
Iwan pulang dari tempat nya bekerja, dia masuk ke rumah yang terasa sepi. "Dimana Rena, kenapa sepi sekali."ucap Iwan lirih.
Iwan menuju kamarnya dan mendapati Rena duduk di kursi rias nya. Dia melamun, matanya menatap kosong pada bayangan nya sendiri.
Iwan mendekati Rena dan mengusap pelan kepala Rena. Rena sedikit kaget karna tidak menyadari kalau Iwan masuk. Mata sembab Rena membuat Iwan penasaran dan ingin bertanya ada apa, tapi dia urung kan karna Rena beranjak pergi ke luar kamar.
Rena memang menghindari Iwan, dia berjalan menuju teras belakang rumah nya. Angin di sore hari menerpa nya membuat Rena menutup mata dan merasakan segar nya angin sore itu dan tanpa terasa ada air mata yang menetes di sudut mata Rena.
Ya hati Rena begitu pedih, hatinya begitu terluka saat dia ingat ucapan mertuanya tadi pagi. Iwan datang dan memeluk Rena dari belakang. Tangan Iwan mengusap lembut perut buncit Rena.
Rena sedikit tersentak dan ingin menghindar tapi Iwan mengerat kan pelukan nya. "Ada apa sayang ? kenapa kamu sedih ?" tanya Iwan pelan.
Rena hanya menggeleng dia enggan menjawab pertanyaan Iwan. Iwan membalik tubuh Rena dan berhadapan dengan nya. Perlahan Iwan mencium bibir Rena dan memperdalam ciuman nya. Rena mengimbangi ciuman Iwan tapi beberapa saat Rena melepas ciuman itu dan mundur beberapa langkah.
__ADS_1
"Kenapa sayang ?" Tanya Iwan pada Rena.
Rena berjalan ke arah kursi dan mendudukkan diri nya di kursi kayu. Rena menarik nafas dan menghembuskan nya agak kasar. "Mas, jika nanti kita berpisah aku mau anak ku ikut aku."Ucap Rena pelan.
"Maksudmu ?" Iwan bertanya pada Rena.
"Iya, jika kita berpisah aku mau anak ku ikut aku. Aku tidak ingin anak ku ikut ibu tiri dan kamu semoga nanti kamu bahagia ya mas."jawaban Rena membuat hati Iwan sedikit nyeri.
"Apa yang kamu katakan Rena ? kita tidak akan berpisah, kita akan rawat anak kita bersama sama."ucap Iwan.
"Jika saja waktu itu kamu tidak meniduri ku dan aku tidak hamil, mungkin semua tidak akan seperti ini. Kadang aku merasa kalau aku ini korbannya tapi aku di perlakukan seolah aku ini tersangka nya. Orang tuamu terus menyalah kan dan membenci ku mas."Rena berkata sambil menangis.
"Orang tua ku ? apa mereka datang kesini ?Apa yang mereka katakan pada mu ?" tanya Iwan penasaran.
__ADS_1
Rena tersenyum getir mendengar pertanyaan Iwan.
"Kenapa kamu bertanya, bukan kah kamu sudah tahu apa kira kira yang mereka sampaikan pada ku."jawab Rena.
"Aku hanya ingin mendengar mas dari mulut mu sendiri apa yang sebenarnya terjadi." ucap Rena.
"Baik lah aku akan jujur pada mu Rena," jawab Iwan.
Iwan kemudian menceritakan pada Rena tentang pertemuannya dengan pak Rudi waktu itu. Tentang orang tuanya yang menyuruh Iwan menceraikan Rena setelah melahirkan dan menyuruh menikahi Sinta.
Hati Rena begitu perih, sakit sekali. rumah tangga yang baru se umur jagung akan segera berantakan.
Iwan mendekati Rena dan menggenggam tangan Rena. "Jangan menangis sayang, aku tidak akan mau menceraikan mu, kita akan hidup bersama merawat anak kita, percaya lah." Iwan mencoba meyakinkan kan Rena.
__ADS_1
Happy Reading....!!!