
"Bapak tidak akan merestui hubungan mu dengan wanita itu. kamu tinggalkan dia atau kamu pergi dari rumah ini!" Bentak pak Rudi.
Iwan meneteskan air matanya.Dia tak habis pikir kenapa orang tuanya begitu membenci Rena.
"Keputusan ada di tangan kamu Iwan. menikah dengan sinta dan hidup bahagia atau menikah dengan perempuan itu dan keluar dari rumah ini." ucap Bu Ratih.
"Jangan bodoh kamu Iwan, saran ibu kamu beri perempuan itu uang dan suruh dia menggugurkan kandungannya. Lalu kamu menikahlah dengan Sinta." Bu Ratih berkata sambil berlalu pergi mengambil sebuah foto dan dia lempar ke hadapan Iwan. Ya foto seorang gadis cantik bernama Sinta. "Lihat.. cantik bukan ? bahkan sangat cantik, berkelas dan kaya.Dia anak tunggal kamu pasti bahagia dengan dia." ucap bu Ratih lagi.
__ADS_1
Iwan hanya diam dan menunduk kenapa semua jadi seperti ini. Tidak ada yang mau mengerti keinginan Iwan tidak ada yang mau mengerti perasaan Iwan. Dia sangat mencintai Rena.
"Jangan diam saja Iwan !" bentak Pak Rudi.
" Maaf pak bu, Iwan akan tetap menikahi Rena dan tidak akan pernah menyuruh Rena menggugurkan kandungannya."Iwan memberi keputusan. Iwan tetap mempertahankan Rena dan calon bayinya. walaupun harus menentang orang tuanya.
"Iwan minta maaf pak, bu. Iwan harap bapak dan ibu mau mengerti keadaan Iwan. Iwan pamit pak bu." Iwan mengusap air matanya dan berjalan menuju kamarnya untuk mengemasi barang barangnya dan pergi dari rumah itu.
__ADS_1
Iwan melajukan motornya pelan dan menuju ke kost nya dia ingin menemui Rena tapi perasaannya sedang kacau saat ini dia ingin menenangkan pikirannya dulu di kost nya. Setelah sampai di kost, Iwan mengirim pesan pada Rena bahwa hari ini dia tidak bisa datang menemui Rena dan mungkin besok dia akan datang ke rumah Rena. Lama Iwan menunggu tapi tidak ada balasan pesan dari Rena . "Ahh. sudahlah mungkin Rena sedang istirahat karna kehamilannya yang membuatnya mudah lelah akhir akhir ini." gumam Iwan.
Sementara Rena yang membaca pesan dari Iwan pun mulai menerka nerka. Sudah bisa di tebak bahwa Iwan sedang dalam perasaan yang tak baik. " Kamu gagal meyakinkan orang tuamu kan mas ?" gumam Rena dalam hati. Air matanya menetes. Andai dia tidak hamil mungkin dia akan pergi menjauh dari Iwan. "Kenapa seperti ini kenapa kamu harus membuatku hamil Iwan. kamu menghancurkan hidupku." Rena meratapi hidupnya. . "Bagaimana ini apa yang harus aku lakukan apa yang harus aku katakan pada bapak dan ibu." Rena kebingungan.
Hari itu Rena begitu gelisah dia bingung harus bagaimana. Rena terus menangis ingin rasanya dia bertanya pada Iwan tentang apa yang terjadi tapi Rena takut Iwan akan marah. karna saat ini sudah bisa ia pastikan bahwa Iwan sedang dalam keadaan tidak baik. Rena berfikir jika orang tua Iwan merestui sudah pasti Iwan akan datang dan menyampaikan kabar bahagia itu pada nya tapi ini tidak.
Rena duduk termenung di pinggir ranjangnya dia ingat bagaimana orang tua Iwan menghina nya, bagaimana ibu Iwan berkata kasar pada nya. Hatinya begitu sakit mengingat itu. Air matanya terus menetes begitu deras.
__ADS_1
happy reading....