Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 35.


__ADS_3

Sinta merasa kesal karna Iwan salah menyebut namanya tadi dia mulai memikirkan cara untuk menyingkirkan Rena, Bagi nya bersabar sampai Rena melahirkan itu lama sekali. Sinta ingin menjadi istri Iwan satu satu nya.


"Bagaimana cara nya agar aku bisa segera memisahkan mas Iwan dan Rena, kalau harus menunggu wanita itu melahirkan sungguh lama sekali." Sinta bergumam lirih. "Apalagi aku hanya ber pura pura hamil agar Iwan mau menikahi ku jika Iwan tahu aku pasti di tinggalkan nya. Aku harus segera hamil dan segera menyingkirkan Rena." Sinta tersenyum keji.


Sinta bergegas masuk ke kamar dia menemui Iwan, terlihat Iwan sedang tiduran di ranjang dan menatap langit langit kamar. "Dia pasti melamun lagi."Sinta segera menghampiri Iwan dan ikut tiduran di samping Iwan.


"Sinta, kamu dari mana ?" Iwan mencoba menyembunyikan keterkejutan nya karna Sinta tiba tiba di samping nya.


"Dari teras depan."Sinta menjawab sambil membuka kancing baju nya dan dalam sekejab Sinta berada di atas tubuh Iwan. Sinta mencoba menggoda Iwan.


"Sinta, apa yang kamu lakukan, jangan menggodaku."ucap Iwan pada Sinta. Tapi Sinta tidak peduli dan malah mencium bibir Iwan Sinta terus menggoda Iwan.


Iwan yang tergoda pun akhirnya membalas ciuman Sinta dan tanpa terasa pakaian mereka pun sudah tercecer di lantai. Mereka berdua akhirnya bergulat. Sinta tidak menyia nyiakan kesempatan itu dan dia pun tidak sungkan untuk meminta dipuaskan berkali kali oleh Iwan.


Setelah melakukan pergulatan mereka yang terakhir, Iwan segera masuk ke kamar mandi ingin membersihkan diri tapi Sinta dengan cepat mengikuti nya. "Sinta, kenapa mengikuti ku ?"Tanya Iwan.

__ADS_1


"Aku ingin mandi bersama mu sayang."Ucap Sinta manja. Di kamar mandi pun Sinta menggoda Iwan dan terjadilah pergulatan panas di kamar mandi. Setelah itu mereka mandi bersama.


Setelah mandi Sinta menyiapkan baju ganti untuk Iwan. "Sayang, aku mau malam ini juga kita pindah ke rumah pemberian ayah ku."Ucap Sinta sambil memberikan baju ganti pada Iwan.


"Tapi Sinta kenapa harus sekarang ? Aku belum siap aku masih harus pulang ke rumah ku dulu, bulan depan saja ya kita pindah nya."Iwan mencoba mengulur waktu.


"Tidak mas aku mau malam ini kita pindah, kamu tenang saja, meskipun kita pindah kamu masih bisa pulang ke rumah mu kapan pun kamu mau." Sinta tetap ingin pindah malam itu juga.


"Bagaimana ini ? Apa yang harus aku katakan pada Rena ? aku harus beralasan apa lagi ? Aku benar benar bingung bagaimana membagi waktu untuk Rena dan Sinta. Dua dua nya istri ku." gumam Iwan dalam hati.


Sinta mendekati Iwan dan memukul pelan punggung Iwan. "Mas, kok malah melamun."Ucap Sinta kesal.


Sinta tersenyum senang, dia segara membereskan semua barang barang dan menyuruh Iwan membawa nya ke dalam mobil.


Mereka akan segera menuju rumah baru mereka setelah makan malam dan akan sekalian pamit pada Pak Rudi dan Bu Sinta.

__ADS_1


Setelah makan malam dan berpamitan mereka bergegas menuju rumah baru mereka. Iwan yang duduk di belakang kemudi lebih banyak diam dan hanya akan menjawab sepatah dua patah kata pertanyaan yang Sinta berikan. Sinta begitu manja pada Iwan sepanjang perjalanan Sinta menyandarkan kepala nya di pundak Iwan.


Beberapa saat kemudian mereka telah sampai di rumah baru mereka, rumah di daerah yang agak jauh dari keramaian, rumah yang begitu asri dan nyaman dan ber desain modern.


Mereka berdua terpukau melihat nya.


"Ini indah sekali."ucap Iwan dalam hati. Iwan tersentak kaget saat Sinta menarik tangan nya. "Yuk sayang kita masuk." mereka berjalan berdampingan.


.


.


.


.

__ADS_1


. Happy Reading..


Jangan lupa like comment dan vote yaaaahhhh.....


__ADS_2