
Rena berjalan ke arah Iwan dan Sinta. Iwan yang baru saja menyadari kedatangan Rena tampak begitu terpana. "Rena, kamu kah itu sayang ? Kamu tampak berseri dan begitu anggun dengan balutan busana dan hijab mu." ucap Iwan lirih.
Sinta yang melihat Iwan melamun, sengaja menyenggol tangan Iwan. "Kamu kenapa sih mas ?" tanya Sinta.
Iwan hanya diam, dia terus menatap Rena yang berjalan mendekat ke arah nya. Rena tersenyum. "Hai, Selamat ya mas atas pernikahan kalian, Semoga kalian bahagia. Sinta Selamat ya do'a dan restu ku untuk kalian." ucap Rena sambil tersenyum manis.
"Terima kasih Rena !" jawab Sinta sambil tersenyum dan menggandeng tangan Iwan.
"Rena, maafkan aku sayang." ucap Iwan dengan mata ber kaca kaca. "Seandainya waktu bisa terulang kembali, aku tidak akan melakukan kesalahan itu padamu Renaku." ucap Iwan lirih.
"Mas, kamu tidak perlu minta maaf pada ku. Aku sudah melupa kan semua nya. Tapi satu hal mas yang harus kamu ingat. Jadilah laki laki sejati yang tetap setia dan mencintai satu wanita tanpa harus membuat nya menangis dan melukai nya. Jadilah panutan jadilah imam yang bisa membimbing wanita mu menjadi bidadari syurga kelak.." Rena berkata dengan masih ter senyum.
"Dan kamu Sinta, jadilah wanita yang bahagia karna telah menikah dan memiliki pria yang selama ini sangat kamu cintai. Jadilah wanita yang cantik dan anggun baik fisik mau pun hati mu. Kendalikan dirimu jangan selalu memaksakan kehendak mu bahkan merampas hak milik orang lain. Aku tahu kamu sebenarnya orang baik." ucap Rena sambil tersenyum dan memandang Sinta.
Sinta hanya tertunduk malu pada Rena. Iwan terus menatap Rena, iya dalam hati nya dia mengagumi perubahan Rena yang nampak anggun. Iwan juga sangat merindukan Rena ingin sekali dia memeluk Rena. Menghirup aroma tubuh Rena dan mendekap Rena dengan penuh kasih sayang.
Rena berjalan hendak meninggalkan Iwan dan Sinta. "Selamat sekali lagi untuk kalian semoga pernikahan kalian bahagia selama nya." ucap Rena yang lalu berjalan meninggalkan pelaminan.
__ADS_1
Saat Rena sudah agak jauh, Iwan yang sedari tadi menatap ke arah Rena tiba tiba berteriak memanggil Rena."Renaa.. Tunggu !" Iwan berjalan meninggalkan pelaminan dan berlari ke arah Rena..
Rena berhenti dan menghadap ke arah Iwan.
"Ada apa mas ?" tanya Rena yang melihat Iwan berdiri berjarak kira kira satu meter dari tempat nya berdiri.
"Rena, sayang boleh kah aku memeluk mu untuk terakhir kali nya?" Tanya Iwan sambil meneteskan air mata nya.
"Tidakk, sudah haram bagi mu mas untuk menyentuh apalagi memeluk mbak Rena." Ucap Toni yang sudah ada di dalam ruangan itu.
Tampak disana para tamu begitu bingung dengan pemandangan yang mereka lihat. Ada yang berbisik bisik dan ada juga yang menatap Sinta dan Iwan bergantian. Seolah mereka ingin bertanya apa yang sebenarnya terjadi.
Air mata Iwan menetes. "Renaku, maaf kan aku. Maaf kan kebodohan ku." Ucap Iwan dalam hati. Dia tidak peduli lagi dengan tatapan mata para tamu yang hadir dalam acara itu.
Iwan benar benar kacau.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.Happy Reading
__ADS_1