Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 7


__ADS_3

Iwan sangat kesal. Dadanya bergemuruh, di satu sisi dia harus memikirkan cara agar orang tuanya bisa merestui hubungannya dengan Rena, dan di sisi lain dia marah karna Rena yang tidak ingin lagi bersamanya. Dalam hatinya juga kesal dia terus mengutuk dirinya sendiri mengapa dia tak bisa membela Rena saat Ibunya menghina Rena habis-habisan. Iwan menunduk, matanya terpejam sebenarnya hati nya pun juga sakit mendengar Rena di hina seperti itu tapi apa daya dia juga tak ingin melawan orang tuanya.

__ADS_1


Sementara Rena yang terus menangis pun akhirnya tertidur. Iwan yang melihat Rena tertidur pun menjadi iba dan mengelus perlahan kepala Rena dan mengecup kening Rena. " Maafkan mas dik, mas menyayangi mu dan tidak ingin kehilangan kamu." batin Iwan. Iwan yang melihat Rena tertidur pulas pun perlahan membaringkan tubuhnya di samping Rena. Dia pandangi wajah Rena lekat-lekat.Dan tanpa dia sadari pikiran kotor pun mulai menguasainya. "Mungkin jika aku dan Rena punya anak orang tuaku akan mau merestui hubunganku dengan Rena." kata Iwan dalam hati.

__ADS_1


Perlahan dia menyentuh bibir Rena, mengusap wajah sendu Rena dan perlahan dia mulai mencium bibir Rena.

__ADS_1


Rena mulai menangis karna takut. Iwan begitu menjijikkan. Iwan ******* bibir Rena dengan kasar. Dan satu tangan mengunci kedua tangan Rena yang terus berontak. "Diam dan menurut atau aku akan kasar padamu." kata Iwan. Rena terus meneteskan air matanya dia tak bisa berteriak dan hampir kehabisan nafas karna Iwan begitu ganas ******* bibirnya. Rena mencoba berontak sekuat tenaga dan kembali mendorong Iwan. Karna merasa bertolak Iwan pun semakin beringas. Dia menindih tubuh mungil Rena dan kembali menciumi bibir dan leher Rena. Dan sekali lagi Rena mendorong tubuh Iwan dan membuat Iwan semakin marah dia mengunci kuat tangan Rena dan mengikatnya dengan ikat pinggang. Lalu melepas semua pakaian Rena dan pakaiannya. Rena semakin ketakutan. Ya Iwan begitu beringas menciumi setiap inci tubuh Rena dan akhirnya Iwan melakukannya. Melakukan penyatuan dan menanam benih di rahim Rena.. Rena menangis air matanya seakan tumpah. Sakit. Ya sakit, sakit hati juga sakit karna darah segar itu menetes. Sesuatu yang dia jaga telah di renggut paksa oleh orang yang sangat dia cintai. Dengan cara yang menjijikkan.

__ADS_1


"Aku kecewa, aku benci kamu Iwan." maki Rena. Iwan hanya diam. Ya Iwan melakukannya lagi dan lagi. Iwan terus mendesah penuh nikmat.Dan berkali kali menyemburkan benih di dalam rahim Rena hingga Rena lemas dan nyaris tak sadarkan diri. Iwan menyudahi permainannya dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu dia menghampiri Rena yang masih tergeletak lemas dengan mata terpejam namun air matanya terus mengalir. "Maafkan mas sayang, mas melakukan cara yang salah dan kasar agar kamu tidak meninggalkan mas." Bisik Iwan. " Mas melakukan ini agar orang tuaku mau merestui kita." imbuh Iwan. Rena hanya diam dan membuang muka. Dalam hatinya begitu kecewa pada Iwan. "Mas mencintaimu dik, mas nggak mau kehilangan kamu. maafkan mas." ucap Iwan sambil mengusap air matanya.. Sebenarnya dia menyesal telah melakukan itu pada Rena.

__ADS_1


__ADS_2