
Iwan telah sampai di rumah kontrakan nya dia segera turun dari mobil dan berlari masuk menuju kamar nya. Iwan melihat Rena yang duduk di tepi ranjang dan menangis. Iwan mendekati Rena dan duduk berjongkok di depan Rena.
Rena membuang muka nya dia jijik melihat wajah Iwan. Iwan ingin memeluk Rena tapi Rena berontak dia tidak ingin laki laki itu menyentuh nya.
"Jangan sentuh aku , pergi ! menjauh dari ku."Teriak Rena.
"Rena, sayang jangan seperti ini. Iya aku salah aku ingin minta maaf pada mu. Maaf kan aku sayang." ucap Iwan dengan suara parau. Dia ikut menangis melihat Rena yang jijik pada nya.
Iwan tetap mendekat dan akan menyentuh Rena, tapi Rena segera menepis tangan Iwan.
"Jangan sentuh aku !!" Rena benar benar jijik pada Iwan.
Rena menjauh dari Iwan dia mengambil tas nya dan memasuk kan pakaian nya ke dalam tas, tapi Iwan dengan cepat membuang tas itu. dan menarik paksa Rena ke dalam pelukan nya.
Rena berontak tidak ingin Iwan memeluk nya. Dia mendorong tubuh Iwan. "Aku jijik pada mu Iwan, jangan sentuh aku dan biarkan aku pergi."Rena berteriak marah.
__ADS_1
"Plakkk.. " Satu tamparan keras mendarat di pipi Rena. Iwan melotot ke arah Rena. "Aku tidak mengijinkan kamu pergi!" Iwan marah pada Rena.
Rena merasakan panas di pipi nya dan mengeluarkan darah di sudut bibir nya. Air mata Rena kembali menetes. Sungguh tidak hanya sakit hati yang dia dapat tapi juga kekerasan fisik.
Rena berlari ingin keluar dia sudah tidak tahan dengan semua ini tapi Iwan dengan cepat menarik tangan Rena. "Mau ke mana kamu? tidak akan aku biar kan kamu pergi dari sini." ucap Iwan dengan mimik wajah yang menakut kan.
Rena terus berusaha melepas tangan nya. Dia berontak dan ingin lari. Iwan geram dia menarik rambut Rena dan kemudian mendorong tubuh Rena hingga terbentur dinding dan terjatuh di lantai.
"Aahhh... Aduuuuuh sakit sekali perut ku.!" Rena berteriak kesakitan.Terlihat ada darah yang mengalir di antara kedua kaki Rena.
Iwan yang melihat Rena seperti itu diam mematung dia sungguh tidak sadar dengan apa yang dia lakukan barusan. Nafas Iwan naik turun jantung nya berdegup kencang.
Iwan segera berlari ke arah Rena meraih tubuh Rena. "Rena sayang, bangun sayang. "Ucap Iwan sambil menepuk nepuk pipi Rena. "Sayang sadar lah, maaf kan aku sayang." ucap Iwan sambil menangis. Dia memeluk tubuh Rena. Menangis sesenggukan.
Iwan mengangkat tubuh Rena dan membawa nya masuk ke dalam mobil. Iwan membaringkan tubuh Rena di kursi penumpang. Iwan segera duduk di belakang kemudi dan bergegas menuju Rumah Sakit.
__ADS_1
"Renaa.. sayang bangun lah, sadar lah sayang." ucap Iwan yang sesekali menengok ke belakang. Iwan terus menangis menyesali perbuatan nya.
"Hhaaahh !! Aku bodoh, aku jahat, aku menyakiti istri dan anak ku. Laki laki macam apa aku ini."Ucap Iwan menyalah kan diri nya.
Beberapa saat kemudian Iwan telah sampai di Rumah Sakit XXX dia segara meminta bantuan perawat untuk menolong Rena. Rena di bawa masuk ke ruang UGD. Iwan terus menangis dia terduduk di lantai dan keramas rambut nya sendiri.
Iwan mengambil hp nya di saku celana nya dia menghubungi orang tua Rena. Iwan memberi tahu orang tua Rena jika Rena pendarahan dan masuk Rumah Sakit. Orang tua Rena kaget dan memutuskan pulang hari itu juga. dan meminta alamat Rumah sakit tempat Rena di Rawat.
.
.
.
.
__ADS_1
.Happy reading...