
Semenjak hari itu, Adi selalu ekstra dalam menjaga Rena. Terkadang Rena merasa risih tapi dia bahagia karena suaminya sangat menyayangi nya. Dan begitu sabar pada nya. Contoh nya saja jika Rena sedang malas makan atau minum susu hamil, Adi akan dengan telaten membujuk dan merayu isteri nya agar mau makan dan minum susu.
Adi tidak akan berangkat ke Rumah Sakit jika Rena belum makan dan minum susu serta vitamin nya.
Tanpa terasa usia kandungan Rena sudah menginjak bulan ke enam. Reba terlihat makin seksi dengan perut yang membuncit. Adi tersenyum melihat isterinya yang sedang berdiri di depan cermin, Ya Rena tengah bersiap akan ikut ke rumah sakit karena akan melakukan pemeriksaan rutin untuk kandungannya.
Adi mendekat dan memeluk Rena dari belakang. Adi menenggelamkan wajahnya di tengkuk Rena.. Tangan nya mengusap lembut perut buncit Rena.
"Sayang.. mas tidak sabar menunggu kelahiran anak kita." ucap Adi lembut.
"Sabar mas, kan masih enam bulan." jawab Rena sambil membalik kan badan dan menghadap Suaminya. Mereka saling memandang dan tersenyum. Adi mencium bibir isterinya dan menarik nya dalam pelukan nya.
" Mas sangat mencintaimu sayang." Ucap Adi sambil mencium pucuk kepala isterinya.
"Aw aw.. Seperti nya anak mu menendangku nyonya Adi." Adi merasakan ada yang bergerak kuat di dalam perut Rena.
Rena tertawa. " Kamu merasakan nya mas ? Iya kuat sekali dia menendang perut ku." jawab Rena.
"Oohh.. Apakah anak ayah ini sedang cemburu karena ayah bundanya sedang berpelukan ?" ucap Adi sambil berjongkok dan mendekat kan wajah nya ke perut Rena.
__ADS_1
Adi mencium perut Rena dan mengusap nya lembut. Ada gerakan gerakan dalam perut Rena seperti nya bayi dalam perut Rena merespon ayah nya.
"Sayang, lihat lah anak kita dia bergerak lagi." Adi begitu bahagia.
Rena ikut tersenyum dan mengusap kepala suaminya. " Sudah mas, ayo kita berangkat nanti kesiangan. Lama antri nya." kata Rena pada suaminya yang madih saja berjongkok dan menciumi perut nya.
"Iya sayang, ayo kira berangkat. Kita tidak perlu mengantri sayang karena aku sudah membuat janji dengan dokter kandungan mu itu, dia kan temanku." Ucap Adi sambil menggoda isterinya.
Rena tersenyum dan berjalan memeluk tanfan suaminya. "Kita sarapan dulu kan mas ?" Tanya Rena.
"Tentu sayang, kamu tidak boleh pergi jika belum sarapan dan minum susu serta vitamin mu." jawab Adi.
Sesampainta di rumah sakit, Dokter Adi berjalan sambil menggandeng tangan isterinya. Membuat semua yang melihat nya menjadi iri. Bahkan ada beberapa perawat wanita tang berbisik bisik. " Lihat itu dokter Adi dan isterinya padti mereka akan periksa kandungan ya... Duuhh bahagia sekali ya isteri Dokter Adi, suaminya tampan dan penyayang." Rena yang mendengar mereka berbicara tersenyum dan di balas dengan anggukan kepala oleh mereka.
Rena mencubit lengan suaminya." Aw sakit sayang kenapa mencubit ku ?" Tanya Adi kesakitan.
"Mereka bilang mas tampan. Pasti banyak perawat yang cari perhatian sama mas." ucap Rena sambil mengerucutkan bibirnya. Tentu saja Rena berani bersikap sepertii itu jarena mereka telah sampai di ruangan Dokter Adi.
Adi terkekeh melihat wajah isterinya. "Kamu cemburu sayang ? Kan memang benar sayang suamimu ini tampan." ucap Adi sambil tersenyum menggoda isterinya.
__ADS_1
"Iiiihhh mas.." Rena kesal. Adi menarik Rena dalam pelukannya. "Sayang,, mas mencintai kamu jadi jangan punya pikiran yang macam macam. Mas tidak akan mungkin tergoda oleh mereka. I love you sayangku..." Ucap Adi.
Mereka berpandangan dan tersenyum.
" Sudah ayo kita ke Ruangan Dokter Tasya aku sudah tidak sabar ingin melihat anakmu." Adi menggandeng tangan Rena. Mereka betjalan beriringan.
.
.
.
.
.
.
.Happy Reading
__ADS_1