
Pagi itu Iwan sudah berangkat ke tempat kerja nya, sementara Rena membereskan rumah. Tak lupa Rena juga memasak untuk makan siang.
Selesai memasak Rena bergegas mandi karena badan nya terasa lengket. Selesai mandi Rena menonton televisi. Terdengar suara pintu di ketok.
"Tok tok tok..."
"Kayak nya ada tamu."Gumam Rena.
Rena berdiri dan berjalan ke arah pintu. Dia membuka pintu dan terkejut melihat tamu yang datang. Ternyata Pak Rudi dan Bu Ratih yang datang.
"Bapak, ibu.." ucap Rena sambil mengulurkan tangan untuk menyalimi mertua nya.
"Aduuhh.. apa sih. Nggak usah salam salaman."Ucap Bu Ratih.
"Dimana Iwan ?" Tanya pak Rudi.
"Mas Iwan sudah berangkat kerja pak, mari pak bu masuk dulu." ucap Rena ramah.
Pak Rudi dan Bu Ratih masuk dan langsung dudu di kursi.
__ADS_1
"Bapak dan ibu sebentar Rena tinggal buat minum yah."Ucap Rena.
"Tidak usah, Kami ingin bicara dengan kamu. Duduk lah." ucap Pak Rudi.
"Baik pak." kata Rena.
Rena duduk di kursi, perasaan nya tidak karuan. "Ada apa ini ? kenapa mertuaku tiba tiba ingin bicara pada ku ?" Tanya Rena dalam hati.
"Jadi begini, Saya langsung ke intinya saja ya perempuan kampung. Saya dari dulu tidak pernah merestui hubungan kamu dengan anak saya Iwan, dan yahh saya ingin menjodohkan Iwan dengan anak teman lama pak Rudi." kata bu Ratih.
Bagai tersambar petir Rena kaget setengah mati. Dan tanpa terasa air mata Rena meleleh di pipi nya. " Di jodoh kan ?maksud bapak dan ibu apa? Mas Iwan kan sudah menikah dengan Rena pak, bu."Rena mencoba meminta penjelasan.
Seakan di remas hati Rena, sakit sekali mendengar itu semua. Se begitu benci nya kah mertua nya hingga tega berkata demikian pada Rena. Air mata Rena semakin deras menetes.
"Tapi pak, bu Rena tidak ingin bercerai. bagaimana nasib anak kami nanti jika orang tua nya bercerai?" Rena tidak mau menuruti mertua nya.
"Anak kalian akan di urus oleh Iwan dan istri nya nanti jadi kamu tidak usah khawatir. Lagi pula itu juga cucu ku jadi aku juga berhak menentukan siapa yang akan mengasuh bayi itu nanti."Jawab Bu Ratih.
"Tidak pak ,bu Rena tidak mau. ini anak Rena. Apa salaah Rena sampai bapak ibu tega sama Rena ?" ucap Rena sambil menangis tersedu.
__ADS_1
"Salah kamu karna kamu miskin dan kamu telah berani mendekati Iwan. Sampai kapan pun aku akan membenci mu."teriak bu Ratih.
Rena terus menangis mendengar ucapan mertuanya. Benar benar sakit hati nya.
"Kamu jangan hanya menangis terus, lakukan saja apa yang kami suruh!!" teriak bu Ratih sambil menarik rambut Rena.
"Aw sakit bu, sakit."ucap Rena sambil menangis.
"Bu , lepaskan, apa yang kamu lakukan."Kata pak Rudi mencoba meredam emosi istri nya.
"Kenapa bapak belain dia?" Bu Ratih marah.
"Sudah ayo kita pulang, bapak tidak belain dia." jawab pak Rudi.
"Heh.. Dengar ya jangan sampai kamu mengadu pada Iwan dan kamu harus menuruti perintah kami." kata bu Ratih.
Kemudian mereka pulang. Sementara Rena masuk ke kamar dan semakin deras air mata nya yang keluar. Dia meratapi nasib nya. kenapa rumah tangganya jadi seperti ini.
Happy Reading...
__ADS_1