Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 70


__ADS_3

Rena dan Adi, mereka duduk bersama di teras belakang rumah Bu Sarah. Tak lupa Rena juga menyiapkan teh hangat untuk menemani mereka yang akan berbicara. Setelah cukup lama saling diam, Adi mengangkat cangkir dan meminum teh nya.


"Teh buatan Rena begitu nikmat." gumam Adi dalam hati.


Adi meletak kan kembali cangkir teh nya. Lalu dia berdiri dan berjalan perlahan. Dia menatap langit yang bertabur bintang bintang. Membuat malam semakin indah dengan tiupan angin yang menyejukkan hati.


"Rena.. " Adi memanggil Rena dengan suara begitu lembut. Ya tutur kata Adi memang sangat lembut. Dengan wajah yang selalu di hiasi senyuman.


"Iya mas, Ada apa ?" Jawab Rena dengan sedikit gugup. Karena dari tadi Rena tanpa sengaja menatap wajah tampan Adi.


"Maaf jika ibuku memaksa kamu untuk menikah dengan ku. Rena jujur aku memang tidak mencintai mu aku bersedia menikahi mu hanya untuk menyenangkan hati ibuku." Dokter Adi berjalan dan duduk di kursi samping Rena.


"Aku memang tidak bisa mencintai wanita lain selain almarhumah isteri ku. Sebenarnya aku.. " ucapan dokter Adi terhenti. Rena menjadi semakin bingung.


"Sebenarnya apa mas ?" tanya Rena yang bingung karna ucapan Adi terhenti.


"Sebenarnya aku takut menyakiti mu karna aku tidak tahu bisa membuka hati untuk perempuan lain." ucap Dokter Adi.

__ADS_1


"Mas, tidak usah terlalu kamu pikirkan.. Kalau mas tidak bisa menikahi aku jangan di paksakan. Aku juga tidak mau mas tersakiti karena terpaksa menikahi ku." ucap Rena sambil tersenyum.


"Biar nanti Rena yang bicara sama Bu Sarah, Rena yakin kok mas Bu Sarah pasti bisa mengerti." Imbuh nya lagi.


"Tidak Rena aku akan tetap menikahimu, Aku tidak ingin ibuku kecewa. Aku sangat menyayangi ibu ku. Tapi sebelum nya aku minta maaf jika aku menyakiti mu dengan kata kata ku barusan. Tentang kejujuranku yang belum bisa melupakan isteri ku." Ucap Dokter Adi.


Rena terdiam dia memejam kan mata nya sesaat. "Entah pernikahan seperti apa yang akan aku jalani. Pernikahan tanpa cinta. Ya Allah jika memang ini baik bagi hamba maka jatuh cinta kan lah kami dengan cara yang indah." gumam Rena dalam hati.


Rena pamit masuk ke dalam. Dia ingin beristirahat karena besok pagi pagi Rena harus pulang ke rumah orang tuanya karena lusa Bu Sarah dan Adi akan datang untuk melamar nya.


Adi dia masih berada di luar. Dia mengingat semua kenangan bersama almarhumah istrinya. Air mata nya menetes. "Aku rindu kamu sayang, maaf kan aku Rita jika aku harus menikah lagi. Ini semua demi ibu sayang." Ucap Dokter Adi lirih.


Adi memejam kan mata nya sambil membayangkan saat Rita dulu ada disisi nya. Wanita yang cantik, lemah lembut dan penuh kasih sayang.


Adi merasakan ada sesuatu yang melingkar di perutnya. Iya seperti sebuah pelukan . lalu terdengar suara. "Mas, aku sudah bahagia bersama anak kita di syurga. Kamu jangan menangisi ku lagi ya sayang. Kamu harus bahagia. Aku mencintai mu." Suara itu terdengar begitu jelas di telinga Adi.


Adi segera tersadar dia mencari suara itu.

__ADS_1


"Ah itu hanya halusinasi ku saja. Mungkin karena aku terlalu merindukan dan memikirkan Rita. Aku juga mencintai mu sayangku." ucap Adi lirih.


.


.


.


.


.


.


.


.Happy reading..

__ADS_1


__ADS_2