
Iwan dan pak Rudi bertemu, Iwan menyapa dan bertanya kabar pak rudi dan Bu Ratih. Bagaimanapun sebenarnya Iwan juga sangat merindukan orang tuanya. Iwan bertanya pada pak Rudi mengapa mendadak ingin bertemu. "Bapak ingin bicara apa sama Iwan pak ?" Pak Rudi menyruput kopi nya perlahan. "Bagaimana pernikahan mu ?" tanya pak Rudi.
"Iwan dan Rena bahagia pak, meskipun hidup sederhana."jawab Iwan. Pak Rudi mengangguk.. "Iwan, bapak ingin kamu menceraikan perempuan itu setelah anak kalian lahir." ucap Pak Rudi dengan wajah datarnya. Iwan tersedak kopinya dia terkejut dengan kata kata bapaknya.
"Maksud bapak apa ? Iwan tidak akan menceraikan Rena, Iwan mencintai Rena pak. kenapa bapak dan ibu tidak mau menerima Rena, dia perempuan yang baik pak. hanya saja Iwan yang telah sengaja membuatnya hamil agar Iwan tidak kehilangan Rena dan agar bapak dan ibu mau merestui kami." ucap Iwan menjelaskan.
Pak Rudi melotot ke arah Iwan. "Diam kamu! Jadi kamu sengaja menghamili perempuan itu agar aku mau merestui hubungan kalian ? Kurang ajar kamu Iwan." Pak Rudi marah.
"Maafkan Iwan pak, tapi tolong Iwan minta sama bapak dan ibu untuk mau menerima Rena sebagai menantu bapak dan ibu."Iwan berkata lirih.
__ADS_1
"Bapak tidak akan pernah mau menerima perempuan itu sebagai menyantuni." Tegas pak Rudi.
"Bapak dan ibu mau kamu menceraikan perempuan itu setelah dia melahirkan. kita akan rawat bayi nya dan kamu harus mau menikah dengan Sinta." Kata pak Rudi lagi.
"Sinta sangat menyukai mu, dan bapak yakin kamu akan hidup serba kecukupan jika menikahi dia." Pak Rudi tetap memaksa Iwan menikah dengan Sinta.
Iwan terdiam dia tidak menyangka jika orang tuanya begitu terobsesi dengan kekayaan Sinta. "Iwan tidak bisa pak." jawab Iwan singkat. "Jika kamu tidak bisa menceraikan perempuan itu bapak yang akan memaksanya untuk meminta cerai dari mu."Pak Rudi tak mau kalah.
Di tempat lain
__ADS_1
Perempuan cantik dan manis dengan rambut tergerai panjang sedang duduk bersama Bu Ratih, ya dia adalah Sinta wanita yang sangat menyukai Iwan.
"Jadi bagaimana bibi ? kapan Mas Iwan akan menemui ku? aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan nya." suara Sinta lembut.
" Sabar lah sayang, paman dan bibi sedang berusaha membujuk Iwan. Bibi juga ingin Iwan segera menceraikan perempuan itu dan segera menikah denganmu. Bibi tak sabar ingin memiliki menantu yang cantik dan lembut seperti kamu Sinta." ucap bu Ratih.
Sinta tersenyum, entah mengapa dia begitu menginginkan Iwan padahal jelas jelas dia tahu Iwan telah menikah dan memiliki istri bahkan sebentar lagi akan memiliki anak. Tapi dia tidak peduli dia tetap ingin memiliki Iwan dan mau merawat anak Iwan.
" Aahh.. kenapa aku ini? aku begitu di butakan oleh cinta, siapa pun kamu, istri Iwan, aku minta maaf jika aku merebut suami mu tapi jika kamu tidak mau memberikan Iwan pada ku aku akan mengambilnya secara paksa. "gumam Sinta dalam hati.
__ADS_1
"Aku rela menjadi pelakor asal aku bisa hidup dengan laki laki yang aku cintai, yah meskipun dia tidak mencintai ku, aku yakin perlahan lahan Iwan akan membalas cintaku. " kata Sinta pada dirinya sendiri.
happy reading....!!