
Adi yang merasa dipandangi oleh isteri nya, dia menoleh dan tersenyum. "Ada apa sayang? kenapa memandangku seperti itu ?" tanya Adi sambil menarik hidung Rena.
"Kamu tampan mas." ucap Rena sambil tersenyum dan menyandarkan kepala nya di bahu suami nya.
"Hey.. Sayangku.. Cintakuu kamu baru sadar kalau suami mu ini tampan ? Kalau tidak tampan mana mungkin kamu mau dengan ku, nyonya Adi ?" Adi menggoda isteri nya.
"Iiih mas, apaan sih." ucap Rena manja.
Adi mencium pucuk kepala Rena. "Teruslah tersenyum dan bahagia sayang. Aku akan berusaha membahagiakan mu selalu sayangku." gumam Adi dalam hati.
Mereka telah sampai di depan rumah orang tua Rena. Mereka segera masuk dan bersiap karena harus segera pulang. Setelah selesai bersiap mereka berpamitan pada Pak Naryo dan Bu Susi.
"Kalian hati hati ya, Adi titip Rena ya. Kabari kami jika sudah sampai dan salam untuk Ibu Sarah ya." Ucap Bu Susi.
"Tentu buk. Adi akan menjaga Rena dan calon cucu bapak dan ibu dengan sepenuh hati." ucap Adi sambi tersenyum dan mencium tangan Pak Naryo dan Bu Susi.
"Jadi Rena sedang mengandung? kok tidak memberi tahu kami ? bu kita akan punya cucu." ucap Pak Naryo bahagia.
"Maass.. Tuh kan periksa aja belum. Nanti kalau Rena udah periksa dan benar benar hamil Rena kabari ya pak, bu." ucap Rena sambil mencium tangan ibu dan bapak nya.
__ADS_1
"Sayang, kamu itu benar benar hamil, percaya lah pada suami mu ini." ucap Adi sambil tersenyum dia suka sekali menjahili istri nya.
"Iya iya pak Dokter, sudah ayo berangkat. Bapak ibu kami pamit ya dan salam untuk Toni. " ucap Rena.
Pak Naryo dan Bu Susi melambaikan tangan nya ketika mobil yang di tumpangi Adi dan Rena mulai bergerak menjauh.
"Semoga mereka selalu bahagia dan saling mencintai ya pak. Dan Semoga Rena benar benar hamil. Ibu tidak sabar ingin punya cucu."ucap Bu Susi.
Adi menoleh pada Rena yang dari tadi diam. "Sayang kamu kenapa?" Tanya Adi.
"Mas, kenapa hidup Iwan dan kluarganya jadi seperti itu ya ?" Tanya Rena.
" Sudahlah sayang, jangan terlalu kamu pikir kan. Namanya kehidupan tidak akan selalu bernasib baik. Sudah ya, doakan saja mereka supaya bisa menjalani hidup lebih baik lagi." ucap Adi.
"Tuuuh kan mas... Iiihh Rena takut kecewa jika nanti belum hamil mas." ucap Rena sambil mengerucutkan bibir nya.
"Sayang kamu itu hamil. Iihh kenapa nggak percaya sih. Apa perlu kita mampir ke klinik terdekat nih biar kamu periksa. Nanti kalau kamu benar benar hamil kamu boleh minta apapun yang kamu mau dan jika kamu belum hamil aku akan mengurungmu seharian di kamar. Bagaimana ?" ucap Adi sambil mengedipkan satu mata nya.
Adi hobi sekali menjahili isteri nya. " Iya ayo kita mampir ke klinik ibu dan anak di ujung jalan dekat apotik itu. Daripada penasaran." ucap Rena yang menyetujui ide suami nya.
__ADS_1
Adi tersenyum dan mencium tangan isteri nya. "Kamu hamil sayang, percaya lah. Dan aku akan ekstra menjaga mu. Aku tidak ingin terulang kejadian yang menimpa Rita dulu terjadi padamu. Maaf jika nanti aku over protective. Semua demi kamu dan calon anak kita sayang." Gumam Adi dalam hati.
Adi benar benar takut jika Rena sampai mengalami kejadian seperti Rita, almarhumah isteri nya dulu. Apalagi Rena juga pernah kehilangan bayi nya. Sungguh hal itu yang akan membuat Adi ekstra hati hati menjaga isterinya itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.Happy Reading..