Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 19


__ADS_3

Rena tertidur dengan perut kosong. Dan saat dia terbangun tesnya hari sudah sore. "Ooh, sudah sore ternyata, tapi aku rasanya malas sekali bangun tubuhku lemas sekali, kepalaku juga sedikit pusing." kata Rena lirih. Kemudian Rena memejamkan matanya kembali, dan terlelap tidur lagi. Saat hampir magrib Iwan telah sampai di rumah. Dia sedikit bingung keadaan rumah nya sepi. " Kenapa sepi sekali, dimana Rena ?" tanya Iwan dalam hati.


Iwan mencoba masuk ke dalam rumah yang ternyata pintu nya tidak terkunci. Iwan menyalakan lampu dan bergegas menuju kamar nya di lihat nya Rena sedang tertidur. Perlahan Iwan mendekati Rena dan membelai rambut Rena. "Sayang, bangun sudah mau magrib." ucap Iwan lemah lembut.


Rena menggeliat dan mencoba membuka matanya. "Mas,, kamu sudah pulang." kata Rena sambil mendudukkan diri nya. "Aku haus mas, bisa tolong ambilkan minum ? aku lemas sekali mas."ucap Rena manja.


"Iya mas ambil kan kamu tunggu disini sebentar ya." ucap Iwan sambil mengecup kening Rena. Iwan berjalan menuju dapur dan mengambil air minum untuk Rena. Dia kaget melihat makanan yang masih utuh tertata di meja. "Apa Rena belum makan, pantas saja dia terlihat pucat dan sangat lemah." kata Iwan dalam hati.

__ADS_1


Iwan kembali ke kamar dan memberikan air minum pada Rena. "Terima kasih mas." ucap Rena lalu meminum habis air dalam gelas itu. "Kamu belum makan sayang ? aku lihat makanan masih utuh di meja makan." kata Iwan. " Tadi saat aku ingin makan tiba tiba perut ku mual sekali mas, dan aku muntah muntah jadi aku tidak makan dan pergi tidur." jawab Rena.


Iwan tersenyum dia mengelus perut Rena."Sayang,, nggak boleh nakal ya di perut bunda... Kalau bunda nggak makan nanti adik nggak dapat asupan gizi loh..Kan adik harus sehat dan kuat di dalam perut bunda." Iwan mencoba bicara dengan calon bayi nya.


Rena tersenyum melihat tingkah Iwan yang menurutnya lucu. "Udah iihh mas, kamu mandi dulu aja gih." ucap Rena pada Iwan. "Aku mau panas in makanan dulu sayang terus kita makan setelah aku mandi." Iwan berkata sambil berdiri akan menuju dapur.


"Baik lah mas akan ambil kan buah untukmu tapi minum susu juga ya sayang.Kamu dan calon bayi kita harus tetap sehat." Kata Iwan penuh perhatian. "Eemm.. Baik lah." jawab Rena. Iwan tersenyum dan berjalan ke dapur membuat susu dan mencuci buah apel dan mangga kemudian mengupas nya dan memotong nya lalu ia membawa ke kamar.

__ADS_1


"Ini sayang makan lah dan ingat susu ini harus kamu habis kan tidak boleh tersisa." kata Iwan. "Oh ya, mas akan panas kan makanan ya sayang. Perut mas lapar sekali kamu tidak apa apa kan di kamar dulu sendiri sebentar." kata Iwan lagi.


"Mas, sayur sop nya nggak usah di makan mungkin sudah tidak enak, mas makan yang lain nya saja." Rena mengingat kan Iwan karna sayur sop nya ia masak tadi pagi. "Iya sayang." jawab Iwan.


Selesai makan Iwan menyiapkan air hangat untuk dirinya dan Rena mandi. Setelah siap Iwan menghampiri Rena di kamar. "Sayang mandi yuk mas udah siap in air hangat." ajak Iwan pada Rena. "Iya mas aku lepas baju ku dulu."jawab Rena. Saat melihat Rena membuka baju, gairah Iwan mulai terpancing dia mendekati Rena dan mencium bibir Rena lembut, Iwan menuntun Rena menuju ranjang dan terjadilah pergulatan panas antara Iwan dan Rena.


Happy reading....!!!

__ADS_1


__ADS_2