Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 5


__ADS_3

"Iwan ! kamu sadar siapa yang kamu bawa kesini ? gadis gembel, jelek, dan miskin yang kamu bawa pulang?" bentak Bu Ratih.


Iwan hanya diam tak menjawab sama sekali.


"Harusnya kamu cari gadis yang cantik, kaya, dan berpendidikan agar kamu jadi ikut kaya, bukan wanita kampungan ini yang kamu pilih!" bentak Bu Ratih lagi. Dan Iwan tetap diam. "Bawa pergi perempuan ini dan kamu jangan pulang ke rumah ini lagi jika masih berhubungan dengan wanita ini." imbuh Bu Ratih.

__ADS_1


Rena yang mendengar itu pun tak kuasa menahan tangisnya dan berlari keluar tanpa pamit. Dalam hatinya sangat kecewa kenapa Iwan tak membela nya dan membiarkan bu Ratih menghina nya. Iwan mengejar Rena dengan motornya lalu membawa Rena kembali ke rumah Rena. Sepanjang perjalanan merekaa hanya diam dan tak mengucapkan satu patah kata pun. Air mata Rena terus saja menetes hati nya sungguh sakit menerima perlakuan dari Bu Ratih.


Sesampainya di rumah Rena, Iwan menghentikan motornya dan Rena langsung turun dan masuk ke dalam tanpa mempersilahkan Iwan masuk.


"Dik, " panggil Iwan dan membuat Rena menghentikan langkahnya tanpa menoleh ke arah Iwan. "Maafkan orang tua mas ya." ucap Iwan. "Mas tahu kamu sedih tapi tolong jangan diamkan mas kayak gini."ucap Iwan lagi.

__ADS_1


Berhari-hari Rena mengurung diri di kamar penampilannya tampak kacau. wajahnya kusut, matanya sembab. sementara Iwan mulai kesal karna berhari-hari Rena tak membalas pesan juga tak menjawab panggilan darinya."Aku tidak akan biarkan kamu pergi dariku." gumam Iwan.


Sore itu setelah pulang kerja, Iwan bersiap akan datang ke rumah Rena dan ingin mengajaknya keluar sekedar makan atau jalan-jalan menghirup udara segar agar Rena bisa sedikit terhibur. Iwan pun melajukan motornya dan pergi ke rumah Rena.


Sesampainya di rumah Rena Iwan mengetuk pintu dan mengucap salam. "Tok tok tok.. Assalamualaikum !" teriak Iwan. "Waalaikum salam!" jawab Toni adik Rena. Lalu Toni membuka pintu. "Eh mas Iwan, masuk mas!" sapa Toni ramah. "Iya Ton terima kasih." jawab Iwan. "Mbak kamu ada ?" tanya Iwan. "Ada mas di kamar. Murung terus beberapa hari ini, eemm kalau boleh tahu ada apa ya mas? Apa kalian ada masalah ?" Toni mulai penasaran. " Oh tidak ada apa-apa hanya salah paham saja kok Ton." jawab Toni. "Oh baiklah kalau begitu aku permisi dulu mas mau ke rumah temanku." kata Toni. "Ya sudah hati- hati, tapi bisa tolong panggilan mbak Rena dulu?" kata Iwan. "Tentu mas." jawab Iwan dan bergegas mengetuk pintu kamar Rena dan memanggil nya memberi tahu bahwa ada Iwan datang.

__ADS_1


Dengan terpaksa Rena keluar dari kamar dan menemui Iwan." Dik kamu baik-baik saja kan?" tanya Iwan yang hanya di jawab anggukan oleh Rena. "Oh ya, aku mau ajak kamu jalan-jalan, sekedar melepas penat kamu mau kan ?" ajak Iwan. "Aku malas kemana mana mas. Maaf." jawab Rena. " Lebih baik mas pulang saja, aku sedang tidak ingin di ganggu." imbuh Rena.


__ADS_2