Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 82


__ADS_3

Adi dan Rena telah sampai di rumah bu Sarah.


Terlihat bu Sarah sedang duduk di teras depan sedang tersenyum menyambut anak dan menantu nya tiba.


"Assalamualaikum, bu." ucap Rena lalu mencium tangan bu Sarah.


"Waalaikumsalam sayang." jawab Bu Sarah. "Bagaimana kabar besan ibu di kampung ? Sehat kan." tanya Bu Sarah.


"Alhamdulilah sehat bu, Oh ya kita juga punya kabar bahagia buat ibu." ucap Adi sambil tersenyum menatap ibu nya.


"Kabar bahagia apa nak ?" Tanya bu Sarah.


Adi segera menunjukkan surat dari dokter hasil pemeriksaan Rena tadi. Ya tadi mereka benar benar mampir ke klinik untuk periksa. Dan dokter disana memang menyatakan jika Rena tengah mengandung. Adi yang sangat bahagia tak henti hanti nya mengucap syukur dan menciumi perut Rena.


Bu Sarah yang membaca surat itu tersenyum bahagia. Ada rasa tidak percaya hingga mengulang untuk membacanya.


"Kamu benar benar hamil sayang. Selamat ya nak kalian akan segera menjadi ayah dan bunda." ucap Bu Sarah sambil memeluk Rena dan Adi bergantian.

__ADS_1


"Selamat juga untuk ibu yang akan segera menjadi nenek." ucap Adi.


Mereka lalu maduk ke rumah dan Rena segera memberi tahukan kabar gembira itu pada Pak Naryo dan Bu Susi melalui telepon. Setelah puas berbincang Rena yang merasa kelelahan pun akhir nya tertidur.


Adi masuk ke dalam kamar dan melihat istrinya tengah tertidur pulas. Dia mendekat dan mengusap lembut perut Rena. "Srhat sehat di perut Bunda ya nak." ucap Adi lirih.


Adi keluar kamar dan masuk ke kamar ibu nya. Bu Sarah tersenyum melihat anak nya masuk ke kamar nya. " Ada apa nak ? tumben ke kamar ibu ?" tanya bu Sarah.


" Bu, Adi ingin minta tolong pada ibu agar ibu memberi tahu mbak Yayuk untuk menginap disini. Nanti biar Adi kasih tambah uang gaji nya. Adi tidak ingin Rena ikut melakukan pekerjaan rumah bu, Adi takut sekali apa yang terjadi pada Rita dulu terjadi pada Rena. Ucap Adi pada bu Sarah.


"Iya nak, nanti ibu akan minta mbak Yayuk untuk tinggal disini dan membantu menjaga Rena. Kamu tenang saja ya. "jawab Bu Sarah lembut.


Bu Sarah tertawa melihat wajah putra nya. Bagi nya itu lucu sekali. "Nak, tentu saja ibu tidak ingin Rena kelelahan, toko sudah di urus oleh pegawai ibu dan akan setiap hari memberi laporannya pada ibu, dia akan datang kesini." bu Sarah bicara sambil mengusap kepala anak nya.


"Kita akan jaga Rena dan calon anak kalian sama sama ya, Ibu tahu apa yang kamu takut kan. Tapi jangan berlebihan sayang jangan karena rasa takut mu Rena jadi kurang nyaman. Berdoa sama Allah agar Rena dan bayi nya selalu di lindungi ya. Oh ya berapa usia kandungan istrimu ?" tanya Bu Sarah.


"Baru Empat minggu bu, Rasanya Adi.sudah tidak sabar ingin segera mendengar suara tangis anak Adi." ucap Adi

__ADS_1


"Sabar pak dokter.. Baru juga empat minggu." ucap Bu Sarah menggoda anaknya.


Adi tersenyum dan memeluk ibu nya. "Terima kasih ya bu, telah memilih Rena untuk Adi. Ibu benar, dia wanita yang baik, wanita yang sabar, wanita yang kuat. Adi sangat mencintai Rena bu." Adi berkata sambil tersenyum pada ibu nya.


"Rena itu wanita pilihan almarhum istrimu nak, karena Rita lah yang dalam mimpi ibu menuntun dan menyatukan tangan ibu dan tangan Rena. Mungkin Rita tahu jika Rena lah yang terbaik untuk mu." Ucap Bu Sarah.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.Happy reading..Maaf telat up author lagi sibuk kerja hehhe.. jangan lupa Like, comment, dan vote ya kakk


__ADS_2