Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 36.


__ADS_3

Seminggu sudah Iwan dan Sinta berada di rumah baru mereka. Iwan sudah mulai terbiasa dengan Sinta mulai ada rasa sayang, mulai ada rasa cinta tapi Iwan tidak bisa melupakan Rena begitu saja. Iwan ingin menemui Rena karna hari ini adalah hari yang Iwan janjikan untuk pulang.


Pagi itu Sinta dan Iwan sedang sarapan bersama, Iwan mencoba meminta ijin pada Sinta kalau dia ingin pulang menemui Rena hari itu. "Sinta hari ini aku akan pulang, aku aaku ingin menemui Rena." Iwan berkata gugup takut Sinta tidak memberi ijin.


"Pergi lah mas, bawa juga beberapa keperluan mu dan ingat segera urus surat pengunduran diri di tempat kerjamu." jawab Sinta tanpa menoleh pada Iwan.


"Tapi Sinta bolehkah aku menginap dan menemani Rena kasihan dia sedang hamil tidak ada yang menjaga nya."Iwan ingin Sinta memaklumi keadaannya.


"Aku tidak melarang mu menemui Rena mas, tapi aku tidak mengijinkan mu tinggal bersama dia. Aku juga istri mu dan aku juga punya hak atas diri mu aku mau kamu tinggal bersama ku." ucap Sinta penuh penekanan.


"Sinta, Rena adalah istri ku juga istri sah ku dan bayi dalam kandungan nya adalah anakku. Aku sudah menuruti kemauan mu untuk menikahi mu dan akan menceraikan Rena setelah dia melahirkan, jadi biarkan aku menjaga nya sampai dia melahirkan. Dia tanggung jawab ku." ucap Iwan marah.


Sinta menangis mengeluarkan air mata palsu nya dia tetap ingin Iwan menuruti kehendak nya. "Kamu marah pada ku mas ? kamu lebih memilih membela wanita itu ? aku juga sedang hamil mas."ucap Sinta di sela tangis nya.

__ADS_1


Melihat Sinta menangis Iwan menjadi merasa bersalah. Iwan mendekati Sinta dan menarik Sinta kedalam pelukan nya.


"Bukan maksud ku marah pada mu sayang, aku hanya ingin kamu mengerti keadaanku. Bagaimana pun aku juga tidak bisa meninggalkan Rena begitu saja." ucap Iwan lembut.


"Baik lah mas aku ijinkan kamu menginap beberapa hari di rumah mu bersama Rena tapi setiap pagi kamu harus kembali kesini dan kamu harus mencari orang untuk menemani istri mu itu setelah itu kamu harus tinggal disini bersama ku, tenang saja aku yang akan membayar orang untuk menemani istri mu itu sampai dia melahirkan." ucap Sinta.


"Ta tapi Sinta."Ucapan Iwan terhenti karna Sinta berlalu meninggalkan nya.


"Jika kamu tidak mau menuruti ku, aku sendiri yang akan datang menemui wanita itu dan mengatakan semuanya bahwa kamu telah menikah dengan ku." Sinta memang wanita yang egois.


"Kenapa diam mas ? kamu tidak setuju ? baik lah aku." ucapan Sinta terhenti saat Iwan dengan cepat menjawab. "Aku setuju Sinta aku akan menuruti kemauan mu."Iwan menuruti kemauan Sinta.


Sinta tersenyum manis sekali dan mendekati Iwan kemudian mencium bibir Iwan. "Terima kasih mas!" Seru Sinta. Iwan hanya diam tanpa membalas ciuman Sinta. Sinta terus mencium dan ******* bibir Iwan. Sinta memang tak punya malu. "Sebelum pergi puas kan aku dulu, dan aku beri waktu kamu 3 hari untuk menemani istri mu itu."Ucap Sinta manja.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.Happy Reading..

__ADS_1


jangan lupa like, comment dan vote ya


__ADS_2