Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 75


__ADS_3

Acara resepsi pernikahan Adi dan Rena telah selesai. Para tamu undangan dan keluarga pun juga sudah pulang. Pak Naryo, Bu Susi dan Toni masih ada di rumah Bu Sarah. Mereka akan pulang keesokan hari nya.


Adi dan Rena sudah berada di kamar pengantin yang telah di hias begitu indah. Adi dia melepas jaz nya dan segera masuk ke kamar mandi membersihkan tubuh nya yang terasa lengket karena berkeringat.


Rena dia melepas gaun nya dan hijab nya dan mengganti dengan pakaian rumahan namun masih memakai hijab juga. Rena menghapus make up nya di depan meja rias. Adi keluar dari kamar mandi. Rena segera bangit dari duduk nya dan bergegas menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya.


"Terima kasih Rena, aku ganti baju dulu." ucap Adi sambil masuk ke kamrvmandi untuk memakai baju nya.


Rena mengangguk dan tersenyum. Setelah Adi keluar dari ka kamar mandi, Rena segera membawa pakaian ganti nya dan masuk ke kamar mandi untuk mandi.


"Rena, aku tunggu kamu kita sholat ashar bersama." Ucap Adi.


"Iya mas." jawab Rena yang kemudian menutup pintu kamr mandi.


Setelah mandi, Mereka sholat ashar bersama. Selesai sholat Rena mencium tangan Adi. Adi tersenyum, kemudian mereka berdo'a.


"Ya Allah.. Kuat kan lah hati ku untuk menjalani pernikahan tanpa cinta ini, semoga Mas Adi pelan pelan mau membuka hati nya untukku." Rena berdoa dalam hati.


"Ya Allah.. Jika Rena memang yang terbaik untuk ku maka jatuh cinta kan lah kami dengan cara yang indah. Ampuni Hamba Ya Allah jika belum bisa mencintai Rena." Do'a Adi dalam hati.


Selesai sholat Rena melipat mukena nya. Sementara Adi, dia keluar kamar untuk berkumpul bersama Pak Naryo, Bu Susi dan Bu Sarah.


"Dimana Rena, nak ?" Tanya Bu Sarah pada Adi.

__ADS_1


"Rena di kamar bu, sepertinya dua lelah sekali Adi menyuruh nya istirahat." jawab Adi.


"Eemm.. pengantin baru, iya deh biar istirahat Rena nya. Ntar malam siap siap di lembur tuh biar ibu cepet punya cucu, ya kan Bu Susi, Pak Naryo." Bu Sarah menggoda Adi.


"Ibu... Jangan menggoda Adi." ucap Adi yang malu malu.


Bu Sarah, Bu Susi dan Pak Naryo tertawa melihat Adi yang malu karena di goda Bu Sarah.


"Ya Allah.. Benar kah ibu ku sudah ingin srkali memiliki cucu ? Bagaimana ini, aku belum siap. Aku tidak mencintai Rena, bagaimana ini ?" gumam Adi dalam hati.


Rena berada di kamar, dia memijit kaki nya yang terasa pegal karena seharian memakai hak tinggi. Adi masuk ke kamar, dia melihat Rena yang sedang memijat kaki nya.


"Mau aku bantu ?" Tanya Adi yang mengagetkan Rena, karena Rena tidak menyadari kalau Adi masuk ke kamar.


"Ya Sudah, ini sudah mau magrib ayo kita siap siap sholat Magrib bersama yang lain nya juga." ucap Adi.


"Iya mas." Rena segera beranjak ke kamar mandi dan mengambil air wudhu.


Rena dan Adi, mereka masih sangat canggung dan masih terlihat menjaga jarak meskipun mereka sudah menikah.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Rena dan Adi sudah di dalam kamar. Rena mengganti pakaian nya dengan pakaian tidur. Dia naik ke atas ranjang untuk tidur karena merada sangat lelah.


"Rena, maaf aku akan tidur di sofa. Maaf aku belum bisa menunaikan kewajibanku sebagai suami malam ini. Aku belum siap." ucap Adi dengan memalingkan wajahnya.

__ADS_1


"Iya mas, Rena tahu. Dan Rena bisa memaklumi nya." Ucap Rena.


"Ya Allah.. Semoga aku bisa bersabar sampai Mas Adi bisa mencintai ku sepenuh hati." gumam Rena dalam hati sambil berusaha memejamkan mata nya untuk tidur.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2