Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 6


__ADS_3

"Ayo lah kita lupakan sejenak masalah kita!" kata Iwan. "Bersiaplah kita keluar sebentar, aku mohon aku sudah jauh-jauh datang kesini dik." Iwan memohon. "Baik lah." jawab Rena pelan sambil berlalu untuk bersiap. Beberapa menit kemudian Rena telah selesai bersiap dan keluar kamar. "Nah gitu donk." ucap Iwan sambil tersenyum tampan. Mereka pun berangkat jalan-jalan sore. Iwan terus dengan sabar mengajak Rena mengobrol kesana kemari tapi Rena hanya diam dan jika mau menjawab hanya satu dua kata. Ya sikap Rena begitu dingin pada Iwan.


Dan tanpa terasa mereka berkeliling hingga jauh dari rumah Rena. Hari sudah mulai malam dan langit mulai tampak mendung. Angin bertiup tak terlalu kencang dan hujan deras pun mengguyur mereka. Iwan berusaha mencari tempat untuk berteduh hingga tanpa dia sadari mereka berada di dekat kost Iwan. Dan Iwan memutuskan untuk membawa Rena ke kost nya untuk berteduh sambil menunggu hujan reda. Namun semakin malam hujan malah semakin deras dan udara terasa sangat dingin.


"Kenapa kamu bawa aku kesini ?" tanya Rena ketus. "Harusnya tadi langsung pulang saja atau harusnya tadi nggak usah jalan." kata Rena lagi. "Maaf dik, aku nggak tahu kalau akan turun hujan deras. Oh ya kamu mau makan apa biar aku masakin." Iwan berusaha membujuk Rena yang tampaknya sedikit kesal.

__ADS_1


"Nggak perlu, aku nggak lapar kok. Aku juga lagi nggak pingin makan apa-apa." jawab Rena. Iwan hanya tersenyum. "Sudah ya dik, kamu jangan sedih terus jangan marah terus sama mas ya. Kita cari jalan keluar masalah kita sama-sama ya." kata Iwan. "Kamu yang sabar ya, mas sayang kamu dik." kata Iwan


lagi.


"Kamu tampan mas, kamu bisa mencari gadis lain yang lebih cantik, kaya, dan berpendidikan seperti yang di inginkan orang tuamu.Tidak seperti aku yang dari keluarga miskin, jelek, dan bodoh. Gadis yang putus sekolah hanya karna tak memiliki biaya. Aku ikhlas mas kamu bersama gadis lain. Dan tinggalkan saja aku dan kamu semoga kamu bahagia." kata Rena sambil tersenyum getir di sela tangisnya.

__ADS_1


"Tidak ! aku tidak akan melepaskanmu, kenapa kamu seperti ini Rena ? kenapa kamu seperti orang yang kalah sebelum berperang ? kamu tidak ingin memperjuangkan cinta kita ?" tanya Iwan dengan nada kesal.. Dia


mengusap wajahnya kasar. Meresa kecewa karna Rena yang menyerah begitu saja. Bukan ini yang dia mau bukan ini yang dia inginkan. Dia ingin Rena tetap bersamanya dan bertahan untuk mendapat restu dari orang tua Iwan.


"Ha ha ha kalah sebelum berperang katamu ? Lalu harus aku sebut kamu apa, saat nyalimu ciut di hadapan orang tua mu. Heeemm ? kamu biarkan aku di hina, di caci, dan di maki. kamu hanya diam mas. Bisa kamu bayangkan betapa sakitnya hatiku mas ? Seandainya kamu jadi aku kira-kira gimana rasanya? bisa kamu bayangkan ? heemm bisa ? Nggak mas kamu nggak tahu rasanya hatiku seperti apa." kata Rena tak kalah kesal dengan air mata yang terus menetes.

__ADS_1


__ADS_2