
Sudah tiga malam berturut turut setiap tengah malam Rena selalu mendapat pesan yang sama dan dari nomor yang sama. Dan anehnya setiap Rena membalas dan bertanya apa maksud pesan itu tidak ada jawaban dari si pengirim pesan itu.
Rena yang merasa penasaran akan berangkat ke alamat itu nanti setalah Iwan berangkat. Dan pagi itu pukul 9 pagi Iwan berangkat dan berpamitan akan menuju tempat kerja nya yang baru.
Rena mengiya kan dan setelah Iwan berangkat, Rena segera bersiap dia mandi dan berganti pakaian kemudian dia memesan ojek online.
Iwan telah sampai di rumah nya dengan Sinta, Sinta telah berada di depan rumah menunggu nya dan tersenyum cantik pada Iwan.
Iwan segera turun dari mobil dan menghampiri Sinta.
"Mas, aku merindukan mu." ucap Sinta yang langsung memeluk Iwan.
"Kan setiap hari bertemu masak rindu terus ?" jawab Iwan.
"Ya iya lah.. tiap hari bertemu tapi tiap malam kamu tinggal dengan istri tua mu."ucap Sinta sambil mengerucutkan bibir nya.
Iwan tersenyum pada Sinta. "Ya sudah aku mau berangkat ke perkebunan dulu ya."Pamit Iwan pada Sinta.
"Jangan mas, hari ini kamu di rumah aja ya, temani aku... Aku mau mas.." ucap Sinta manja.
__ADS_1
Iwan tersenyum dan mereka berjalan menuju kamar depan kamar mereka berdua. Sinta yang begitu agresif dia mencium Iwan dan menggoda Iwan. Mereka melakukan pemanasan dengan saling meraba dan saling menciumi hingga Sinta merasa tidak tahan dan menyuruh Iwan segera melakukan penyatuan mereka.
Mereka terus mendesah menikmati pergulatan mereka dan di saat yang sama Rena telah sampai di alamat yang sesui dengan pesan yang dia dapat.
Ya di rumah Sinta. Rena segera turun dan masuk ke halaman rumah itu karna pagar terbuka. Rena terkejut saat melihat mobil yang di bawa Iwan terparkir di halaman rumah itu.
"Ini kan mobil yang di bawa mas Iwan."batin Rena. Karna penasaran Rena menuju pintu rumah itu yang terbuka dan saat akan mengetuk pintu, samar samar Rena mendengar suara desahan Sinta dan Iwan.
Dan beberapa kali Sinta menyebut nama Iwan, membuat Rena semakin penasaran dan jantungnya berdegup kencang, perlahan Rena masuk dan suara itu semakin jelas terdengar.
"Mungkin kah yang di dalam itu benar benar mas Iwan suamiku ?" Batin Rena sambil mengusap dadanya dan menangis.
"Isi pesan itu ? Siapa pengirimnya ?" Rena semakin penasaran.
Suara Iwan dan Sinta terdengar begitu nyaring di telinga Rena dan Rena memberanikan diri membuka pintu itu.
"Brakk... "pintu terbuka.
Rena menutup mulutnya dan menangis histeris betapa terkejutnya dia melihat suami yang sangat di cintai nya berada dalam pelukan wanita lain tanpa sehelai benang pun dan sedang melakukan hubungan suami istri. Di depan matanya.
__ADS_1
Iwan begitu terkejut dan segera turun dari ranjang dan mencoba memakai pakaian seadanya. mengambil celana pendek nya dan mengenakannya sembarang.
Sinta menarik selimut menutupi tubuh polosnya dia tersenyum tipis. Umpan nya masuk dengan sempurna.
"Rena, Sayang." Iwan mendekati Rena.
Rena terus menangis histeris dia menepis tangan Iwan yang hendak menyentuh nya.
Rena mengelus perutnya kakinya terasa lemas. Dadanya begitu sesak. Rena mencoba berpegangan pada pintu. Rasanya dia ingin terjatuh karna tubuh nya benar benar lemas. Rena memukul dada nya sendiri sungguh sakit sekali rasa nya. Air mata Rena terus mengalir begitu deras.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.Mewek loh authornya nulis ini...
Happy Reading....