Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 68


__ADS_3

Hari itu Iwan kembali bertemu dengan Nadia di sebuah cafe. Iwan yang tidak menyadari kalau dari tadi ada yang mengikuti dan mengawasi setiap gerak gerik nya. Iwan dan Nadia nampak sedang bercanda dan sesekali mereka terlihat mesra. Setiap apa yang mereka lakukan telah di foto oleh orang suruhan Sinta.


Nadia yang hanya ingin memanfaatkan Iwan, dia mengajak Iwan pergi ke pusat perbelanjaan dia meminta di belikan tas dan baju baju mahal. Iwan menuruti apa yang Nadia minta. Setelah berbelanja mereka masuk ke dalam mobil dan Iwan ingin mengantar Nadia pulang.


Saat di dalam mobil, Iwan memasang sabuk pengaman Nadia tanpa sengaja pandangan mereka bertemu, lama mereka berpandangan. Hingga Iwan tanpa sadar mengusap bibir Nadia dan perlahan menciumnya. Mereka tidak menyadari jika kaca mobil mereka terbuka dan ada orang yang sedang mengawasi mereka.


Orang suruhan Sinta mengambil foto saat Iwan dan Nadia berciuman. Kemudian mengirim nya pada Sinta.


Sinta yang saat itu sedang beristirahat di kamar nya, dia meraih ponselnya yang berbunyi ada notifikasi pesan masuk. Sinta segera membuka nya dan alangkah terkejut nya dia dengan apa yang dia lihat.


"Iwan, kurang ajar mereka pacaran." Ucap Sinta sambil menangis. "Ya ampun apa ini kenapa Nadia temanku dan Iwan...."Sinta tidak dapat melanjutkan kata kata nya dia menangis tersedu sedu. "Tega sekali kamu Iwan, Kamu menyakiti ku padahal aku sudah memberikan semua yang aku miliki pada mu. Dan aku.. aku juga sedang hamil anakmu... Kenapa kamu tega Iwan? Kamu memanfaatkan kondisi ku yang lemah untuk mencari kesenangan di luar sana. Dan kenapa harus Nadia, Temanku...Kalian tidak punya hati." Ucap Sinta sambil menangis sejadi jadinya.


Tiba tiba Sinta merasakan sakit yang amat sangat di perutnya.."Aw.. Ahh perutku sakit sekali." Ucap Sinta sambil memegang perut nya. Kemudian Asisten rumah tangga Sinta yang mendengar teriakan Sinta segera masuk dan melihat majikan nya kesakitan dia segara memanggil supir dan membawa Sinta ke rumah sakit.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Sinta telah sampai di rumah sakit dan sedang di tangani dokter. Dia dan kandungan nya sangat lemah. Dokterenyarankan agar Sinta tidak stres dan harus bed rest total. Orang tua Sinta datang ke rumah sakit. Sinta meminta untuk tidak memberi tahu Iwan. Sinta benar benar marah dan kecewa, dia tidak mau lagi bertemu Iwan.


Iwan yang saat itu sampai di rumah dia merasa heran karena rumah sepi. Sinta juga tidak ada di kamar nya. "Kemana Sinta pergi ? Tidak biasanya dia pergi tanpa memberi tahu ku. Ah sebaiknya aku telpon dia." Ucap Iwan dalam hati.


Beberapa kali Iwan menelpon tapi nomor Sinta tidak aktif. Iwan menyerah dan memilih meletak kan ponsel nya dan dia bergegas ke kamar mandi untuk mandi.


Setelah mandi Iwan merebahkan tubuh nya di ranjang dia mencoba menghubungi Sinta kembali tapi tetap tidak aktif. Hingga Iwan akhirnya tertidur.


Sinta yang sudah merasa sedih dia memutuskan menghubungi pengacara nya untuk membantu mengurus perceraian nya dengan Iwan. Sinta juga menyuruh orang orang nya untuk menarik semua fasilitas yang di berikan pada Iwan dan orang tua Iwan.


"Nak, kamu yakin dengan keputusan mu ?" Tanya ibu Sinta.


"Sinta yakin bu, hati Sinta sakit sekali. Seperti ini rasanya di khianati. Sakit bu sakit. Mungkin ini yang Rena rasakan dulu. Sinta menyesal bu.. Apa ini karma untuk Sinta buuu ?" Ucap Sinta sambil menangis di pelukan ibu nya.

__ADS_1


"Tenangkan hati mu nak, ingat kamu sedang hamil. Kamu tidak boleh stres.. Ada ibu di sini sayang." Ucap Ibu Sinta.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.Happy reading..


__ADS_2