Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 56


__ADS_3

Iwan membawa Sinta ke rumah sakit, dan kata dokter Sinta hamil. Usia kandungan nya menginjak minggu ke empat. Sinta sangat bahagia karena akhirnya dia benar benar hamil. Tapi dokter juga menyarankan pada Sinta untuk lebih berhati hati. Karena menurut pemeriksaan kandungan Sinta sangat lemah. Dan bisa saja dia mengalami keguguran.


Sinta dan Iwan pulang ke rumah. Iwan menyiapkan makanan dan vitamin serta obat penguat kandungan yang dia tebus dari rumah sakit tadi. Saat menyiapkan itu semua, Iwan tiba tiba ingat Rena. "Dulu saat Rena hamil aku jarang sekali memperhatikan nya, tapi dia sangat mandiri. Rena ku apa kabar mu sayang ? Aku merindukan mu. Masih ada tempat di hati ku untuk mu." Batin Iwan.


Yah begitu lah penyesalan memang selalu ada di akhir. Iwan yang dulu tergoda oleh Sinta hingga tega menyia nyiakan Rena kini hanya bisa menyesali.


Rena, hari itu dia meminta ijin pada orang tuanya untuk pergi ke kota S. Dia ingin mencari kerja ke tempat teman sekolah nya dulu. Awalnya orang tua nya melarang tapi Rena berhasil meyakinkan orang tuanya. Dan mereka mengijinkan.


"Pak, bu Rena pergi dulu ya.. Bapak sama ibu jaga kesehatan. Kamu juga Toni, sekolah yang bener, jagain bapak sama ibu ya." pamit Rena pada keluarga nya.


"Kamu hati hati ya nak, sering sering kasih kabar."ucap Bu Susi.


"Jangan lupa sholat, mengaji dan jangan tinggalkan sepertiga malam mu nak. Bapak akan terus menjaga mu lewat doa ya sayang." ucap Pak Naryo.

__ADS_1


"Mbak.. cepet cari abang ipar buat Toni ya, biar bisa bantuin Toni jaga mbak. Saat Toni nggak bisa jagain mbak Rena." Ucap Toni menggoda Rena.


Rena tersenyum dan memeluk orang tuanya. "Terima kasih untuk do,a kalian. Rena sayang kalian. Mbak juga sayang kamu Ton." ucap Rena terharu.


Rena berangkat ke terminal di antar Toni. Rena segera naik ke dalam Bus, Toni terus memandangi Bus yang di tumpangi Rena hingga hilang dari pandangan nya. "Semoga kamu menemukan kebahagiaan mu segera mbak. Ya Allah jaga mbak ku, sudah terlalu banyak penderitaan yang dia pikul. Dia kuat, dia tegar itu semua karena kasih sayang Mu , Ya Allah." ucap Toni dalam hati.


Rena berada di dalam bus, menatap ke luar. Pikiran nya melayang layang. Sungguh ini kali pertamanya dia pergi jauh seorang diri. Ada rasa takut di hatinya tapi dia segera tersadar. " Kenapa aku harus takut, bukankah Allah akan selalu menjaga ku. Bismillah saja.. Terima kasih Ya Allah semua ujian yang aku lalui telah mengajarkan aku untuk terus menjadi sosok wanita yang kuat dan mandiri." Rena kembali tersenyum.


Rena menikmati perjalanan nya. Dan rasa kantuk mulai menyerang nya, Rena tak kuasa menahan rasa kantuk dia akhirnya tertidur . Entah berapa lama Rena tertidur saat dia terbangun ternyata dia sudah sampai di terminal kota S. Semua penumpang telah turun. Rena segera turun dan menuju ke toilet terminal.


"Alhamdulillah, aku sudah sampai di kota S, aku akan menghubungi Tanti setelah sholat ashar nanti." Gumam Rena. Dia segera mengambil air wudhu dan segera melaksanakan sholat.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.Happy Reading...


__ADS_2