
Hari itu Rena bersama Bu Susi, mereka pergi ke pasar untuk belanja bahan bahan makanan. Karena akan ada tamu jadi mereka ingin memasak makanan yang spesial. Ya Bu Sarah dan Adi akan datang untuk melamar Rena.
Setelah dari pasar mereka langsung pulang ke rumah. Rena segera membantu ibu nya menyiap kan apa saja yang akan mereka masak. Tiba tiba Rena teringat dengan bayi nya yang telah meninggal. Air mata nya menetes.
"Bunda rindu kamu nak. Nanti sore Bunda akan datang ke makam mu ya nak." Gumam Rena dalam hati.
"Rena kamu kenapa ? kok melamun ?" Tanya Bu Susi yang dari tadi memperhatikan Rena yang sedang melamun karena ingat anak nya.
"Eem Rena tidak apa apa bu. Bu, Rena hanya rindu dengan anak Rena. Rena ingin ke makam nya nanti sore sebelum mas Adi dan Bu Sarah tiba." ucap Rena pada bu Susi.
"Ya nak pergi lah.. Tengok makam anak mu.. Biar nanti Toni yang mengantar mu." Ucap Bu Susi sambil tersenyum.
Sementara Bu Sarah dan Adi, mereka sedang sibuk menyiapkan barang bawaan mereka yang akan di bawa ke rumah Rena. Bu Susi sangat bahagia karena akan bertemu calon besan nya.
"Adi, ibu tahu nak kamu saat ini memang belum mencintai Rena. Kalian juga baru beberapa hari bertemu. Tapi ibu yakin nak suatu saat nanti kamu akan mencintai Rena. Ibu merasa hanya Rena lah yang terbaik untukmu." gumam Bu Sarah dalam hati sambil memperhatikan Adi yang sibuk memasuk kan barang barang bawaan ke dalam mobil.
Setelah selesai mereka segera berangkat. Sepanjang perjalanan Adi hanya diam dan fokus mengemudi kan mobil nya. Bu Sarah hanya tersenyum melihat Adi yang diam. "Ini hanya sementara nak pelan pelan diam mu itu akan menjadi kebahagian setelah kamu bersama Rena." Batin Bu Sarah
__ADS_1
Sore itu Rena bersiap siap akan berangkat ke makam anak nya. Setelah selesai bersiap dia berpamitan pada Bu Susi dan segera berangkat bersama Toni.
Dan secara kebetulan ternyata Iwan yang sedang tidak karuan keadaan nya, dia memutuskan untuk datang ke makam anak nya. Entah mengapa saat merindukan Rena dia juga teringat dengan anak nya yang telah meninggal.
Iwan telah sampai lebih dulu di pemakaman dan sudah berdoa di depan makam anaknya. Dia berdiri dan dari kejauhan dia melihat seorang perempuan. Ya dia adalah Rena. Rena sedang menunggu Toni yang sedang membeli bunga di tempat agak jauh dari area pemakaman karena yang biasa berjualan di dekat area pemakaman sedang tidak berjualan.
Iwan berjalan mendekati Rena. "Rena aku merindukan mu sayangku. Lama tidak melihat mu, kamu semakin cantik dan anggun." Gumam Iwan.
"Rena.." Iwan memanggil Rena.
"Mas Iwan." Rena sedikit terkejut. Rena melihat Iwan yang tampak lusuh, dekil dan berantakan.
"Mas jangan.. Aku mohon menjauh dari ku.," ucap Rena sambil berjalan mundur.
" Rena ayolah aku merindukan mu. Kamu juga rindu aku kan sayang." Iwan terus mendekan dan ingin memeluk Rena.
Rena terus menolak dan merasa jijik dengan sikap Iwan. Iwan yang merasa tertolak , dia geram dan semakin ingin memaksa memeluk Rena.
__ADS_1
Karena ketakutan Rena berlari ke arah jalan besar berharap Toni segera datang dan menolong nya atau mungkin ada orang yang mau menolong nya.
Iwan terus berlari mengejar Rena sambil berteriak teriak memanggil Rena.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.Happy Reading..