Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 23.


__ADS_3

Rena yang menangis akhirnya tertidur di kamar nya. Sementara Iwan telah sampai di rumah orang tuanya.


"Assalamualaikum..!"Seru Iwan.


"Waalaikum salam." jawab Pak Rudi dan Bu Ratih bersamaan.


"Iwan akhirnya kamu datang juga, Ibu rindu sekali sama kamu nak."Kata Bu Ratih sambil memeluk Iwan.


"Iya bu,Iwan juga rindu sama bapak dan ibu."kata Iwan.


"Oh, iya ada seseorang yang sangat ingin bertemu dengan mu nak. Sebentar ibu panggilkan."ucap Bu Ratih sambil berdiri.


"Bu..."panggil Iwan sambil menarik tangan Bu Ratih. "Tolong bu, jangan mempertemukan Iwan dengan perempuan lain, Iwan sudah menikah bu."ucap Iwan.


"Diam lah kamu Iwan, memangnya apa salahnya kalian bertemu."Kata Pak Rudi. "Sudah sana panggil Sinta bu, mungkin dari tadi dia sudah menunggu."Kata Pak Rudi pada Bu Ratih.


"Iya pak."jawab Bu Ratih sambil berlalu masuk ke dalam memanggil Sinta yang berada di kamar tamu.

__ADS_1


"Tok tok tok... Bu Ratih mengetuk pintu kamar Sinta. Lalu perlahan membuka nya. "Sinta , sayang ibu boleh masuk kan ?" kata bu Ratih.


"Iya Bu, silahkan masuk." jawab Sinta yang sedang duduk di meja Rias, dia terlihat sedang memoles make up natural di wajah nya, dan membuat nya terlihat sangat cantik.


"Wah, cantik sekali calon menantu ibu!" puji bu Ratih sambil membelai rambut Sinta.


"Ah, ibu bisa saja, Sinta jadi malu bu."ucap Sinta malu malu.


"Ibu, serius sayang kamu cantik sekali, Iwan pasti akan terpikat oleh kecantikan mu." kata Bu Ratih lagi.


"Sudah, ayo keluar.."Ajak bu Ratih. Mereka berdua keluar kamar dan menuju ruang tamu.


"Kenapa aku jadi gugup seperti ini?". batin Sinta. "Maaf jika aku menjadi pelakor dan berusaha merebut suami orang itu semua aku lakukan karna aku begitu menyukai Iwan." batin Sinta lagi.


Sinta dan Bu Ratih telah sampai di ruang tamu. Iwan yang melihat Sinta begitu terkejut begitu terpesona. "Sinta, cantik sekali dia.. Sungguh begitu ayu dia." ucap Iwan dalam hati.


Iwan terlihat melamun sambil tidak berkedip melihat Sinta. "Iwan, Iwan.. kamu kenapa melamun ?" Tanya pak Rudi sambil menepuk pelan bahu Iwan.

__ADS_1


"Maaf pak, Iwan melamun."ucap Iwan.


Sinta tersenyum dan mengulurkan tangan pada Iwan mereka bersalaman. "Mas, apa kabar ?"Sapa Sinta sambil tersenyum manis, Senyuman yang membuat Iwan lupa pada Rena.


"Ah, aku baik.. kamu sendiri apa kabar ? lama tidak bertemu dulu waktu kecil kita sering bermain bersama." ucap Iwan .


"Iya mas, kamu masih ingat, aku pikir kamu sudah lupa." Kata Sinta.


"Ahh.. kenapa aku ini ? ingat Iwan kamu sudah punya istri di rumah dan akan menjadi ayah."ucap Iwan dalam hati.


Sinta dan Iwan mereka mengobrol kesana kemari dan saling bertukar nomor telpon dengan alasan Sinta ingin membantu Iwan mendapat pekerjaan yang lebih baik.


Sementara di rumah Rena tertidur dan bermimpi kalau dia dan Iwan berada di sebuah ruangan dan tiba tiba ruangan itu menjadi gelap gulita dan masuk seorang perempuan yang menarik paksa tangan Iwan dan meninggalkan Rena yang ketakutan dalam ruangan gelap itu... Rena berteriak dan menangis."Mas.. mas... mas Iwan tunggu Rena... hiks hiks."teriak Rena


Rena terkejut dan bangun dari tidurnya. Dia berkeringat. "Ya Allah,, Aku mimpi buruk."ucap Rena. Dia melihat jam dinding kamarnya." Sudah jam 10 malam dan mas Iwan belum pulang." Rena merasa sedih.


Happy Reading... !!!

__ADS_1


__ADS_2