
Sore itu Iwan pulang dari tempat nya bekerja, dia melajukan motor nya ke kontrakannya. Setelah sampai dia masuk dan langsung mandi. Setelah mandi Iwan mencari Rena di dapur tapi tidak ada. Kemudian mencari ke teras belakang. Dan ternyata Rena ada disana. "Sayang, kamu disini ? Aku mencarimu dari tadi."kata Iwan. Rena hanya tersenyum. Kemudian berdiri ingin masuk ke dalam rumah karna hari sudah hampir gelap.
"Sayang, nanti aku mau ke rumah bapak, boleh kan ? Bapak memintaku datang kesana entah ada apa." Iwan mencoba meminta ijin pada Rena.
Rena menghentikan langkahnya dan menengok ke arah Iwan. "Pergi lah, memang nya aku pernah melarang mu untuk menemui orang tuamu? kata Rena.
"Kok kamu ngomong nya gitu sih ? Ya kan kali aja pelan pelan mereka mau menerima kamu sayang." jawab Iwan.
"Memang nya kamu mau mengajak ku ?" Tanya Rena lagi.
"Ma maaf sayang, aa aku belum bisa mengajak mu bapak dan ibu melarang ku."jawab Iwan sambil menunduk.
__ADS_1
Iwan malu pada Rena karna sampai saat ini Iwan belum bisa meyakinkan orang tuanya untuk menerima Rena.
"Meskipun kamu ajak, aku juga tidak akan mau mas. karna aku tidak mau di hina dan di rendah kan lagi."ucap Rena
"Segera lah bersiap dan pergilah, mungkin orang tuamu ingin mencarikan istri yang lebih baik dari aku." kata Rena lagi. Entah mengapa kata kata itu keluar begitu saja dari bibir Rena. "Apa yang aku ucap kan barusan ? kenapa aku bisa berfikir buruk seperti itu. Tapi jika di fikir memang benar tidak mungkin mas Iwan tidak mau jujur jika tidak ada hubungannya dengan wanita, dan jika di ingat dulu orang tuanya ingin menikah kan mas Iwan dengan wanita pilihan mereka." Ucap Rena dalam hati.
Iwan hanya diam. "kenapa kata kata Rena begitu mengena ? Dari mana dia bisa tahu?" ucap Iwan dalam hati.
Iwan masuk ke kamar dan bersiap akan datang ke rumah orang tuanya. Dia melihat Rena duduk melamun. Iwan mendekati Rena,dan membelai rambut Rena.
"Mas cuma pergi sebentar kok, tidak akan lama. Kamu jangan berfikiran buruk ya tidak baik untuk kehamilan mu." ucap Iwan lembut.
__ADS_1
" Terserah kamu mas, mau sebentar mau kamu lama itu bukan urusan ku." jawab Rena sambil menepis tangan Iwan yang hendak mengelus perut nya.
"Rena !! Kamu kenapa sih ? Aku hanya ingin ke rumah orang tua ku." iwan mulai marah.
"Iya pergi lah ke rumah orang tua mu, memang nya siapa yang melarang." jawab Rena. "Aku hanya merasa akan ada sesuatu yang terjadi dalam rumah tangga kita. Entah apa itu yang jelas perasaanku begitu resah, terlebih suami ku pun tidak mau jujur pada ku." ucap Rena lirih sambil mengusap air mata yang mulai menetes.
"Terserah kamu saja lah, yang jelas aku akan tetap pergi ke rumah orang tua ku." ucap Iwan sambil berlalu meninggalkan Rena.
"Seharusnya kita bisa saling terbuka mas, bukan seperti ini.Apalagi kamu sekarang jadi lebih mudah marah mas, entah sudah berapa kali kamu membentak ku selama kita menikah." ucap Rena dalam hati.
Yaa hati wanita begitu lembut, hati wanita akan mudah terluka apalagi jika mendapat perlakuan kasar mungkin selamanya luka itu akan membekas dalam hati wanita. Meskipun dia memaafkan tapi dia tidak akan pernah lupa jika di hatinya pernah ada goresan luka.
__ADS_1
Happy reading...