Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 78


__ADS_3

Tidak terasa sudah tiga bulan Rena menjalani rumah tangga bersama Dokter Adi. Terkadang Rena juga datang ke rumah sakit tempat Dokter Adi bekerja hanya untuk sekedar mengantar makan siang jika Dokter Adi sedang ber dinas pagi.


Hari itu Dokter Adi sedang libur, Dia sedang menikmati waktu senggang nya bersama Rena di teras belakang rumah Bu Sarah.


Sementara Bu Sarah, dia sedang berkunjung ke rumah saudara nya di luar kota untuk beberapa hari.


"Mas.. Aku rindu sekali dengan bapak dan ibu di kampung. " ucap Rena pada suaminya.


"Mau kesana sayang ?" Tanya Adi pada Rena.


"Emm, mau sih mas.. Tapi apa mas tidak sibuk ?" Ucap Rena.


"Ya sudah, bersiaplah sekarang mumpung masih pagi. Kita berangkat sekarang ya sayang." Adi berkata sambil mengusap lembut kepala isteri nya.


Rena tersenyum bahagia dan segera masuk ke dalam rumah untuk bersiap. Setelah selesai, mereka segera berangkat.


Sementara Sinta yang kehamilan nya sudah menginjak delapan bulan, dia terpaksa di larikan ke rumah sakit karena mengalami pendarahan. Sinta merasa sakit yang amat sangat di perut nya. Iya semenjak pindah ke rumah orang tuanya Sinta memang kerap bolak balik ke rumah sakit karena kandungan nya yang sangat lemah.


Sinta yang sedang kesakitan dia terus menangis dan menggenggam tangan ibu nya. "Bu , Sinta mohon cari Rena. Sinta ingin bertemu dan meminta maaf pada Rena. Tanyakan pada orang tuanya di mana Rena sekarang. Sinta ingin bertemu bu." ucap Sinta sambil menahan rasa sakit.


"Iya, nak ibu akan suruh orang untuk datang ke rumah Rena dan menanyakan pada orang tua nya dimana Rena. Tapi kamu sabar ya, kamu harus kuat ya sayang." Mereka berdua menangis.


Dokter masuk ke ruangan Sinta dan memberitahukan bahwa Sinta harus menjalani operasi ceasar. Mengingat kondisi Sinta yang semakin melemah. Mereka harus segera menyelamatkan nyawa Sinta dan bayi nya.


Keluarga Sinta segera mengurus administrasi untuk persiapan operasi setelah semua siap, Sinta di bawa ke ruang operasi.

__ADS_1


Setelah beberapa jam kemudian Operasi selesai. Perawat membawa bayi Sinta keluar menuju ruang perawatan bayi. Orang tua Sinta segera bertanya keadaan cucu dan anak nya.


"Cucu bapak dan ibu laki laki. Tapi maaf karena prematur jadi harus segera di bawa ke ruangan khusus bayi prematur. Dan ibu Sinta keadaan nya masiih sangat lemah dan belum sadar kan diri." ucap perawat itu.


Sementara Rena dan Adi telah sampai di kampung. Bu Susi dan Pak Naryo merasa terkejut karena Anak dan menantu nya datang tanpa memberi kabar. Mereka berpelukan melepas Rindu.


"Kenapa tidak bilang kalau mau datang hari ini ? Kan ibu bisa masak kesukaan kalian." ucap Bu Susi.


"Kami sengaja datang ingin memberi kejutan bapak dan Ibu." ucap Adi sambil tersenyum.


"Ya sudah ayo masuk." kata pak Naryo.


"Pak, bu siapa itu ?" tanya Rena yang melihat ada seorang tamu laki laki yang sedang duduk di dalam rumah mereka.


Mereka masuk ke dalam rumah. Dan duduk di ruang tamu.


"Apakah ini mbak Rena, pak ?" Tanya orang itu pada Pak Naryo.


"Iya, dia Rena puteri ku." jawab Pak Naryo.


"Alhamdulilah, saya bisa bertemu mbak Rena disini. Perkenalkan mbak saya Anto, saya sepupu Sinta yang di suruh untuk mencari mbak Rena." ucap orang itu.


Rena dan Adi saling menatap. Lalu Rena bertanya pada orang itu.


"Mencari saya ? maaf ada apa ya pak ?" taanya Rena penasaran.

__ADS_1


"Saya mohon, mbak Rena mau ikut saya ke rumah sakit tempat Sinta di rawat. Dia sedang kritis mbak dan siang tadi menjalani operasi caesar karena pendarahan dan yah selama hamil dia dan kandungan nya sangat lemah apalagi semenjak bercerai dia jadi murung dan kondisi nya semakin lemah, sehingga sering kluar masuk rumah sakit." Anto bercerita Pada Rena.


"Astagfirllah,, Jadi Sinta dan Iwan bercerai ?" tanya Rena.


"Iya mbak, Iwan ketahuan selingkuh dan Sinta memutuskan untuk menceraikan nya. Mbak, Saya mohon mbak Rena mau ya datang ke rumah sakit untuk menemui Sinta, dia sangat ingin bertemu mbak Rena." Anto berharap Rena mau menemui Sinta.


"Baik lah, saya akan ke rumah sakit untuk menemui Sinta." Rena menjawab sambil tersenyum. Adi menggenggam tangan Rena dan tersenyum pada nya.


...


.


.


..


..


..


.


..


.Happy Reading..

__ADS_1


__ADS_2