menjawab panggilan dari Sinta. " Iya Sinta ada apa ?" Suara Iwan setengah berbisik.


"Mas, kenapa bisik bisik ? aku tidak bisa tidur aku merindukan mu. kenapa kamu melupakan aku saat kamu bersama Rena. Aku benci seperti ini." Sinta merasa kesal.


"Aku baru saja akan menelfon mu saat Rena sudah tertidur, maafkan aku. Sekarang tidurlah sayang besok pagi tunggu aku." jawab Iwan.

__ADS_1


"Baik lah, aku mencintaimu mas. Aku tidur dulu."Sinta kemudian mematikan telfon nya.


"Siap kan dirimu dan hati mu Rena, aku akan mulai permainan ku selanjutnya nya. Nikmati saat saat terakhir mu dengan Iwan. Karna Iwan akan menjadi milik ku sepenuh nya." Sinta tersenyum jahat.


Iwan kembali ke kamar tapi dia tidak mendapati Rena di kamar. Dia mencari Rena ke ruang tamu, ke kamar tamu, ke kamar mandi tapi tidak ada .


"Dimana Rena ?" Tanya Iwan pada dirinya sendiri.


Saat Iwan hendak berbalik dia terkejut karna Rena ada di belakang nya.


."Sayang dari mana kamu? aku mencarimu." Iwan bertanya pada Rena.


"Da dapur ? Tapi aku tidak melihat mu tadi ? Aku dari teras belakang dan tidak melihat mu di dapur." Iwan sedikit terkejut dia takut Rena mendengar percakapan nya dengan Sinta di telfon.


"Tentu saja kamu tidak melihat ku mas, karna kamu begitu serius dengan hp mu ? Dan siapa yang bicara dengan mu sampai kamu bicara bisik bisik ? aku sampai tidak mendengarnya." Rena menatap Iwan penuh selidik.


"Ah tidak sayang siapa yang berbisik, itu hanya teman kerja ku. Sudah ayo kita tidur. Aku merindukan mu."Iwan mencoba mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Rena diam dan menuruti Iwan untuk masuk kedalam kamar. Iwan menuntun Rena untuk naik ke ranjang, dia mendekat mencium bibir Rena. Semakin lama ciuman itu semakin panas dan Iwan yang seperti terhipnotis oleh tubuh mungil Rena, dia menciumi setiap inci tubuh Rena melepas semua pakaian Rena. Dan terjadilah pergulatan panas antara keduanya.


Terdengar suara desahan desahan kenikmatan dari keduanya. mereka melakukan nya ber kali kali hingga Iwan merasa sangat puas.


"Kenapa aku jauh lebih puas saat bermain dengan Rena ketimbang dengan Sinta ?" Iwan tersenyum sambil mengangkat tubuh Rena menuju kamar mandi..


Iwan membantu membersihkan tubuh Rena lalu dia membersihkan tubuh nya sendiri dan setelah selesai meraka kembali ke kamar dan tidur. Iwan memeluk Rena. dan mengusap Kepala Rena. "Tidur lah sayangku, maaf kan aku yang telah mengkhianati mu." Iwan meneteskan air mata nya hatinya sangat sakit melihat Rena.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.Happy Reading...


jangan lupa like , comment dan vote yaaahhhh


__ADS_2