Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 87


__ADS_3

Tiga bulan telah berlalu dan kandungan Rena telah berusia sembilan bulan. Ada rasa was was juga rasa tidak sabar menunggu kelahiran sang buah hati.


Tengah malam Rena terbangun dia menengok ke samping tetapi Adi tidak ada di samping nya. " Kemana mas Adi ?" tanya Rena pada diri nya sendiri. Dia melirik jam dinding yang menunjuk kan pukul satu dini hari.


Rena turun dari ranjang dan mencoba mencari suaminya. "Di kamar mandi tidak ada, kemana mas Adi ya ?" Rena keluar kamar ingin mencari suaminya. Saat baru saja hendak membuka pintu, tiba tiba pintu terbuka dan Rena sedikit tersenggol pintu. "Aahh,, Ya Allah !!" Rena hilang keseimbangan dan hampir jatuh untung saja Adi dengan sigap menangkap tubuh Rena.


"Ya Allah sayang.. kamu tidak apa apa ? Apa perut mu sakit ? Kita ke Rumah sakit sekarang." ucap Adi yang khawatir.


"Mas, aku nggak apa apa kok. Orang nggak jadi jatuh, kan di peluk sama kamu." Ucap Rena.


"Sayang mas takut, apa perlu mas telfon dokter Tasya ? Ah tidak tidak kita ke Rumah Sakit saja sekarang." Ucap Adi yang hendak menggendong tubuh Rena.


"Dokter Adi, suamiku, sayangku... Aku tidak apa apa loh.. Coba pegang perutku. Anakmu masih bergerak aktif ini lohh." Rena berkata sambil menarik tangan suaminya dan meletakkan nya di atas perut.


Adi tersenyum dan menggendong Rena ke atas Ranjang. Adi mengusap dan menciumi perut Rena. Rasa khawatir dan ketakutan perlahan menghilang saat merasakan gerakan dari dalam perut Rena.

__ADS_1


"Kamu membuatku khawatir sayang. Seandainya kamu jatuh dan terjadi apa apa dengan kamu dan bayi kita, mungkin seumur hidupku aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri. karena lalai menjagamu." Adi berkata dengan mata berkaca kaca.


"Mas dari mana memangnya ? tadi Aku hanya ingin mencari mas ?" Rena bertanya dengan nada manja.


Adi tersenyum dan mencium kilas pipi Rena. "Maaf ya sayang, kamu mencari mas ya ? Tadi mas terbangun dan merasa sangat haus jadi mas ke dapur ambil minum. Saat mau kembali ke kamar, mas melihat pintu kamar calon bayi kita terbuka. Ternyata ibu ada di dalam sedang menata semua perlengkapan untuk bayi kita nanti." Adi menjelaskan pada Rena.


"Loh mas, tapi kan ini tengah malam harus nya ibu istirahat. Biar Rena aja yang menatanya ibu harus istirahat." Ucap Rena sambil akan turun dari ranjang.


"Tidak perlu sayang, ibu sudah mas suruh istirahat. Tadi ibu tidak bisa tidur karena tidak sabar menunggu cucunya lahir jadi ibu mencari kesibukan di kamar cucu nya. Tapi sudah mas suruh istirahat, dan kata ibu mau sholat malam dulu lalu istirahat." Adi berkata sambil mencium kening Rena.


" Sayang.. Anak ayah bobok ya.. Bunda juga bobok yaa.." Adi berkata sambil mengusap perut buncit Rena.


" Iya ayah." ucap Rena menirukan suara anak kecil.


Adi memeluk Rena dan menciumi pucuk kepala Rena. Rena perlahan menutup mata nya dan tertidur. Sementara Adi masih belum bisa tidur. Dia pandangi wajah isterinya yang sudah tidur terbuai ke alam mimpi. " Sayang, sungguh tadi aku takut sekali terjadi apa apa dengan mu. Takut sekali apa yang terjadi pada Rita dulu terulang lagi padamu. Ya Allah lindungi istri dan calon bayi ku. Dan lancar kanlah isteriku saat menghadapi persalinannya nanti." Adi mengusap perut Rena.

__ADS_1


Adi memejamkan matanya dan berusaha untuk tidur.


.


.


.


.


.


.


.Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2