Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 34


__ADS_3

Iwan tersenyum dan mencium lembut kening Rena. "Aku akan ke kota S sayang, mungkin selama seminggu. Kamu di rumah hati hati ya jaga diri kamu dan anak kita baik baik." Iwan berpesan pada Rena.


Tanpa curiga Rena mengangguk tanda dia mengerti. Rena membantu Iwan menyiapkan beberapa keperluan Iwan dan menata baju Iwan ke dalam tas. Iwan telah selesai bersiap dan akan segera berangkat.


Iwan menatap lekat istrinya, di pandangi nya wajah istrinya berulang kali Iwan menciumi Rena.Dia memeluk Rena "Maafkan aku sayang, sebenarnya aku telah mengkhianati pernikahan kita, aku tidak sanggup kehilangan mu tapi aku juga harus mempertanggungjawabkan perbuatan ku."ucap Iwan dalam hati sambil memeluk Rena erat.


"Ada apa dengan mas Iwan kenapa dia aneh seperti ini ?" tanya Rena dalam hati.


Iwan melepas pelukan nya mencium Rena dan mencium perut Rena. Kemudian Iwan pamit.


"Kenapa hati ku begitu berat melepas suami ku pergi? Aku merasa seolah olah akan terjadi sesuatu. Aah sudahlah aku tidak boleh berfikir buruk." kata Rena dalam hati.


Iwan telah sampai di rumah orang tuanya, disana sudah berkumpul orang tua Sinta dan beberapa orang terdekat mereka. Bu Ratih menyuruh Iwan berganti pakaian pengantin karna pernikahan akan segera di mulai dan penghulu juga raudah datang.


Selesai berganti baju Iwan segera ke depan di tempat acara akan di mulai, Iwan telah duduk di depan penghulu. Tak lama kemudian Sinta keluar kamar bersama ibu nya.Sinta tampak begitu anggun dan cantik.


Iwan menatap Sinta penuh kagum. "Sinta, dia sungguh cantik." Batin Iwan.

__ADS_1


Acara akad nikah pun di mulai, dan akhirnya semua berkata sah. Sinta mencium tangan Iwan dan Iwan mencium kening Sinta. Sinta tampak begitu bahagia. Tujuan nya telah tercapai.


Acara selesai dan semua tamu telah pulang orang tua Sinta juga telah pulang dan sebelum pulang, orang tua Sinta memberikan hadiah pada Iwan dan Sinta sebuah kunci rumah.


Ya hadiah itu adalah sebuah rumah. Sinta bahagia dan berterima kasih pada orang tua nya. Dan Iwan juga di beri kepercayaan untuk mengurus perkebunan teh milik keluarga Sinta.


Bu Ratih dan Pak Rudi merasa senang akhirnya tujuan mereka tercapai. Tinggal tujuan akhir yaitu membuat Iwan dan Rena bercerai. Setelah mereka bercerai orang tua Iwan berencana ingin menggelar resepsi pernikahan Iwan dan Sinta secara mewah.


Iwan dan Sinta telah berada di kamar. Iwan duduk melamun memikirkan kan Rena. "Kasihan sekali kamu Rena, maafkan aku yang mengkhianati cinta kita."Ucap Iwan dalam hati. "Ini sungguh menyakitkan bagaimana bisa aku berbahagia sementara istri ku nantinya akan menanggung kecewa dan sakit hati yang amat sangat dalam." pikiran Iwan yang terus di dihantui rasa bersalah.


Iwan merasa kaget dan spontan menjawab. "Iya Rena, kenapa sayang ?" Iwan salah memanggil.


Sinta mengerutkan dahi nya dan melepas pelukan nya pada Iwan. "Aku Sinta mas, bukan Rena." Ucap Sinta marah.


"Iya maaf Sinta aku tidak sengaja."Iwan meminta maaf pada Sinta.


Iwan menghembuskan nafas nya kasar dia benar benar bingung dengan keadaan ini. Dia terus memikirkan Rena dan bagaimana cara untuk membagi waktu untuk ke dua istri nya.

__ADS_1


Sinta yang merasa kesal memilih keluar kamar dan menikmati teh hangat di teras depan rumah orang tua Iwan.


.


.


.


.


.


.


.


.Happy Reading .... !!!

__ADS_1


__ADS_2