Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 33.


__ADS_3

Iwan kembali rumah nya sungguh pikirannya sangat kacau. Dia ingin memberi tahu Rena bahwa dia harus menikahi Sinta tapi dia tidak mau Rena sakit hati dan berpengaruh pada bayi dalam kandungan nya.


Iwan lebih banyak diam dan dingin pada Rena, Rena menjadi bingung sebenarnya ada apa dengan Iwan. Rena mendekati Iwan " Mas, kamu kenapa ?" Rena bertanya pada Iwan.


"Tidak apa apa, sejak kapan kamu di sampingku ?" Iwan sungguh tidak menyadari jika Rena sudah ada di sampingnya.


"Belum lama kok, kamu melamun sih jadi tidak tahu aku ada di samping mu."jawab Rena.


"Diam lah siapa yang melamun jangan asal bicara saja kamu !" tiba tiba Iwan membentak Rena.


Tentu saja Rena kaget kenapa Iwan tiba tiba membentak nya. "Kamu kenapa sih mas ? kamu ada masalah ?" Rena mencoba menenangkan Iwan.


"Sudah diam, tahu apa sih kamu !" Iwan melotot pada Rena.


"Mas, gak biasanya lho kamu kayak gini. Akhir akhir ini sikap mu berubah kasar mas, ada apa ?cerita lah pada ku." Rena mencoba membujuk Iwan agar mau bercerita.

__ADS_1


Tapi justru membuat Iwan semakin marah. "Kamu ngerti tidak aku bilang diam ya diam, aku sedang banyak masalah dan kamu tidak mungkin bisa membantu ku jadi lebih baik diam." ucap Iwan sambil menarik rambut Rena. Entah mengapa Iwan tidak bisa mengontrol emosinya.


"Aw ahh sakit mas lepaskan rambutku." ucap Rena kesakitan sambil memegangi tangan Iwan agar mau melepas nya.


Iwan melepaskan tangan nya dan mendorong tubuh Rena. Lalu Iwan pergi meninggalkan Rena menuju teras belakang. Iwan mengusap kasar wajahnya dan meremas rambut nya sendiri.


"Kenapa aku ini ? Ini semua salahku tapi aku malah melampiaskan amarah ku pada isteriku." Iwan berucap lirih dan meneteskan air mata nya.


Rena menangis lagi lagi Iwan kasar pada nya. Rena mengusap perut nya janin yang ada dalam perutnya seolah merespon dan bergerak. "Ada apa dengan ayah mu nak ? bunda jadi sedih ayah mu seperti itu." Rena berbicara pada bayi nya.


Iwan membuka pesan itu dan menutup nya kembali tanpa membalasnya. Sungguh ini keadaan yang sangat sulit. Hati dan pikiran nya sungguh kacau. Dia sendiri yang ber ulah dan sekarang dia harus menanggung beban masalah itu. "Bagaimana reaksi Rena jika dia tahu ?" Iwan menutup mata nya dan menyesali perbuatan nya.


Iwan membuka mata dan menengok ke samping di lihat nya Rena yang tidur agak jauh dari nya, dia mendekati tubuh Rena dan memeluknya dari belakang. Iwan mengusap perut buncit Rena. Iwan menciumi kepala Rena.


Rena terbangun saat merasakan ada tangan yang melingkar di perut nya. Dia membuka mata perlahan melihat tangan Iwan mengusap usap perutnya. "Kenapa dengan suami ku sebentar dia kasar sebentar dia lembut ?" Batin Rena.

__ADS_1


"Kamu terbangun sayang ?"Iwan berkata sambil terus menciumi Rena dan sesekali menciumi leher Rena. Iwan membalik tubuh Rena dan menghadap pada nya, Iwan mulai menciumi dan ******* bibir Rena. Iwan terus menyerang Rena dan menciumi setiap inci tubuh Rena. Mereka berdua bergulat hingga Iwan beberapa kali mendapat kepuasan nya.


"Sayang, hari ini aku mau ke luar kota ada urusan pekerjaan."Ucap Iwan lembut, sebenarnya dia sedang berbohong.


"Kemana mas?berapa hari ? Kenapa mendadak ?" tanya Rena penasaran.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.Happy Reading!!!!


__ADS_2