
Sebulan kemudian Iwan mengajak Rena untuk pindah ke rumah yang telah Iwan kontrak di dekat dia bekerja. Mereka menjalani kehidupan rumah tangga mereka dengan penuh kasih sayang. Rena menikmati masa masa kehamilannya. Kadang dia sangat manja pada Iwan. Dan Iwan pun bahagia bisa memanjakan Rena.
Suatu pagi Rena bangun terlebih dahulu dan perutnya terasa mual, dia segera berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya. Iwan yang menyadari Rena tak lagi di sampingnya pun terbangun. Dia segera mencari Rena dan menemukan Rena yang tengah duduk di dapur. Terlihat sangat lemas.
"Kamu kenapa sayang ? muntah lagi ?"Tanya Iwan. Rena hanya mengangguk. "Ya sudah kamu istirahat biar aku buatkan susu untuk kamu." kata Iwan lagi.
"Mas,, aku mau makan buah aja."Rena yang mulai manja pada Iwan. "Baiklah,kamu mau buah apa ? biar aku kupas kan." kata Iwan sambil membuka lemari es tempat menyimpan buah buahan. "Apel saja mas, sama jeruk." jawab Rena sambil tersenyum.
__ADS_1
Setelah makan buah Rena kembali ke kamar dan Iwan segera mandi karna dia harus berangkat ke tempat kerja. Ya dia harus lebih giat bekerja karna dia sudah memiliki istri juga akan segera memiliki seorang bayi.
Hp Iwan berbunyi ada pesan masuk. Tapi Rena malas untuk membukanya karna dia pikir mungkin itu teman kerja Iwan yang mengirim pesan. Dan beberapa saat kemudian ada pesan masuk lagi. Rena penasaran dan segera membuka pesan di hp Iwan. Ternyata yang mengirim pesan adalah pak Rudi. Mertua Rena. " Temui aku di kedai kopi dekat tempat kerjamu." isi pesan yg pertama. "Datang lah sendiri tidak usah bawa perempuan itu." isi pesan yang kedua.
Air mata Rena mengalir begitu saja di pipinya hatinya sakit, sungguh dia merasa sedih. "Bahkan menyebut nama ku saja mertuaku tak mau." gumam Rena dalam hati. "Tapi kenapa bapak mertuaku ingin menemui suami ku se pagi ini ? Bukankah Mas Iwan sudah di usir dan tidak di akui anak lagi? Lalu mengapa bapak ingin bertemu mas Iwan?" Rena makin penasaran.
"Ini ada pesan dari bapak mu mas." Ucap Rena sambil memberikan hp Iwan. Iwan membaca pesan itu sedikit heran kenapa bapaknya ingin bertemu se pagi ini. "Ada apa ini ? Apa ada hal penting yang ingin bapak sampaikan padaku ? tapi bukankah bapak sudah tidak mau bertemu dengan ku lagi." Iwan bertanya pada diri nya sendiri.
__ADS_1
"Se jijik itu kah orang tuamu pada ku mas, sampai menyebut namaku saja tidak mau ?" ucap Rena sambil menangis. "Sudahlah sayang jangan kamu pikirkan, mungkin mereka belum bisa menerima mu saat ini tapi nanti aku yakin mereka pasti akan mau menerima mu sebagai isteriku dan menantu mereka." Iwan mencoba meyakinkan Rena.
"Entahlah mas, tapi sepertinya itu tidak mungkin." Jawab Rena sambil berdiri menyiapkan pakaian kerja Iwan. "Sudahlah.. jangan membuatku marah pagi pagi gini hanya gara gara pesan dari bapak. Bisa saja bapak ingin bertemu karna ada hal penting." ucap Iwan. "Sudahlah sana siap siap nanti bapak mu menunggu lama." ucap Rena.
Iwan pun bersiap siap dan segera menuju kedai kopi tempat Pak Rudi ingin bertemu. dan sekalian dia berangkat ke tempat kerjanya.
Happy reading....!!!
__ADS_1