
Hari itu Iwan yang sengaja ingin menjemput Rena dari Rumah sakit terkejut saat ruang rawat Rena sudah di isi oleh pasien lain.
"Mas, kamar nya sudah di tempati orang lain apa mereka sudah pulang ya ?" Tanya Sinta yang ikut ke Rumah Sakit.
"Kita tanya perawat dulu." jawab Iwan. Mereka lalu bertanya pada perawat dan memang benar Rena dan orang tuanya sudah pulang.
"Apa Rena pulang ke kontrakan ya ?" gumam Iwan dalam hati. Dia segera menuju parkiran dan masuk ke dalam mobil bersama Sinta dan menuju rumah kontrakan nya .
"Mas kita mau kemana?" tanya Sinta pada Iwan yang dari tadi diam dan fokus menyetir.
"Ke kontrakan ku, aku ingin lihat apakah Rena pulang kesana." Jawab Iwan tanpa menoleh pada Sinta.
"Kamu khawatir banget ya mas sama Rena ?"Tanya Sinta sambil menundukkan pandangan nya.
"Apa maksud mu ? jelas lah aku sangat mengkhawatirkan Rena karna dia istri ku. Dan aku mencintai dia, Dan aku sangat menyesal telah menyakiti dia dan membuat nya menderita apalagi membuat anakku meninggal." jawab Iwan sambil mengusap air mata yang mulai menetes di pipi nya.
"Lalu apakah kamu mencintai ku mas ?" Tanya Sinta. Iwan menoleh pada Sinta dia bingung mau menjawab apa pada Sinta. "Entah lah Sinta, aku juga bingung dengan perasaanku pada mu."Jawab Iwan.
Tampak sekali raut wajah kecewa dari Sinta.
__ADS_1
"Aku akan membuat mu jatuh cinta padaku Iwan." ucap Sinta dalam hati.
Beberapa saat kemudian mereka telah sampai di rumah kontrakan Iwan. Ternyata rumah itu sepi. Iwan dan Sinta turun dari mobil.
"Sepi sekali berarti Rena pulang ke rumah orang tua nya." Iwan berkata lirih. Sinta hanya diam saja. "Ayo kita ke rumah Rena, aku ingin tahu keadaannya." ucap Iwan pada Sinta.
Mereka berdua berangkat ke rumah Rena sepanjang perjalanan mereka saling diam. Sinta yang diam karna merasa kecewa pada Iwan. Sedangkan Iwan diam karna pikiran nya hanya tertuju pada Rena.
Sesampainya di rumah Rena mereka turun. Iwan mengetuk pintu dan mengucap salam. Pintu terbuka dan Bu Susi yang membuka pintu. Iwan tersenyum dan menyalami Bu Susi.
"Rena ada bu ? tadi Iwan ke rumah sakit tapi kata perawat Rena sudah pulang." ucap Iwan Ramah.
Mereka masuk ke dalam rumah. Bu Susi menyuruh Iwan dan Sinta duduk.
"Rena sedang ber istirahat dia masih begitu lemah. Biar kan saja dia istirahat. Ibu ingin dia segera sehat. Oh iya ibu ingin bertanya tentang biaya Rumah Sakit apa kalian yang membayar nya ? Berapa tagihan nya biar kami mengganti uang kalian."kata Bu Susi.
"Tidak perlu bu, Itu Sinta yang membayar sebagai permintaan maaf Sinta pada Rena. Ibu tidak perlu mengganti nya."Ucap Sinta yang merasa bersalah.
"Sebenarnya kamu anak baik Sinta, kamu masih mau mengakui kesalahan mu. Tapi saran ibu, jangan selalu menggunakan hartamu untuk meraih apa pun yang kamu ingin kan. Karna itu tidak akan membuat mu terlihat hebat tapi kamu akan terlihat sebagai seseorang yang curang. Itu memalukan." Ucap Bu Susi yang begitu menusuk hati Sinta.
__ADS_1
Sinta tertunduk malu. "Maaf bu, hanya maaf yang bisa Sinta ucap kan. Sinta harap Rena mau memaafkan Sinta."
"Bu apa boleh Iwan menemui Sinta ?" Iwan ingin menemui Rena.
"Ibu tidak mengizinkan kamu menemui Rena, biar kan dia istirahat. Biar kan dia pulih sehat seperti sedia kala. Doakan saja dia segera sembuh, juga sembuh dari luka hati yang sudah kamu buat Iwan. Segera urus perceraian kalian." ucap Bu Susi mantap.
.
.
.
.
.
.
.Happy Reading...
__ADS_1