
Rena pun tertidur pulas di di kamarnya karna rasa lelah. Sementara Iwan dia menuju ke rumah orang tuanya. Dia melajukan motornya pelan dengan perasaan yang tak karuan karena harus menemui orang tuanya dan memberi tahu orang tuanya tentang keputusannya menikahi Rena. Setelah beberapa menit perjalanan Iwan telah sampai di rumah orang tuanya.Dia mengetuk pintu dan mengucap salam dan Bu Ratih yang membukakan pintu kaget kenapa Iwan malam malam pulang ke rumah.
Tanpa banyak bertanya Bu Ratih membiarkan Iwan masuk dan menuju kamarnya. Rencananya besok pagi Iwan akan bicara kepada orang tuanya tentang keputusannya menikahi Rena. Dan malam itu Iwan memutuskan untuk tidur.
Esok paginya Bu Ratih dan Pak Rudi sedang sarapan bersama, Iwan datang ke meja makan dan duduk di samping bapaknya. "Pak, bu Iwan mau bicara sama bapak dan ibu. Iwan mohon bapak dan ibu mau mendengarkan dan memahami keadaan Iwan." suara Iwan terdengar parau. Ya dia harus mengumpulkan keberaniannya dan membuang rasa takutnya untuk berbicara pada bapak dan ibunya.
__ADS_1
"Bicara apa Iwan ? katakan saja, setelah itu bapak juga ingin bicara dengan kamu." kata pak Rudi tanpa menoleh ke arah Iwan. "Iwan ingin meminta izin pada bapak dan ibu untuk menikahi Rena, Iwan harap bapak dan ibu mau merestui hubungan kami. Karna Rena juga sedang mengandung anak Iwan cucu bapak dan ibu." jawab Iwan sambil menunduk.
"Apa?" teriak bu Ratih kaget. sementara pak Rudi menatap tajam pada Iwan. wajah pak Rudi merah padam terlihat jelas kemarahan itu di wajah pak Rudi. "Kamu serius dengan kata kata mu itu Iwan ?" tanya Bu Ratih setengah berteriak. "Iwan serius bu, dan Iwan harap bapak dan ibu merestui Iwan dan Rena." Iwan sangat berharap orang tuanya mau merestui.
"Dasar anak kurang ajar kamu Iwan, berani kamu membuat malu keluarga kita berani kamu membuat malu bapak dan ibu." teriak bu Ratih. " Maaf pak, bu, Iwan tau Iwan bersalah tapi semua sudah terjadi Iwan berharap dan memohon pada bapak dan ibu untuk merestui kami." ucap Iwan lirih.
__ADS_1
"Tidak.. tidak kamu tidak boleh menikah dengan perempuan ****** itu, dia hanya perempuan miskin yang tidak tahu diri. gugurkan kandungannya!" Bu Ratih benar benar marah. "Bapak dan ibu akan menjodohkan kamu dengan perempuan lain yang lebih cantik, pintar dan dari keluarga kaya." imbuh Bu Ratih. "Kamu ingat Sinta, anak Pak Budi teman bapakmu? Dia yang akan kami jodohkan dengan kamu. Dia cantik, sekolahnya tinggi, dari keluarga yang kaya. Kamu akan bahagia dengan dia." Bu Ratih terus menentang hubungan Iwan dan Rena.
"Tidak bu, Iwan tidak mau. Iwan hanya ingin menikah dengan Rena. Iwan mohon sama bapak dan Ibu untuk merestui kami. Ada cucu bapak dan ibu di dalam rahim Rena." Iwan terus memohon.
" Bapak dan ibu tidak pernah menginginkan cucu dari wanita tidak tahu diri itu. Beri dia uang dan suruh dia menggugurkan kandungannya dan kamu, kamu menikahlah dengan Sinta." Kata kata bu Ratih seolah menusuk hati Iwan. Sakit sekali mendengar ucapan Bu Ratih bagaimana bisa Bu Ratih menyuruh menggugurkan bayi dalam kandungan Rena. jelas jelas itu cucu kandung mereka.
__ADS_1
Happy Reading..