Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 73


__ADS_3

Rsna terus berlari dan menangis karena merasa takut dengan Iwan. "Toni kamu dimana tolong mbak Ton." ucap Rena sambil terus menangis.


Tiba tiba ada sebuah mobil yang berhenti di depan Rena. Seorang laki laki turun dari mobil itu dan menghadang Iwan. "Berhenti !" ucap Orang itu.


"Siapa kamu jangan ikut campur urusan ku." ucap Iwan marah.


"Maaf saya terpaksa ikut campur karena yang anda ganggu itu adalah calon istri saya." Ya dia adalah Adi yang tak sengaja melihat Rena yang berlari di kejar Iwan.


Rena yang ketakukan sedah ada dalam pelukan Bu Sarah. Bu Sarah menenangkan dam membawa Rena masuk


ke dalam mobil.


"Calon istri ? Jadi Rena sudah akan menikah?" Ucap Iwan lirih tapi masih bisa di dengar oleh Adi.


"Iya, Rena calon isteriku dan kami akan segera menikah. Anda siapa kenapa begitu terkejut mendengar Rena akan segera menikah ?" Tamya Adi.


Iwan terdiam entah apa yang dia rasakan. "Aku mantan suami Rena. Maaf aku mengganggu nya tadi. Semoga pernikahan kalian bahagia. Jaga dia, dia wanita yang baik." ucap Iwan yang nampak kecewa dan kemudian melengkah pergi.


Adi memutuskan untuk masuk mobil. Dia melihat Rena yang masih menangis ketakutan. Adi merasa iba. Pantas jika Rena ketakutan karena mantan suaminya seperti nya orang yang sangat kasar.

__ADS_1


"Rena kamu tenang ya, kamu sudah aman." Ucap Adi sambil tersenyum. Rena mengangguk dan mengucapkan terima kasih.


Rena teringat pada Toni , dia segera menghubungi Toni dan menyuruh Toni pulang karena Rena dan Adi serta Bu Sarah sedang menuju rumah Rena.


"Nak, sebenarnya tadi kamu dari mana ? kenapa sampai bisa bertemu mantan suami kamu ?" Tanya bu Sarah sambil mengusap kepala Rena.


"Tadi Rena ingin mengunjungi makam anak Rena bu, dan tidak tahu tiba tiba Iwan ada di dekat Rena dan ingin berbuat kurang aja pada Rena." ucap Rena sambil menunduk.


"Baik lah, sekarang kita pulang saja. Biar besok Adi yang menemani kamu mengunjungi makam anak kamu ya." Ucap Bu Sarah lembut.


Tanpa terasa mereka sudah sampai di rumah Rena. Ya tentu saja meteka dengan mudah menemukan rumah Rena karena ada Rena bersama mereka. Bu Susi dan Pak Naryo menyambut mereka datang.


Mereka masuk ke rumah. Bu Sarah dan Adi di sambut hangat oleh keluarga Rena. Bu Sarah dan Adi nampak terus tersenyum dan bahagia karena meskipun kluarga Rena adalah kluarga yang sederhana tetapi ada kehangatan dalam keluarga itu.


Mereka membicarakan maksud kedatangan mereka yangbingin melamar Rena dan memutuskan untuk mengadakan pernikahan Bulan depan tepat di hari ulang tahun Bu Sarah yang kebetulan kurang satu minggu lagi.


Dan pernikahan di adakan di kediaman Bu Sarah sementara ijab qobulnya di gelar di masjid dekat rumah Bu Sarah.


Orang tua Rena menyetujui nya dan mereka merasa sangat bahagia karena Bu Sarah orang yang sangat baik ddan ramah begitu juga Adi. Yang meskipun terpaksa tapi dia tidak menunjukkan keterpaksaan nya. Dia tetap ramah dan selalu tersenyum.

__ADS_1


"Bu Malam ini boleh kan saya dan Adi menginap di sini ?" Bu Sarah ingin menginap.


"Tentu saja boleh bu, Tapi maaf semua hanya seperti ini. Serba sederhana dan yah ibu bisa lihat sendiri." Ucap Bu Susi dengan tersenyum.


"Ah ibu, kita harus bersyukur dengan segala pemberian Allah. Yang penting ada kehangatan dan kebahagian serta kenyamanan dalm rumah ini, kami sangat senang bisa berkunjung disini." ucap bu Sarah lagi.


Pak Naryo dan Bu Susi merasa sangat bahagia karena Rena memiliki calon mertua yang sangat baik.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading..


__ADS_2