
Iwan, Pak Naryo dan Bu Susi sedang berbincang di ruang tamu. " Nak Iwan apa kamu benar - benar menyayangi Rena anak ibu ?" tanya bu Susi. " Iya bu, saya menyayangi Rena anak bapak dan ibu." jawab Iwan. "Lalu kapan kamu bawa orang tuamu kesini untuk melamar Rena ?"tanya Pak Naryo
"Emm nan nanti pak." jawab Iwan ragu.
"Saya tidak ingin ada fitnah nak Iwan, jika kamu dan Rena terus bersama tanpa ada hubungan yang jelas." Imbuh pak Naryo. "Iya pak." kata Iwan.
Sedangkan Rena yang dari tadi berada di kamar dan mendengar percakapan antara Iwan dan orang tuanya pun menjadi sedih. "Mungkinkah mas Iwan tidak serius dengan ku? kenapa dia menjawab pertanyaan bapak dan ibu dengan ragu." batin Rena sambil mengusap air matanya yang menetes begitu saja. Tak lama pun Iwan pamit pulang dan sesampainya di kost nya dia mengirim pesan pada Rena. "Aku sayang kamu dik, hanya saja aku belum siap menikahi kamu, nanti kamu akan aku kenalkan pada orang tuaku dulu." isi pesan Iwan.
__ADS_1
"Iya mas." balas Rena singkat. Lalu Rena memilih untuk membaringkan tubuhnya dan tidur. Rasanya dia sedikit kecewa dengan Iwan. "Lebih baik aku tidur saja." gumam Rena.
Pagi itu Bu Susi memanggil Rena dan berkata akan kembali ke kota B karna majikannya sudah berkali kali menelfon agar bu Susi segera kembali bekerja."Ren, bapak dan ibu hari ini akan kembali ke kota B. Kamu hati hati di rumah ya Nak, jaga diri dan adikmu baik- baik." kata bu Susi. "Iya bu, ibu sama bapak hati-hati dan jaga kesehatan." ucap Rena sambil memeluk ibu dan bapaknya bergantian. " Baiklah nak, bapak dan ibu berangkat dulu." kata pak Naryo. "Iya pak." jawab Rena sambil mencium tangan bapak dan ibunya. Mereka pun berpisah kembali.
Beberapa hari setelah itu, Iwan datang ke rumah Rena dan ingin mengajak Rena ke rumahnya untuk menemui orang tua Iwan. Mereka pun berangkat menuju rumah Iwan. Tetapi Rena tampak begitu gelisah. "Kenapa perasaanku tidak enak ya? apakah orang tua mas Iwan akan menerima aku dengan segala keadaanku ?" batin Rena. "Ahh..sudahlah aku tak boleh berfikir buruk. Bismillah saja."imbuhnya lagi dalam hati.
"Waalaikum salam !" terdengar suara wanita dari dalam. Dan pintu pun terbuka. "Iwan !" Ucap wanita setengah tua yang sedikit angkuh yang tak lain adalah ibu Iwan, bu Ratih. Rena dan Iwan pun bersalaman dengan bu Ratih. "Bapak mana bu ?" tanya Iwan
__ADS_1
"Ada apa nyari bapakmu?" tanya Bu Ratih ketus. "Iwan ingin mengenalkan Rena sama bapak dan ibu." jawab Iwan.
"Siapa perempuan ini ?" tanya Bu Ratih. "Ini Rena bu kekasih Iwan dan Iwan ingin menikahinya."jawab Iwan.
"Bapak belum ingin punya menantu !" teriak seorang laki- laki dari dalam. Ya dia adalah Pak Rudi bapak Iwan..
Rena yang mendengar itu hanya bisa menunduk dan sedih. "Punya apa kamu kok mau nikah sama Iwan anak saya?" tanya bu Ratih pada Rena. Rena hanya diam dan matanya sudah terasa panas seperti sudah tidak sanggup menahan air matanya.. "Dasar ****** main minta di nikahi saja. Saya ingin punya menantu yang cantik, kaya dan berpendidikan. Apa kamu punya semua itu ?" maki bu Ratih. Lagi lagi Rena hanya diam tertunduk dengar air mata yang sudah tidak bisa di tahan lagi.
__ADS_1