Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 50.


__ADS_3

Rena yang tersenyum sambil terus memandang dirinya dalam pantulan cermin. Bu Susi masuk ke kamar Rena. "Ya Allah nak... Kamu cantik sekali Rena.."Ucap Bu Susi. Teruslah berpakaian seperti ini dan semoga kamu bisa istiqomah dengan hijab mu nak." Bu Susi menarik Rena dalam pelukan nya.


"Ya Allah terima kasih telah kau kembalikan senyum putri Ku dan telah kau buka kan pintu hati nya sehingga dia kembali mendekat pada Mu Ya Rabb..."Bu Susi menangis terharu.


"Ibu jangan menangis, Terima kasih ibu selalu mendoakan Rena." Ucap Rena sambil tersenyum.


Sore itu Rena di temani ibu nya datang ke makam. Rena berjalan di belakang mengikuti ibu nya. Dan Bu Susi berhenti di sebuah makam kecil, batu nisan bertuliskan nama Fahmi disana.


Rena menatap ibu nya. " Bu ini.." Belum sempat Rena melanjutkan kata kata nya, Bu Susi sudah mengangguk. Ya ini adalah kali pertama Rena mengunjungi makam bayi nya.


Rena terduduk, mata nya mulai panas dan tetes demi tetes air mata itu mulai jatuh membasahi pipi Rena. Perlahan Rena mengusap batu nisan itu. "Assalamualaikum nak, Bunda datang sayang... Maaf baru menengok mu nak..Adek bobok yang tenang ya sayang.. Tunggu Bunda di surga. Bunda janji akan selalu tersenyum dan bahagia seperti permintaan Adek."Ucap Rena lalu mencium nisan kecil itu.


Rena mengusap air mata nya, dia menabur bunga yang tadi dia bawa kemudian mengirim do'a untuk bayi nya. Bu Susi juga ikut mengirim do'a. Setelah selesai berdoa mereka pulang ke rumah. Hati Rena sudah merasa sedikit tenang sekarang.

__ADS_1


Setelah sampai di rumah Rena segera masuk dan mengambil air wudhu dia ingin melaksanakan sholat ashar. Setelah sholat Rena teringat Alqur'an yang di beri oleh kakek nya dulu. Dia bergegas mengambil nya.


"Ya Allah.. ampuni aku yang telah melupakan mu. Sudah lama sekali aku tidak membuka Alqur'an ini. "Ucap Rena sambil membuka alquran itu dan tanpa terasa air mata nya kembali menetes.


Rena kemudian mengaji setelah selesai dia meletakkan alqur'an tadi di tempat nya dan melepas mukenanya dan melipat nya kembali. Saat akan keluar kamar Rena mendengar suara pintu di ketuk.


"Tok tok tok.. permisi..!" Rena segera keluar dan membuka pintu. Ternyata seorang kurir yang datang. "Maaf, benar ini rumah mbak Rena Susanti ?" tanya kurir itu.


"Iya benar, saya orang nya.. Ada apa ya pak ?"Tanya Rena.


Ternyata isinya adalah sebuah surat cerai dan sebuah undangan resepsi pernikahan Iwan dan Sinta. Yang di kirim oleh pihak keluarga Iwan.


"Alhamdulillah akhirnya aku resmi menjadi janda, setidak nya aku punya status yang jelas daripada aku harus hidup dengan suami pengkhianat dan menjijikkan."Ucap Rena dalam hati. Rena mengusap air mata nya. Tidak munafik jika Rena merasa sedih . Tapi itu mungkin jauh lebih baik daripada harus terus menderita.

__ADS_1


"Undangan.. jadi mereka akan menggelar resepsi pernikahan minggu depan? Baik lah.. Aku akan datang.. Setidak nya mereka harus tahu jika aku masih baik baik saja dan akan senang hati memberi restu untuk mereka." ucap Rena mantap.


.


.


.


.


..


.

__ADS_1


.Happy Reading.....


__ADS_2