Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 52


__ADS_3

Hari ini adalah hari resepsi pernikahan Iwan dan Sinta, Acara itu di adakan di sebuah gedung mewah yang telah di sewa oleh keluarga Sinta. Terlihat begitu megah dan indah iya acara resepsi itu memang di gelar secara mewah dan meriah.


Sinta yang tengah di rias oleh MUA terkenal nampak begitu cantik dan anggun dengan balutan gaun pengantin berwarna putih.


Iwan yang nampak begitu tampan dengan stelan jas nya berjalan ke arah Sinta. "Sinta aku ingin bicara pada mu sebentar." ucap Iwan setengah berbisik di telinga Sinta.


"Eem bicara apa mas ? aku sebentar lagi selesai, apa kamu bisa menunggu ku dulu." jawab Sinta.


Iwan tidak menjawab dia hanya segera berlalu dan kembali duduk di sofa kamar. Iwan menyandarkan kepala nya di sofa. Mata nya menatap ke langit langit kamar nya.


"Kenapa semalam aku bermimpi anak kecil datang pada ku dengan raut muka yang begitu ceria tapi ketika melihat Sinta dia terlihat begitu marah. Siapa anak kecil itu ?" batin Iwan.


Sinta yang telah selesai di rias berjalan mendekati Iwan. Dia duduk di samping Iwan yang tampak melamun. Sinta mengusap pipi Iwan perlahan. "Kenapa melamun sayang? kamu tidak bahagia hari ini acara resepsi pernikahan kita. Semua orang akan tahu kalau kamu adalah suami ku. Aku sangat mencintai mu mas."Ucap Sinta sambil memandang wajah Iwan.


"Sinta, aku semalam bermimpi aneh. Aku mimpi ada anak kecil datang pada ku tapi ketika melihat mu dia seperti marah dan ketakutan." kata Iwan sambil menatap Sinta.


"Ya ampun mas, jadi kamu ingin bicara pada ku cuma soal mimpi ? Aku kira da hal penting apa. Namanya mimpi kan hanya bunga tidur." ucap Sinta santai.


"Tapi Sinta, aku menjadi tak enak hati, siapa anak itu. Apakah dia putra ku dengan Rena ?" Iwan berkata lirih.


"Udah lah mas nggak usah di pikirin. Itu hanya bunga tidur. Besok setelah acara resepsi pernikahan kita selesai kita ke makam anak mu." ucap Sinta.

__ADS_1


Kemudian mereka bersiap untuk keluar karna acara akan segera di mulai dan para tamu undangan sudah banyak yang datang.


Rena yang berada di rumah nya tampak bingung akan mengenakan baju yang mana saat datang ke acara resepsi pernikahan Iwan dan Sinta. Bu Susi tersenyum melihat tingkah Rena.


"Rena boleh ibu masuk nak."Tanpa menunggu jawaban Rena Bu Susi langsung masuk.


Bu Susi memberikan sesuatu pada Rena. "Apa ini bu?" Tanya Rena. "Bukalah sayang." jawab Bu Susi lembut.


Rena tersenyum dan memeluk ibu nya. "Ibu, ini cantik sekali gaun panjang untuk wanita muslimah.. Sungguh luar biasa cantik. Ibu dapat dari mana ? Apakah ini untuk Rena Bu ?" tanya Rena yang nampak begitu senang.


"Iya sayang, pakai lah." ucap Bu Susi. Rena segera mengenakan pakaian itu, dia berdiri di depan cermin. Sesekali Rena tersenyum, pakaian itu pas sekali d tubuh Rena.


"Kamu cantik sekali nak, cocok sekali kamu memakai nya."Bu Susi begitu puas karna baju yang dia beli begitu pas dan cantik di pakai Rena.


"Anak ibu cantik sekali, kalau seperti ini kamu terlihat seperti masih gadis nak." goda Bu Susi.


"Aah ibu bisa saja." Rena terlihat malu malu karna terus di puji ibu nya.


"Pak pak, Toni kesini kalian." teriak Bu Susi.


Pak Naryo dan Toni segera datang mendekati Bu Susi. "Ada apa Bu ,?" tanya Pak Naryo. "Iya ada apa bu ?" Toni ikut bertanya.

__ADS_1


"Lihat lah anakmu pak, dia cantik sekali kan?" kata Bu Susi.


Pak Naryo tersenyum dan mendekati Rena pak Naryo memeluk Rena. "Kamu cantik nak, semoga kamu bisa istiqomah dengan hijabmu." kata pak Naryo. Rena tersenyum dan memeluk erat bapak nya.


"Cie cie yang mau kondangan ke tempat mantan.. jangan cantik cantik buuukk ntar laku loohh.." ucap Toni menggoda Rena.


"Dasar nakal, selalu kamu menggoda mbak mu. Udah sana siap siap. Anterin mbak kamu." perintah Bu Susi pada Toni. "Siap buuu..." jawab Toni dan segera bersiap untuk mengantar Rena ke acara resepsi Iwan Dan Sinta.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.Happy Reading....


__ADS_2