
Iwan yang tidak punya tempat tinggal juga tidak punya arah dan tujuan, dia duduk di sebuah pos ronda. Dia meratapi nasib nya.
"Aku sudah seperti gembel saja. Semua terjadi memang karena salah ku. "Iwan mengusap wajah nya kasar.
Iwan tiba tiba teringat lagi dengan Rena. "Rena ternyata sebentar lagi kamu akan menikah. Kenapa sakit sekali hati ku mendengar kamu akan menikah. Maafkan aku Rena jika saja aku tidak melakukan kesalahan itu, mungkin saat ini kamu masih menjadi milikku dan merawat anak kita bersama." ucap Iwan sambil mengusap air matanya.
Seminggu telah berlalu dan hari ini adalah hari pernikahan Rena dengan Dokter Adi.
Rena sedang di rias oleh MUA terkenal pilihan Bu Sarah. Sementara Adi ada di kamar lain juga sedang bersiap. Adi nampak sangat tampan dengan stelan jaz putih senada dengan gaun Rena.
Semua orang tampak sibuk dan sudah banyak tamu dan sanak keluarga Bu Sarah yang datang untuk menyaksikan pernikaha Dokter tampan itu. Semua terlihat bahagia. Terutama Bu Sarah, Bu Susi, Pak Naryo dan Toni, rona bahagia tampak jelas di wajah mereka. Rumah Bu Sarah telah di sulap menjadi sebuah rumah dengan dekorasi yang sangat indah dengan nuansa putih dan dihiasi bunga bunga yang cantik..
Rena tampak sangat cantik dengan riasan yang menawan hasil karya MUA pilihan Bu Sarah. Dan juga terlihat begitu anggun dengan balutan gaun putih dan hijab pengantin yang begitu menawan.
Sementara Adi, dia menatap ke luar jendela. Dia menarik nafas dan menghembuskannya perlahan. "Entah pernikahan apa ini.. Aku tidak mencintai Rena tapi juga tidak bisa menolak kemauan ibu ku." Ucap Adi lirih.
"Rita.. sayangku, maafkan aku jika aku harus menikah lagi. Aku mencintai mu." Adi mengusap air mata nya..
"Mas,, aku bahagia.. Sangat bahagia karena kamu telah menemukan cinta sejati mu.. Rena dia lah cinta sejatimu dia lah kebahagianmu.. Aku mencintaimu sayangku." Suara itu begitu jelas terdengar di telinga Adi. Adi yang tersadar segera mencari sumber suara itu. Dia menengok ke sekeliling tapi tidak ada siapapun. "Rita kamu kah itu sayang, suaramu yang lembut selalu ter ngiang di telingaku. Kamu ada di dekat ku menyaksikan pernikahanku ? Maaf kan aku sayang." ucap dokter Adi.
Seseorang datang dan mengetuk pintu kamar Adi, ya Dia adalah Bu Sarah yang memberitahu jika acara akan di mulai dan mereka harus segera berangkat ke masjid tempat mekaksanakan ijab qobul.
__ADS_1
Mereka semua telah berada di masjid. Adi duduk di depan penghulu. Acara ijab qobul di mulai. Terdengar suara ramai "Sah" dan Rena di dampingi Bu Susi berjalan mendekat dan duduk di samping Adi. Rena mencium tangan Adi. Dan Adi mengecup kening Rena. Mereka bertukar cincin. Bu Sarah dan Bu Susi tampak menangis bahagia begitu pula pak Naryo. Dia memeluk dan mencium putri nya.. "Do'a dan restu bapak menyertai mu nak.. Semoga kamu selalu bahagia. Kamu harus patuh dan hormat pada suami mu. Bapak menyayangi mu." ucap Pak Naryo.
Rena hanya mengangguk dan berusaha tersenyum di sela isak tangis nya. Dia tidak bisa berkata apa apa.
Pak Naryo juga memeluk Adi, menantu nya. "Terima kasih ,nak. Bapak titip Rena ya. Do'a dan restu bapak selalu untuk kalian." Pak Naryo menepuk pelan bahu Adi.
"Insyaallah pak, Adi akan selalu menjaga Rena." jawab Adi.
Bu Susi juga memeluk Rena. "Selamat ya nak, Doa dan restu ibu selalu bersama mu. ibu menyayangi mu." ucap Bu Susi. Rena mengangguk. "Terimakasih bapak dan ibu selalu menyayangi Rena. Rena juga sayang kalian." ucap Rena.
Bu Sarah dan Adi berpelukan. "Terima kasih nak, kamu berikan kado terindah diulang tahun ibu. Ibu bahagia, jadilah imam yang baik untuk istrimu nak, sayangi dia, cintai dia sepenuh hatimu.
"Ibu, selamat ulang tahun. Adi menyayangi ibu." ucap Adi sambil mencium kening Bu Sarah.
"Ibu, selamat ulang tahun. Rena sayang ibu dan insyaallah Rena akan berusaha menjadi istri yang baik untuk Mas Adi." ucap Rena sambil tersenyum.
Adi juga memeluk bu Susi. "Selamat ya nak, Ibu titip Rena, doa dan restu ibu selalu bersama kalian." Bu Susi mengusap punggung Adi.
Adi terlihat menangis dia merasa punya tanggung jawab baru dimana Bu Susi dan Pak Naryo menitipkan Rena untuk dia jaga.
Toni mengusap air mata nya, dia tersenyum menatap Rena. Tangan Toni merentang dan Rena segera berlari berhambur ke pelukan Toni. "Selamat ya mbak, Toni bahagia sekali. Semoga pernikahan ini yang akan membawa mbak dalam kebahagiaan." Rena masih menangis terharu dipelukan Toni. Dia tidak menyadari jika Adi suaminya sudah ada di samping mereka dan tersenyum pada Toni.
__ADS_1
"Selamat ya mas, Toni titip mbak Rena. Semoga kalian selalu bahagia." Ucap Toni. Rena yang mendengar itu, dia melepas pelukannya pada Toni dan tersenyum pada Adi. Adi mengusap kepala Toni. " Insyaallah, mas akan jaga mbak mu dengan sepenuh hati." Ucap Adi pada Toni.
Adi menatap Rena dengan mata sendu nya tapi masih menampilkan senyum manis nya.
"Rena, kamu terlihat cantik dan anggun. Tapi mengapa aku belum bisa mencintai mu. Maaf kan aku Rena. Ya Allah jika Rena memang terbaik untukku maka jatuh cinta kanlah aku pada nya dengan cara yang indah." batin Adi.
Bu Sarah, Bu Susi dan Pak Naryo, mereka tak henti henti nya mengucap syukur pada Allah. Mereka sungguh bahagia menyaksikan pernikahan Adi dan Rena.
Mereka kembali ke rumah Bu Sarah dan acara di lanjutkan dengan resepsi yang mewah di mana akan di hadiri banyak tamu. Baik keluarga, teman teman se profesi Adi dan juga para tetangga dan kerabat mereka.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.Happy reading. jangan lupa like, comment dan vote ya.. Ooh iya Selemat menunaikan ibadaah puasa untuk teman2 yang menjalankan nya..