
Rena lemas tak berdaya. Iwan yang melihatnya menjadi iba dan merasa bersalah. Iwan melepas ikat pinggang yang dia gunakan untuk mengikat tangan Rena. Ada bekas merah di tangan Rena, Iwan mengusap tangan itu sebenarnya dia sedih telah membuat Rena kesakitan seperti itu. " Maaf sayang mas melakukannya, mas pikir jika kamu hamil orang tuaku akan merestui hubungan kita." kata Iwan.
"Cara mu menjijikkan Iwan, aku benci kamu. Kamu tahu caramu seperti ini tidak akan menyelesaikan masalah tapi justru menambah masalah baru. Kamu terlihat menyedihkan Iwan tampak begitu jelas kalau kamu memang benar benar tidak bisa menyelesaikan masalahmu." maki Rena. Iwan hanya diam, dia tahu betul Rena marah dan kecewa padanya. Iwan mengusap wajahnya kasar ia menyesali perbuatan nya tapi semua sudah terlanjur. " Dik, mas akan menikahi kamu. mas janji mas akan bertanggung jawab." Iwan berkata sambil mengelus wajah Rena.
__ADS_1
Rena hanya diam dan membuang muka. Saat ini yang Rena rasakan hanya sakit. Sakit hati karna kesuciannya telah di renggut paksa, sakit hati karna pria yang di dicintainya telah menodainya hanya karna alasan ingin di direstui. "Ini konyol bukan, kamu anggap aku boneka yang bisa kamu kamu perlakukan seenakmu." teriak Rena sambil menangis.
Iwan mencoba menenangkan Rena, dia memeluk dan mengusap punggung Rena. "Maaf sayang." lagi lagi hanya kata maaf yang bisa Iwan ucapkan. " Sekarang aku bantu kamu ke kamar mandi ya kamu bersihkan diri kamu lalu tidurlah. Esok pagi aku antar kamu pulang ya." Iwan bicara dengan lembut sambil mengusap kepala Rena. Iwan membantu Rena berdiri dan memapahnya ke kamar mandi, setelah itu ia membantu Rena mengenakan pakaiannya dan menyuruh Rena tidur.
__ADS_1
Pagi pun tiba. Iwan bangun terlebih dulu dan menyiapkan air panas untuk Rena mandi. Dan membuat nasi goreng serta teh hangat untuk Rena dan dirinya sarapan. Setelah semua siap dia membangunkan Rena yang masih meringkuk tidur. "Bangun sayang, udah pagi." kata Iwan sambil mengelus kepala Rena. Perlahan Rena membuka matanya tapi pandangannya buram dan kepalanya terasa pusing, badannya juga terasa sakit semua. "Mandi gih, aku udah siap in air hangat buat kamu mandi setelah itu kita sarapan." kata Iwan lagi. Rena hanya diam. Dia kembali mengingat kejadian semalam air matanya kembali menetes. "Kenapa hidupku seperti ini ?" batin Rena.
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam. Setelah 30 menit perjalanan mereka sampai di Rumah Rena. Rena turun dari motor dan mencoba masuk ke rumah namun pintu masih terkunci." kok masih di kunci apa Toni belum pulang dari rumah temannya ya? ah setidaknya Toni tidak tahu jika semalam aku tidak pulang." batin Rena. Rena mengambil kunci yang dia tinggalkan di bawah rak sandal, lalu membuka pintu rumahnya.
__ADS_1
Rena masuk tanpa menoleh ke arah Iwan. "Sayang,! panggil Iwan yang membuat Rena menghentikan langkahnya. "Kamu istirahat ya, besok aku kesini lagi." kata Iwan. Rena hanya diam lalu melangkah pelan lagi menuju kamarnya.Menutup pintu dan merebahkan badannya di atas tempat tidur lalu menangis sejadi jadinya.
happy reading...☺
__ADS_1