
Rena yang sehari hari berada di rumah merasa sangat bosan. Apalagi Adi juga sedang sibuk sekali. Banyak sekali pasien yang harus dia tangani.
Rena mengambil ponsel nya yang ada di atas meja rias nya. Dia mencari kontak suami nya lalu menelfon nya.
Tut... tut... tuuu.. pangagilan terhubung.
"Halo sayang, aku sedang sibuk." suara Adi lalu segera menutup panggilan itu. Bahkan Belum sempat Rena ber kata apa apa tapi Adi sudah mematikan telfon nya.
Rena meletak kan kembali ponsel nya, air mata nya menetes. Dia duduk di tepi ranjang lalu mengusap air mata nya.
"Kenapa aku ini? cengeng sekali. Padahal kan Mas Adi memang sedang bekerja dan mungkin ada pasien yang sedang butuh pertolongan nya. Aku tidak boleh seperti ini." ucap Rena lirih.
Rena keluar kamar dan menuju ke dapur untuk mengambil air putih rasanya dia haus sekali.
Selesai minum Rena melihat ada piring piring kotor bekas makan siang yang belum di cuci sementara mbak Yayuk sedang repot mengepel lantai.
Rena melangkah dan berniat mencuci piring. Saat sedang mencuci piring, Rena terkejut karena ada yang memeluk nya dari belakang.
"Sudah berapa kali aku bilang, jangan melakukan apapun. Aku tidak ingin kamu kelelahan. Dan satu lagi jika butuh apa apa cukup minta tolong saja sama mbak Yayuk. Jangan kamu ke dapur sendiri sayang." ucap Adi lirih namun terdengar begitu lembut di telingan Rena.
Rena mencuci tangan nya dan berbalik menetap suami nya dengan penuh kasih sayang.
"Aku tidak apa apa mas, aku juga tidak kelelahan. Mas aku malah bosan kalau tidak melakukan apa pun." Ucap Rena manja.
__ADS_1
Rena mundur dan mengerutkan dahi nya saat menyadari jika suaminya yang dia peluk itu benar benar suaminya atau bukan karena beberapa saat yang lalu Rena menelfon dan Suaminya bikang sedang sibuk.
Rena mencubit pipi nya sendiri, Dia meringis karena sakit jadi dia sedang tidak berhalusinasi dan yang di depan nya itu benar benar suaminya.
Adi terkekeh melihat Rena seperti itu. " Kamu itu kenapa sayang ?" Tanya Adi sambil menarik Rena mendekat pada nya.
" Ini benar benar kamu kan mas ? Tapi tadi waktu di telepon kamu bilang sedang sibuk dan mematikan panggilanku begitu saja." ucap Rena sambil mengerucutkan bibir nya.
Adi makin terkekeh melihat wajah istrinya.
Adi memeluk pinggang isterinya dan mengajak nya ke kamar.
"Ayo ikut mas ke kamar." Adi menggandeng tangan isterinya. Rena hanya menurut saja.
Sampai di kamar, Adi menyuruh Rena menutup mata. Dan Adi mengambil sesuatu dari dalam tas kerja nya. Adi menyuruh Rena membuka mata.
Rena menutup mulut nya, dia begitu kagum melihat cantik nya kalung itu.
"Ini.. ini untukku mas ?" tanya Rena dengan wajah yang hampir menangis karena bahagia.
"Tentu ini untuk mu sayang, memang nya untuk siapa lagi ? Selamat ulang tahun ya sayang." Ucap Adi sambil mencium kening isterinya.
"Maaf tadi aku mematikan panggilan mu karena sedang memilih hadiah untuk mu. Sini mas bantu pakaikan." Adi membuka hijab Rena dan membantu memakaikan kalung itu.
__ADS_1
"Mas.. Terima kasih.. Kalung ini cantik sekali. Dan terima kasih mas ingat dengan hari ulang tahunku yang bahkan aku sendiri lupa mas." Ucap Rena yang langsung nempel ke pelukan suami nya.
"Sama sama sayang. Aku mencintai mu. Teruslah ada di sisiku. Kamu begitu berarti untuk ku sayangku. Dan satu lagi.. Jaga anakku kamu jangan bandel main main ke dapur aku tidak ingin kamu kenapa kenapa."Ucap Adi yang tiba tiba kesal saat ingat Rena yang melanggar larangan nya untuk tidak ke dapur. Karena menurut Adi di dapur itu licin apalagi Rita dulu terpeleset di dapur dan pendarahan lalu meninggal.
"Pak dokter tampan, baik hati, penyayang isteri.. Isterimu ini bosan di kamar terus dan tidak melakukan apa apa. Masak begitu saja tidak boleh." ucap Rena manyun.
"Hey.. Nyoya Adi isteri nya Pak Dokter.. Kamu tidak boleh bandel harus nurut. Kalau isteri kesayangan ku ini bosan, ok lusa kita akan berlibur sayang ku.. Kamu mau kan ?" ucap Adi lalu mencium gemas pipi isterinya yang menggemaskan itu.
"Benar kah mas ? iya aku mau banget mas. Aku sayang kamu suami ku yang tampan tapi bawel." Rena mencubit hidung mancung suami nya.
"Nakal kamu yah... Sakit tau hidung ku.."Ucap Adi sambil menarik balik hidung isterinya. Mereka bercanda layaknya pasangan muda yang tengah di mabuk cinta.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.happy reading...