Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 48.


__ADS_3

Sebulan berlalu Rena sudah terlihat segar dan sudah terlihat sehat. Dia nampak lebih berseri di banding dulu saat menjadi istri Iwan.


Pagi itu Rena sedang menyapu halaman rumah nya, sedangkan dari tempat agak jauh ada sebuah mobil yang berhenti. Pemilik mobil itu sedang mengawasi Rena dari kejauhan.


Ya dia adalah Iwan. "Rena.. aku merindukan mu sayang, maafkan aku yang telah membuat mu pergi dari ku." ucap Iwan lirih. Dia menyeka air mata nya. Memang setiap hari setiap malam Iwan selalu teringat akan Rena.


Meskipun ada Sinta di sisi nya tapi cinta Iwan masih untuk Rena.


Setelah Rena tidak terlihat lagi, Iwan segera pergi dari tempat itu dan pergi ke rumah kontrakan nya dulu. Rumah itu masih kosong belum ada yang menempati lagi.


Iwan turun dari mobil, di pandang nya rumah itu. Rumah yang menyimpan banyak kenangan bersama Rena. "Seandainya waktu bisa berulang aku tidak akan pernah menyakiti mu Rena, aku menyesal maafkan aku sayang."Iwan berjongkok dan menangis tersedu mengingat kesalahan yang dia lakukan.


Hp Iwan berdering ada panggilan dari Sinta. Iwan segera menjawab panggilan itu. "Halo Sinta.."Suara Iwan terdengar serak karna menangis.


"Mas, kamu kenapa ? Kamu baik baik saja ?"Tanya Sinta yang mendengar suara serak Iwan. "Aku tidak apa apa Sinta. Oh ya ada apa kamu menelpon ku ?" tanya Iwan.

__ADS_1


"Eem..kamu dimana mas ? Bisa kamu pulang aku ingin melihat gaun pengantin yang aku pesan kemarin." ucap Sinta manja.


"Baik lah aku akan pulang dan mengantar mu melihat gaun mu itu." ucap Iwan dingin.


"Kok gitu sih mas, kan itu baju pengantin untuk resepsi pernikahan kita nanti." ucap Sinta.


"Baik lah aku pulang." Iwan mematikan telfon nya dan segera masuk ke dalam mobil dan meluncur pulang.


Rena yang berada di rumah saat itu merasa bosan dia ingin mencari kerja agar bisa sedikit terhibur. Tapi ibu nya masih belum mengizinkan nya karna baru sebulan yang lalu Rena mengalami keguguran.


Bu Susi tidak menjawab dan berlalu pergi meninggalkan Rena karena dia tidak menyetujui keinginan Rena. Rena merasa sedikit kesal dia memilih masuk ke kamar nya dan merebahkan tubuh nya di ranjang.


Pandangan nya menatap langit langit kamar mengingat bayi nya yang telah meninggal. "Bunda rindu nak, maaf in bunda yang tidak bisa menjaga mu." Ucap Rena, tak terasa ada tetesan air mata yang keluar dari sudut mata nya. Hingga Rena tertidur. Dalam tidur nya Rena bermimpi.


Dalam mimpi itu, Rena merasa ada di suatu tempat yang indah, ada bukit bukit kecil yang di tumbuhi rumput rumput hijau, ada berbagai macam bunga yang cantik dan dan pohon pohon yang rindang.

__ADS_1


Ada banyak kupu kupu dan burung burung berterbangan dan berkicau. Ada sungai kecil dengan air yang jernih yang tampat kebiruan dengan batu batu di sekeliling nya. Ada sebuah kursi kayu di situ. Perlahan Rena berjalan dan duduk di kursi itu.


Entah dari mana datang nya, di samping nya ada seorang anak kecil laki laki yang tampan. Kulit nya bersih dan bersinar. Anak itu duduk di samping Rena dan tersenyum. Rena ikut tersenyum dan mengusap perlahan kepala anak itu.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.Happy Reading...


__ADS_2